28.9 C
Jakarta

Tangkal Radikalisme, Direktur SKSG UI Minta Pelajar Tanamkan Moderasi Beragama

Artikel Trending

AkhbarNasionalTangkal Radikalisme, Direktur SKSG UI Minta Pelajar Tanamkan Moderasi Beragama
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta-Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia Athor Subroto mengimbau agar prinsip beragama yang moderat selalu dikumandangkan untuk meneruskan pola regenerasi di Indonesia yang dapat menangkal radikalisme dan terorisme.

“Ini (prinsip beragama yang moderat) harus disebar di seluruh Indonesia,” kata Athor Subroto saat menjadi pembicara kunci dalam webinar “Moderasi Beragama dalam Menangkal Paham Radikalisme di Kalangan Pelajar”, Jakarta, Jumat.

Indonesia dengan segala keberagaman, mulai dari agama, etnis, bahkan budaya memang rentan terpapar radikalisme. Sampai saat ini, ditemukan berbagai gerakan radikal yang memunculkan tindak kekerasan, seperti penyerangan, bahkan terorisme.

Keberagaman agama menjadi salah satu pemicu paling kuat dalam pembentukan gerakan radikalisme di Indonesia. Untuk menghindari dan menyelesaikan permasalahan itu, digaungkan moderasi beragama. Webinar yang diselenggarakan oleh SKSG UI tersebut bertujuan pula memberikan pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama bagi pelajar.

“Untuk menjaga ruh kebinekaan atau keberagaman, kita perlu selalu beragama secara moderat,” ucap Athor Subroto.

BACA JUGA  Perempuan Santri Harus Difasilitasi Agar Lebih Berdaya

Moderasi tersebut merupakan cara pandang dalam beragama secara moderat, yaitu memahami dan mengamalkan ajaran agama yang tidak ekstrem.

Menurut Athor Subroto, pola regenerasi yang menerapkan prinsip beragama moderat harus dipegang teguh dan terus dikawal di tengah pesatnya perkembangan ideologi.

Dia juga menyarankan agar generasi muda tidak memandang agama secara sempit. Mereka diimbau untuk memahami dengan baik tujuan beragama. Dengan begitu, generasi muda Indonesia tidak akan mengarah pada radikalisme.

Selain itu, Athor Subroto juga meminta agar generasi muda, khususnya para pelajar untuk tidak bersikap tak acuh terhadap teman, tetangga, ataupun saudara. Sikap tidak acuh yang menjadi representasi sikap individualistis itu merupakan salah satu penyebab tumbuhnya benih-benih tindakan kekerasan, seperti terorisme.

Sikap tersebut, menurut Athor, juga penting untuk dilakukan di masa kini ketika masyarakat, khususnya mereka di perkotaan tampak “haus” terhadap perubahan. Contohnya, fenomena hijrah menjadi lebih agamis yang mudah untuk ditemukan.

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru