24 C
Jakarta

Takwa dan Relasi Sosial

Artikel Trending

KhazanahOpiniTakwa dan Relasi Sosial
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Setiap Rasul membawa ajaran yang sama, yaitu tauhid, menuju tahap takwa. Tuhan itu satu bukanlah persoalan matematis sehingga satu bermakna bukan dua, tiga, dan seterusnya. Tuhan itu satu berarti selain-Nya bukan Tuhan. Inilah intinya.

Tauhid juga tidak sekadar meyakini bahwa Allah itu Tuhan, tapi lebih tegas lagi meyakini bahwa hanya Allah itulah Tuhan. Menuhankan Allah dan hanya menuhankan Allah itu beda yaaa.

Implikasi dari hanya menuhankan Allah dalam kehidupan kongkrit inilah yang membuat panggung sejarah para Rasul gegap-gempita. Allah itu berkuasa secara mandiri (qiyamuhu binafsihi), maka manfaat hanya menuhankan-Nya pasti kembali pada manusia dan makhluk lainnya.

Hanya menuhankan Allah itu artinya tidak akan menghalalkan segala cara terlarang demi tunduk mutlak pada apa pun, baik harta, kekuasaan, libido, maupun lainnya. Atau pada siapapun, baik bos, pimpinan, orang tua, suami, bahkan budak pada pemiliknya saat sistem perbudakan masih ada kala itu. Tidak ada ketaatan pada makhluk dalam maksiat pada Sang Khaliq.

Karenanya, jati diri manusia hanya sebagai hamba Allah ini paralel dengan amanah melekat sebagai pemimpin di muka bumi (Khalifah fil Ardl). Manusia punya mandat melekat untuk mewujudkan kemaslahatan di muka bumi.

Konotasi Takwa

Tauhid kita pada Allah yang punya daya dorong kuat untuk melahirkan kemaslahatan dan punya daya tahan kokoh dari berbuat mafsadat pada makhluk-Nya. Inilah yang disebut dengan takwa. Takwa juga bisa dimaknai dengan iman kepada Allah yang mendorong perilaku baik (amal saleh) dan mencegah prilaku buruk kita pada makhluk-Nya.

Jadi takwa tidak hanya ditentukan oleh hubungan baik kita dengan Allah, tetapi juga hubungan baik kita dengan makhluk-Nya. Allah mengingatkan bahwa orang yang paling mulia di sisi-Nya adalah yang paling bertakwa (al-Hujurat [49]: 13) dan Rasulullah Saw mengingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

BACA JUGA  Melihat Kekerasan Seksual dan Seks Bebas Sebagai Pemicu Maraknya Paham Radikal di Kampus

Tidak heran jika banyak benar ayat dan hadis yang menghubungkan takwa dg relasi antar hamba. Dalam QS. al-Maidah[5]: 8 Allah Swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Kualitas ketakwaan kita pada Allah ditentukan oleh sejauhmana kita bisa tetap adil pada manusia terutama pada orang yang kita benci.

Hadis: Bertakwalah kalian kepada Allah dalam memperlakukan istri, karena sesungguhnya kalian meminang mereka dengan amanah Allah dan menghalalkan vagina mereka dengan kalimat Allah (Muttafaq alaih)

Kualitas ketakwaan seorang suami ditentukan oleh sikap baiknya pada istri selama perkawinan. Demikian pula sikap baik istri pada suami juga menentukan ketakwaannya pada Allah. Keduanya diminta untuk terus bergaul secara bermartabat (mu’asyarah bil ma’ruf), bahkan ketika sedang benci (QS. an-Nisa [4]: 19).

Semoga kita semua bisa terus menjaga ketakwaan pada Allah dalam setiap tindakan kita kepada siapa saja, kapan saja, di mana saja, dan sebagai apa saja. Semoa jugaa bisa selalu memastikan tindakan kita  bermanfaat buat diri sendiri sekaligus pihak lain seluas-luasnya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Wallahu A’lam bi ash-Shawab…

(Tulisan ini pernah dimuat di laman Islami.co, dan dimuat ulang atas izin penulis)

Dr. Nur Rofiah Bil Uzm, M.Sc, Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta.

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru