Sumber dari Segala Hoax


Hoax adalah suatu kata yang muncul diera milenial, secara umum hoax diartikan sebagai berita dusta yang disebarkan untuk menimbulkan suatu kegaduhan. kata zaman dahulu diera Nabi Muhammad yang sepadan untuk menggambarkan pengertian yang sama dengan hoax adalah fitnah. 

Fitnah menurtut pengertian KBBI adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebartkan untuk menjelekkan orang, atau suatu perbuatan yang menimbulkna kekacauan.

Di era milenial hoax diproduksi secara masal kepada masyarakat dengan cara kontinyu, sehingga apabila hal ini terus-menerus disebarkan sesuatu yang dulunya dikatakan bohong bisa menjadi suatu kebenaran menurut masyarakat. Inilah dampak bahaya daripada hoax. Hoax ternyata bisa menyerang siapa saja tanpa peduli, virus hoax tidak mengenal siapapun itu untuk ditipudaya, baik dari kalangan akademisi ataupun agamawan, semuanya bisa terkena hoax.

Oleh karenanya untuk mengkonter hoax dari peredarannya dibutuhkan nalar kritis dari setiap masyarakat untuk melawannya, salah satu upaya untuk melawan hoax adalah dengan cara saring sebelum share. Jika dilakukan penelitian secara sederhana maka hoax diproduksi untuk mencapai suatu tujuan dengan cara yang tidak dibenarkan. 

Akan tetapi jika menggunakan pendekatan wahyu bahwasanya sumber dari segala sumber hoax adalah penolakan terhadap membayar zakat. Nabi Muhammad bersabda pangkal dari dari semua kerusakan adalah cinta terhadap dunia, dan pangkal dari segala fitnah adalah menolak membayar zakat.

Berdasarkan hadis ini ada kaitanya antara hoax dan penolakan terhadap membayar zakat, bahkan nabi Muhammad menekankan dengan menggunakan dua istilah zakat yang ditolak, pertama adalah Usyr dan yang kedua adalah Zakat. 

Usyr adalah zakat dalam artian khusus, yaitu zakat untuk hasil pertanian dan buah-buahan, sedang zakat yaitu mencangkup seluruh harta yang wajib dikeluarkan untuk membersihkan diri. Oleh karenanya Usyr merupakan bagian dari zakat.

Sudah menjadi ketentuan bahwa zakat adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim, akan tetapi kewajiban yang dilakukan hanya terpenuhi untuk zakat fitrah saja, sedangkan untuk zakat mal jarang sekali diperhatikan, berapa banyak orang kaya yang sudah mampu, dan mencukupi secara nishob dan khoul tidak membayar kewajibannya berupa zakat mal. 

Dengan terabaikannya kewajiban membayar zakat inilah sumber dari segala sumber hoax terjadi, terlebih di era milenial, hoax bahkan sudah tersebar setiap detik di media social tanpa terbendung. Dengan demikian salah satu cara untuk mengurangi hoax adalah usaha untuk menggerakan umat untuk membayar zakat. 

Baca Juga:  Konsep Muhrim dan Mahram

Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka