26.8 C
Jakarta

Tanda Orang Beriman Adalah Bersikap Inklusif

Artikel Trending

Asas-asas IslamAkhlakTanda Orang Beriman Adalah Bersikap Inklusif
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Sebagai orang yang beriman kepada Allah, tentu kita harus melakukan amal saleh sebagai bukti kita telah beriman. Beriman tentu tidak hanya sekedar keyakinan, melainkan juga amal saleh secara nyata. Salah satu amal saleh yang harus dilakukan oleh seorang yang beriman adalah bersikap inklusif.

Inklusif adalah suatu sikap yang mengedepankan keterbukaan untuk menerima dan menghargai orang lain. Sedangkan lawan dari inklusif adalah eksklusif yaitu perbuatan yang menutup diri dari orang lain karena perbedaan cara pandang dalam kehidupan bermasyarakat.

Rasulullah dalam hadisnya menjelaskan dengan amat nyata bahwa salah satu ciri orang yang beriman adalah bersikap inklusif. Orang yang beriman harus mau menerima keberadaan orang lain, dan berusaha agar keberadaannya juga diterima oleh orang lain.

المُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ وَلَا خَيْرَ فِيْمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ، وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: “Seorang mukmin itu adalah yang bisa menerima dan diterima orang lain, tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menerima dan tidak bisa diterima orang lain. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”. (HR. Thabrani, 6026).

Dalam hadis ini, sangat jelas bahwa Rasulullah mendefinisikan seorang yang beriman adalah yang bisa menerima dan diterima oleh orang lain. Bahkan dalam hadis tersebut Rasulullah menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada kebaikan sama sekali bagi orang yang tidak bisa menerima dan diterima oleh orang lain.

BACA JUGA  Berikut Cara Tidur Sehat Menurut Rasulullah

Melawan Sifat Eksklusif Beragama Dengan Sikap Inklusif

Jika diperhatikan sekarang ini, banyak sekali umat muslim yang justru berlaku eksklusif dan menghindari sikap inklusif. Beberapa kelompok orang Islam dengan jelas ada yang menolak keberadaan kelompok Islam yang lain. Suatu yang amat menyedihkan adalah ketika ada seorang muslim yang melaksanakan sholat di masjid suatu kelompok, setelah selesai masjid tersebut langsung dibersihkan oleh kelompok tersebut, hanya karena orang yang sholat tersebut berbeda paham dan kelompoknya. Ini tentu ironis sekali.

Dalam hadis di atas, bahwa kebaikan hanya bisa didapat dengan bersikap inklusif, tentu sikap eksklusif adalah awal dari perbuatan yang bertentangan dengan kebaikan. Amatilah, awal mula seseorang berpaham intoleran dan ekstrem adalah berawal dari sikap eksklusif ini. Lahirnya para teroris yang merupakan musuh agama itu lahir dari sikap eksklusif terhadap masyarakat.

Walhasil sebagai orang yang beriman, kita wajib untuk bersikap inklusif terhadap masyarakat. kita harus bisa menerima dan diterima di masyarakat. Karena hanya dengan demikian kita akan menjadi orang yang beriman seperti yang diharapkan oleh Rasulullah. Wallahu A’lam Bishowab.

Ahmad Khalwani, M.Hum
Ahmad Khalwani, M.Hum
Penikmat Kajian Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru