31.3 C
Jakarta

Teknik Memunculkan Ide Tulisan dari Hal-hal Sederhana

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Memunculkan ide atau gagasan bagi seorang penulis pemula adalah suatu hal yang bisa dianggap susah-susah gampang. Dianggap gampang saat ide itu muncul sendiri tanpa dicari, dianggap susah saat ingin menulis tetapi ide itu tak kunjung muncul. Padahal jika ditelisik anggapan tersebut adalah suatu yang klise saja.

Salah satu persoalan dasar yang sering dialami bagi penulis pemula adalah cara mencari atau memunculkan ide. Namun sebenarnya jika kita mau berusaha dan berkenan meluangkan waktu, dengan lima atau satu menit saja kita dapat mendapatkan ide.

Saya akan mencoba menuliskan beberapa cara untuk memunculkan dan mendapatkan ide, dari hal-hal yang cukup sederhana.

Membaca Berita, Kemudian Cari Kata Kunci

Seperti yang kita tahu bersama kegiatan menulis tidak luput dari suatu kegiatan membaca. Selain membaca buku, kita juga bisa membaca berita, sebab di dunia digital ini segala informasi dengan cukup mudah bisa ditemukan. Salah satu penyedia sumber informasi yakni media mainstream, melalui para wartawan atau jurnalis, media setiap hari menyediakan informasi atau berita tentang keadaan, kejadian yang terjadi di suatu tempat. Baik itu fenomena alam, berita yang bersifat humanisme, politik, ekonomi, agama dan lainnya.

Dengan ketersediaan informasi tersebut, maka luangkanlah waktu untuk membaca satu, dua berita atau lebih. Kemudian cari kata kunci pada berita tersebut.

Saya beri contoh, ada berita yang berjudul “Bom Bunuh Diri di Kota A, Menewaskan 200 Orang,”. Dari berita tersebut kita cari kata kuncinya, yaitu bunuh diri. Kemudian setelah menemukan kata kunci, tahap selanjutnya adalah memunculkan pertanyaan-pertanyaan. Seperti, bagaimana bom bunuh diri dalam pandangan Islam?, apa motif pelaku atau seseorang melakukan bom bunuh diri?, mengapa pelaku melakukan bom bunuh diri di kota atau tempat tersebut? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Jadilah pertanyaan-pertanyaan itu ide dasar, hingga kemudian akan menjadi tulisan jika dikembangkan ide tersebut, caranya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dalam proses menjawab, tentu kita akan mencari bahan atau data-data. Hingga kemudian data-data tersebut kita olah, dan menyertakan sikap kita sebagai seorang penulis memandang isu atau topik tersebut.

Melihat Beranda Status Para Tokoh di Facebook

Keberadaan media sosial tentunya harus kita manfaatkan, salah satunya Facebook, kita bisa memunculkan ide dengan cara melihat status yang dibuat oleh para tokoh-tokoh besar yang aktif bermedia sosial. Mengapa harus tokoh-tokoh besar? Karena biasanya mereka (tokoh) tersebut tidak hanya sekadar menuliskan satu atau dua kalimat saja dalam status Facebooknya. Tetapi status yang dibuat seringkali berisikan tulisan panjang dalam menyikapi suatu hal. Keuntungannya adalah selain mendapatkan informasi atau pengetahuan baru, kita juga bisa belajar bagaimana cara menulis yang baik, bagaimana cara tokoh tersebut menyampaikan gagasannya melalui tulisan menjadi menarik dan enak untuk dibaca.

Selanjutnya cara untuk memunculkan ide yaitu dengan menanamkan dalam diri kita sikap skeptis, kita boleh sepakat dan boleh tidak sepakat dengan gagasan yang disampaikan tokoh tersebut dalam tulisan panjang status Facebooknya. Mengapa kita sepakat? Mengapa kita tidak sepakat? hal itu bisa jadi dasar kemunculan ide, atau sudut pandang baru dalam menyikapi suatu hal, dan berpeluang menjadi tulisan.

Dalam tulisan ini bukan berarti penulis membatasi bahwa satu-satunya sumber ide adalah tulisan status dari para tokoh, tetapi ide-ide muncul bisa dari status Facebook, WhatsApp, atau instagram dari teman-teman kita. Hanya saja dibutuhkan kepekaan dalam melihat dan menjadikannya ide dasar.

Cek Trending Topic Twitter

Cara selanjutnya dalam memunculkan ide adalah dengan melihat trending topik pada Twitter. Mungkin ini salah satu keunggulan Twitter dibandingkan dengan sosial media lainnya, yakni adanya fitur trending topik.

Dengan melihat trending topik Twitter kita akan mendapatkan sebuah isu atau topik yang sedang diperbincangkan oleh banyak orang sebagai pengguna sosmed. Ditambah jika kita lihat, tranding topik pada Twitter ini setiap hari akan berbeda-beda. Hingga kemudian kita akan terinspirasi untuk menanggapi topik atau isu yang sedang hangat diperbincangkan tersebut. Muncullah ide baru.

Merenung dan Berpikir

Merenung dan berpikir tidak harus di tempat sepi. Merenung tidak harus duduk dan berdiam diri, saat kamu bergerak seperti berjalan kita bisa merenung.

Dengan merenung kita sedang berusaha untuk memunculkan ide. Misalnya, kamu sedang naik motor dan berhenti di lampu merah. Kemudian melihat anak-anak kecil yang berusia delapan tahun, memegang koran, berjalan mendekati dan menawarkan koran kepada pengendara motor yang sedang berhenti. Spontan kamu merasa iba kepada mereka, dan berpikir bahwa anak sekecil itu seharusnya duduk di bangku sekolah dan belajar. Namun mereka anak-anak kecil yang kurang beruntung, pada jam sekolah, mereka harus bekerja, dan Berpanas-panasan menjadi seorang tukang loper koran.

Dari apa yang kamu lihat, kemudian direnungkan, muncul ide baru. Kemudian ada peluang untuk dituliskan. Cukup mudah bukan?

Ide akan tetap menjadi ide, jika kamu tidak menulisnya. Ide akan berubah jadi tulisan jika kamu melakukan praktik menulis untuk mengembangkan ide tersebut. Yakinlah bahwa sesuatu yang ada dalam hidup ini adalah sumber ide, saat kamu senang, saat kamu susah, saat kamu jatuh cinta, saat sedang patah hati, saat sedang gelisah, saat sedang bingung pun bisa jadi awal munculnya ide.

Contohnya seperti saya ini yang awalnya sedang bingung mau menuliskan apa, kemudian kebingungan yang saya alami, saya jawab dengan hadirnya tulisan ini. Semoga bermanfaat.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

900 Pejuang Suriah Pulang dari Nagorno Karabakh

Harakatuna.com. Damaskus - Lebih dari 900 pejuang Suriah pro-Turki telah kembali ke negara itu setelah berakhirnya pertempuran di daerah sengketa Nagorno-Karabakh. Hal itu diungkapkan pengawas perang Suriah yang...

Permohonan Maaf Habib Rizieq Bukti Revolusi Akhlak?

Kelihatannya memang benar, meski tak sepenuhnya setuju, bahwa kedatangan Habib Rizieq, sosok yang disebut sebagai Imam Besar ini, tidak lain sebagai salah satu faktor...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Tidak Ada Toleransi Bagi Teroris

Harakatuna.com. Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan tidak ada toleransi bagi teroris di Poso, Sulawesi Tengah, yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur...

Hukum Mengakses Wifi Tanpa Izin, Haramkah?

Di zaman serba canggih ini, kebutuhan akan akses internet sangat meningkat. Akses internet telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi layaknya kebutuhan sandang, papan...

Kampus Harus Berani Suarakan Kewaspadaan Penyebaran Paham Radikal

Harakatuna.com. Medan – Perguruan tinggi dengan para akademisinya aktif menyuarakan kewaspadaan penyebaran paham radikal intoleran serta memberikan pembelajaran literasi digital kepada mahasiswa dan generasi...

Melihat Poros Radikalisme di Tubuh Pendidikan dan Tafsir Remoderasinya

Bukan barang aneh dan baru di tubuh pendidikan tercemari paham radikalisme. Keterlibatan dan bersemayam paham radikal sudah lama dan nampaknya seolah menjadi model di...

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...