28.3 C
Jakarta

Sudan Bakal Normalisasi dengan Israel?

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Ditengah banyaknya negara-negara Arab melakukan normalisasi dengan Israel. Kali ini Sudan menyatakan akan siap menerima ajakan Israel melalui bantuan lobi Amerika Serikat (AS) untuk menormalisasi dengan Israel. Hal ini menambah daftar negara-negara Arab yang berdamai dengan Israel.

Keputusan Sudan ini tentu perlu dipertanyakan. Pasalnya, Sudan sebelumnya menolak ajakan AS untuk menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Israel. Maka, kebijakan Sudan ini tak lepas dari “bujukan” AS dengan berbagai persyaratan yang mesti dipenuhi.

Menurut informasi, Ketua Dewan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan, Senin (21/9/2020), di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menggelar perundingan intensif dengan delegasi AS dan sejumlah pejabat UEA. Mereka tengah membahas tentang kemungkinan membuka hubungan diplomatik Sudan-Israel secepat mungkin.

Normalisasi Sudan-Israel?

Kebijakan yang diambil Sudan untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel bukanlah sebuah keputusan singkat. Ada diskusi dan dialog intensif terkait bagaimana kebijakan pemerintah Sudan yang mesti diambil.

Pertemuan Burhan didampingi Menteri Peradilan Sudan Nasreldin Abdelbari, dan sejumlah pejabat tinggi Sudan dengan pejabat AS-UEA terkait isu pembukaan hubungan resmi Sudan-Israel akan segera dieksekusi secara cepat.

Apalagi situasi Sudan yang dililit oleh krisis ekonomi. Hal tersebut membuat Sudan harus keluar dari jeratan situasi itu. Maka, Sudan siap untuk berdamai dan membuka hubungan diplomatik secara resmi dengan beberapa persyaratan yang diajukan.

Pihak Sudan mengajukan persyaratan, diantaranya yakni, AS diminta segera memproses pencabutan Sudan sebagai negara pendukung teroris.

Selain itu, AS harus segera mencairkan paket bantuan 3,2 miliar dollar AS kepada Sudan. Paket bantuan itu dengan rincian 1,2 miliar dollar AS untuk bantuan logistik darurat yang akan disalurkan kepada korban banjir akibat meluapnya Sungai Nil di Sudan dan 2 miliar dollar AS berupa kredit lunak.

Tidak hanya itu, komitmen AS dan UEA menyalurkan bantuan rutin kepada Sudan selama tiga tahun mendatang juga menjadi salah satu persyaratan yang mesti dipenuhi oleh AS.

Beberapa persyaratan yang telah diajukan Sudan kepada AS tengah didiskusikan dan menunggu AS menyetujuinya. Ini artinya AS berada di pihak yang menentukan arah keputusan Sudan untuk membuka hubungan diplomatik secara resmi.

Jika AS mengiyakan persyaratan tersebut, maka normalisasi Sudan dan Israel akan terjadi dengan mulus, tanpa ada hambatan yang berarti.

Perubahan Orientasi

Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok bakal mendukung Ketua Dewan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan untuk mengambil keputusan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, jika AS memenuhi semua persyaratan yang diminta Sudan.

Sebelumnya, Hamdok juga pernah bertemu dan berdialog dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membahas mengenai normalisasi Sudan dengan Israel, (25/8), yang lalu. Hingga akhirnya pertemuan itu membuahkan hasil saat ini.

Memang, sejak Dewan Transisi Sudan pimpinan Abdel Fattah al-Burhan terbentuk, kebijakan luar negeri dan orientasi hubungan internasional Sudan mengalami perubahan luar biasa. Perubahan tersebut sangat terlihat, ketika Burhan bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Entebbe, Uganda, 3 Februari. Dalam hal ini, UEA disinyalir ikut berperan dalam mengatur pertemuan Burhan-Netanyahu itu.

Bahkan, pertemuan tersebut dikecam keras oleh para pengunjuk rasa di Sudan. Burhan pasca pertemuan tersebut menyatakan keraguan mengenai isu normalisasi hubungan yang terlalu cepat dengan Israel. Meskipun pesawat Israel tidak lama lagi akan memulai penerbangan melewati wilayah udara Sudan.

Melihat kondisi tersebut, maka perubahan orientasi dan kebijakan luar negeri Sudan mengalami perubahan besar. Hal ini yang kemudian membuat Sudan memutuskan bakal membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Persoalan ekonomi dan instabilitas politik membuat Dewan Transisi Sudan harus melakukan kebijakan penting dan massif bagi perubahan politik dalam negeri Sudan. Termasuk dengan menormalisasi dengan Israel. Keputusan ini juga bakal mengubah arah jalan politik Sudan kedepan.

UEA, Bahrain, dan Sudan memutuskan untuk membuka hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Apakah negara-negara Arab lainnya juga akan menyusul?

Perubahan nyata terjadi dalam konstelasi geopolitik Timur Tengah yang semakin kompleks. Normalisasi negara-negara Arab-Israel adalah awal mula perubahan itu.

Firmanda Taufiq, Mahasiswa S3 Kajian Timur Tengah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

HRW Tuntut Arab Saudi Putuskan Status Muslim Uighur Ditahan

Harakatuna.com. New York – Human Rights Watch (HRW) telah meminta pihak berwenang Arab Saudi untuk “segera mengklarifikasi” status Muslim Uighur dari minoritas etnis Uighur...

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XI): Kurnia Widodo Korban Paham NII

Sebut saja saya Kurnia Widodo. Saya Lahir di Medan tahun 1974. Masa kecil saya dilalui seperti anak-anak pada biasanya. SMA saya awalnya ditempuh di...

Densus 88 Ringkus Teroris Pembuat Bom Taufik Bulaga

Harakatuna.com. Bandar Lampung - Polri buka suara soal penangkapan teroris Taufik Bulaga oleh Densus 88 Antiteror di Kampung Sribawono, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah....

Beginilah Hukum Shalat Sambil Memakai Sandal

Di zaman nabi dahulu, pelaksanaan shalat sambil menggunakan sandal lumrah terjadi. Pasalnya, masjid kala itu tidak berlantai ubin seperti masjid-masjid di zaman sekarang. Sehingga...

Waspadai Ideologi Radikal yang Disusupkan di Konten Medsos

Harakatuna.com. Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, meminta masyarakat mewaspadai penyebarluasan ideologi radikal terorisme yang banyak...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...