26.3 C
Jakarta
Array

Sujud Sebagai Simbol Bersyukur

Artikel Trending

Sujud Sebagai Simbol Bersyukur
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Sujud Sebagai Simbol Bersyukur

Dewasa ini pemandangan sujud syukur sudah sering kita jumpai di layar kaca, terutama pada sebuah pertandingan olahraga. Bahkan beberapa tahun silam sujud syukur menjadi ‘selebrasi wajib’ bagi punggawa Muslim Tim Nasional U-19 yang pada akhir kejuaraan sukses menggondol thropyInternasional pertama kali bagi Indonesia di cabang olahraga sepakbola. Pun sama halnya bagi pemain-pemain Muslim di dataran Eropa, meski menjadi minoritasmereka kini tak canggung dan malu untuk mengekspreksikan rasa syukurnya di tengah lapangan dengan bersujud.

Sujud merupakan keadaan dan posisi terbaik seorang hamba di depan Tuhannya. Sehingga bersujud menjadi waktu terbaik dan terdekat dengan Sang Maha Pencipta. Pada saat itu juga perasaan emosi manusia akan terasa sangat mendalam untuk menumpahkan rasa sykur atas bahagia yang dia dapat. Lalu bagaimana tuntunan fikih dalam bersujud syukur? Sahkah para atlet memeragakan sujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur terhadap apa yang mereka capai?

Sebagaimana sujud tilawah, Islam juga mensyariatkan sujud syukur.Sujud syukur dilakukan saat merasakan kegembiraan akrenamemperoleh suatu karunia ataupun nikmat yang didapat.Terkadang juga sujud syukurdilangsungkan ketika terhindar dari suatu bencana atau mara bahaya.

Ritual sujud syukur ini berlandaskan hadis yang diriwayatkan dalam enam kitab induk hadis (al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, al-Tirmidzi, Ahmad) kecuali al-Nasa’i melalui jalur Abu Bakrah bahwa Nabi sawsaat mendengar suatu berita yang menggembirakan beliaulangsung bersujud. Dalam riwayat lain dari jalur Abdurrahman bin ‘Auf bahwa Nabi saw pernahbersujud syukur. Setelah selesai sujud syukur beliau berkata, “sungguh Jibril mendatangiku dan menyampaikan berita gembira kepadaku maka akupun bersujud syukur kepada Allah swt.”Menurut salah satu riwayat berita gembira itu adalah kabar bahwa Allah swt akan bershalawat (memberi rahmat) 10 kali bagi orang yang telah bershalawat kepada beliau saw.

Ibnu al-Qayyim al-Jauwziyyah dalam kitabnya Zâd al-Maʻâd fî Hady Khair al-ʻIbâd (1998) menerangkan bahwa sujud syukur menjadi kebiasaan baik para sahabat.Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Baihaqî, Abu Bakar al-Shiddîq pernah bersujud saat mendengar kabar terbunuhnya Musailamah al-Kadzdzâb, seseorang yang mengaku-ngaku mendapat wahyu.Dalam musnad Ahmad juga dicantumkan bahwa Ali bin Abi Thâlib bersujud syukur saat mendapati tewasnya Dzâ al-Tsudayyah, seorang anggota khawarij. Ibnu al-Qayyim melanjutkan, semua riwayat-riwayat tersebut validitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

Syarat sah sujud syukur ada lima: 1. niat, 2. menghadap kiblat,3. menutup aurat, 4. suci dari hadas, 5. suci dari najis.Langkah-langkah yang dilakukan dalam sujud syukur sebagai berikut:

  1. Menghadap kiblat
  2. Takbiratul ihram bersamaan dengan niat (disunnahkan mengangkat kedua tangan)
  3. Membaca takbir ketika turun sujud
  4. Sujud dengan membaca doa sebagaimana berikut:

اللهملَكَسَجَدْتُوَلَكَرَكَعْتُوَبِكَآمَنْتُسَجَدَوَجْهِيَلِلَذِيْخَلَقَهُوَصَوَّرَهُوَشَقَّسَمْعَهُوَبَصَرَهُبِحَوْلِهِوَقُوَّتِهِفَتَبَارَكَاللهُأَحْسَنُالخَالِقِيْنَ.

Ya Allah aku sujud untuk-Mu, aku ruku’ karena-Mu dan beriman pada-Mu. Ku sujudkan wajahku bagi dzat yang telah menciptakannya, yang membentuknya, yang memberinya pendengaran dan penglihatan. Semua itu dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha berkah Allah pencipta yang paling baik.HR. Muslim, Abu Daud, Al-Tirmidzi, al-Nasa’i dan Ahmad.

Boleh juga ditambahi dengan doa riwayat al-Tirmidzi dari jalur Ibnu Abbas ra:

اللهماكْتُبْلِيْبِهَاعِنْدَكَأَجْرًا. وَاجْعَلْهَالِيعِنْدَكَذُخْرًا. وَضَعْعَنِّيبِهَاوِزْرًا. وَتَقَبَّلْهَامِنِّيْكَمَاتَقَبَّلْتَهَامِنْعَبْدِكَدَاوُدَ

Ya Allah, tulislah sujudku menjadi pahala di sisi-Mu. Jadikan sujud ini menjadi simpanan amalku. Hapuslah keslahanku. Terimalah sujudku seperti engkau menerima sujud Nabi Daud.

Boleh-boleh sajajika membaca bacaan sujud yang biasa dibaca dalam shalat.

  1. 5. Membaca takbir ketika ketika kembali duduk
  2. 6. Salam

Ketentuan dan tata cara sujud syukur di atas juga berlaku bagi sujud tilawah baik di dalam maupun luar shalat. Namun sujud syukur hanya bisa dilakukan di luar shalat saja.

Lalu bagaimanakah sujud syukur yang sering ditampilkan oleh para seniman lapangan olahraga? Apakah sudah disahkan oleh hukum agama? Jika dilihat dari kaca mata hukum agama Islam, ritual sujud syukur yang dilakukan minimal harus memenuhi lima syarat yang telah disebutkan (1. niat, 2. menghadap kiblat, 3. menutup aurat, 4. suci dari hadas, 5. suci dari najis).Jika salah satunya tidak terpenuhi maka keabsahan sujud syukur mereka tercederai.Tidak mengapa jika mereka tidak melakukan enam langkah di atas. Namun yang paling pokok terpenuhinya lima syarat utama tersebut menjadi garansi legalitas ritual ini. Ada tiga syarat sujud syukur yang sering terlupakan –jika enggan menyebut tidak mengerti- yakni menghadap kiblat, menutup aurat dan suci dari hadas.Tiga syaratini cukup berat untuk dipenuhi dan tidak jarangdiabaikan oleh kebanyakan orang.

Lantas jika sujud syukur tidak memenuhi syarat dan ketentuan haruskah dihindari?Lebih baik menghindari sebuah ritual ibadah yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum agama. Meskipun sebenarnya dibalik selebrasi sujud syukur yang ditampilkan di depan khalayak mempunyai nilai dakwah dan syiar bagi agama Islam. Alangkah baik dan indahnya jika nilai dakwah dan syiar itu didasari dan dibekali dengan pengetahuan hukum agama. [Admin]

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru