Tafsir Surah Al Quraish Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi


0
17 shares

Al Qur’an merupakan petunjuk untuk umat manusia agar mereka mendapatkan keridaan Allah Swt. yang sebagian berupa kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun, ayat-ayat dalam Al Qur’an harus ditafsirkan atau dijelaskan terlebih dahulu agar dapat dipahami dan diamalkan oleh umat.

Petunjuk yang dimuat dalam Al Qur’an terdiri dari beberapa aspek kehidupan, seperti peribadatan, sosial, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Misalnya, ayat-ayat dari Surah Al Quraisy yang memuat pedoman di bidang perekonomian.

Dalam kitab tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia surah Quraisy ditafsirkan dari sudut pandang ekonomi.

Surah Al Quraisy memuat beberapa pedoman yang tersirat di bidang perekonomian. Apabila pedoman-pedoman yang terdapat dalam surah Al Quraisy itu dilaksanakan, niscaya akan membawa kemakmuran, dan kesejahteraan pada diri seseorang maupun kemakmuran dan kesejahteraan dalam masyarakat serta akan menyebabkan kesuksesan dalam pembangunan suatu negeri.

Pedoman-pedoman dalam bidang perekonomian yang tersirat dalam surah Al Quraisy diambil dari beberapa kata yang terdapat dalam surah tersebut, diantaranya ialah

  1. Membiasakan melakukan perekonomian sesuai dengan aturan-aturan yang telah diajarkan dan ditradisikan secara turun-temurun yang telah menjadi sebuah pengalaman dan telah terbukti berhasil kesuksesan. Pepatah berkata, “pengalaman ialah sebaik-baiknya guru.” Pedoman ini tersirat dari kalimat li ilaf yang artinya karena kebiasaan. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy yang dari dulu melakukan perdagangan, dan kebiasaan itu telah menjadi suatu tradisi yang memiliki aturan-aturan yang dihasilkan oleh pengalaman mereka ketika berdagang.
  2. Memelihara nama baik. Pedoman untuk memelihara nama baik tersirat dalam kalimat Quraisy. Dalam ayat tersebut disebutkan suku Quraisy, mengapa suku Quraisy ?, karena Quraisy merupakan suku yang paling mulia, dan dari mereka itulah lahir Nabi Muhammad Saw. Bangsa Arab adalah bangsa yang suka membangga-banggakan suku atau kabilahnya, mereka akan berusaha agar sukunya unggul diantara suku-suku lainnya. Dan salah satu modal mereka dalam berdagang ialah dengan menunjukkan dirinya sebagai bagian dari suku-suku yang mulia atau terpandang. Quraisy memang dikenal sebagai suku yang jujur, tak pernah berdusta, amanah, menepati janji dan selalu bersikap adil. Maka seorang yang ingin menjalankan suatu bisnis haruslah menjaga nama baiknya dalam masyarakat agar ia mendapatkan kepercayaan dari masyarakatnya. Kepercayaan masyarakat merupakan modal besar untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis.
  3. Mengembangkan jaringan bisnis secara meluas ke berbagai wilayah. Pedoman ini tersirat dalam kalimat rihlah yang artinya berpergiaan. Kebiasaan suku Quraisy dalam berdagang diantanya ialah mereka sering sekali melakukan berpergiaan untuk berdagang, seperti ke Syam, Ethiopia, Kufah. Suku Quraisy biasa mengembangkan jaringan dagangnya hingga keluar dari negerinya, dan hasilnya mereka memiliki jaringan yang tersebar di berbagai wilayah. Sehingga ketika mereka ingin melakukan perniagaan yang selanjutnya, mereka telah memiliki pelanggan atau rekan bisnis. Maka hendaknya seorang pembisnis mengembangkan jaringan bisnisnya seluas-luasnya atau bahkan keluar wilayahnya. Dan menjalin hubungan yang baik dengan rekan bisnis yang ada di luar wilayahnya merupakan kunci dari pengembangan bisnisnya agar semakin meluas keberbagai wilayah.
  4. Memperhatikan situasi keadaan yang menguntungkan. Ia harus memperhatikan situasi dan kondisi tempat ia berbisnis. Pedoman ini tersirat dalam kalimat asy syita’i wa ash sha’if yang artinya pada musim dingin dan musim panas. Suku Quraisy pun mengatur arah dan tujuan dagang mereka, misalnya pada musim dingin mereka melakukan perjalanan dagangnya ke arah selatan, seperti ke negeri Yaman, dan pada musim panas mereka melakukan perjalan dagangnya ke arah utara, seperti ke negeri Syam. Seorang pembisnis harus pandai mengatur strategi bisnisnya, misalnya mengetahui musim, hal-hal apa saja yang dibutuhkan seorang konsumen sesuai dengan musimnya, dan lain sebagainya, seorang pembisnis harus mengetahui hal itu.
Baca Juga:  Mengurai Makna Surah al-Mulk (Bagian-III)

Keempat prinsip ekonomi yang tersirat dalam surah Al Quraisy, apabila diterapkan dalam kehidupan, niscaya akan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan yang menyeluruh. Namun, kemakmuran dan kesejahteraan itu hendaknya digunakan untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt.

Dan siapapun yang menggunakan kenikmatan dari Allah untuk ketaatan kepada-Nya, niscaya Dia akan menambahkan kenikmatan untuk orang tersebut.

Muhammad Fani

 


Like it? Share with your friends!

0
17 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
1
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.