Terorisme Bisa Lahir dari Semua Agama


0
116 shares

Harakatuna.com. Jakarta – Dekan FISIPOL Universitas Kristen Indonesia (UKI) Angel Damayanti menegaskan bahwa agama memiliki dua mata pisau. Angel percaya kalau di satu sisi agama membawa pesan-pean baik dan positif, sementara di sisi lain, agama itu bisa menjadi justifikasi untuk melakukan radikalisme.

Angel menyampaikan pernyataan tersebut pada acara Bedah Buku terbitan Kementerian Agama berjudul Deradikalisasi, Kontra Radikalisme dan Deideologisasi yang diselenggarakan oleh Centre for Security and Forign Affairs Studies (CESFAS) Prodi Hubungan Internasional FISIPOL UKI di Gedung AB Lt.3 UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Angel yang juga menulis hasil risetnya dalam buku itu ingin menyampaikan kepada publik bahwa aksi radikalisme dan terorisme tidak hanya terjadi di dunia muslim. Bahkan di agama apapun juga memiliki kecenderungan terjadinya aksi-aksi teroris.

“Radikalsime dan terorisme tidak hanya ada dalam agama tertentu. Tapi agama apapun ada. Contohnya seperti tetjadi di Masjid Al-Nur Christchurch, New Zealand,” tandas Angel, Rabu (24/4/2019).

Dia juga mengamati kenapa radikalisme dan terorisme sering diidentikkan atau lebih dikenal di dunia muslim, karena menurutnya dalam agama Islam tidak mengenal batas negara. Mereka yang muslim memiliki solidaritas yang tinggi dan tersebar di berbagai negara di dunia.

“Sementara agama lain biasanya lebih memperhatikan batas-batas nation-state negara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Kementerian Agama Muhammad Zain mengatakan bahwa cara keberagamaan kaum Muslim selama ini kurang memerhatikan aspek lokalitas. Padahal, Indonesia adalah negara majemuk dengan berbagai kekayaan budaya lokal yang kebetulan merupakan negara dengan penduduknya kebanyakan adalah muslim.

“Sekarang kapus sedang berupaya menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Jawa dan Sunda. Kami sudah punya Al-Qur’an berbahasa Aceh, Bahasa Osing,” terang Zain yang juga menjadi pembicara dalam acara bedah buku tersebut.

Baca Juga:  Tangkal Radikalisme dengan Pengajian Sejuk

Pada acara bedah buku tersebut, hadir tiga orang penulis buku sebagai pembicara di antaranya Prof. Dr. Noorhaidi Hasan (Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Dr. Sri Yunanto (Staff Ahli Menkopolhukam), dan Angel Damayanti, Ph.D (Dekan FISIPOL UKI)

Sementara itu, hadir pula sebagai penanggap adalah Dr. Muhammad Zain (Kepala Litbang Kementerian Agama), dan M. Syauqillah, Ph.D (Ketua Prodi Kajian Terorisme Universitas Indonesia), yang langsung dimoderatori oleh Ruth Hana Simatupang, S.H., M.H., Ph.D (Wakil Direktur CESFAS UKI).-Mihrob

 


Like it? Share with your friends!

0
116 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.