Stempel Organisasi dan Sunah Nabi


Di zaman yang serba modern ini, setiap oraganisasi, instansi maupun kelompok pasti memiliki stempel. Stempel selain melambangkan identitas suatu organisasi juga berfungsi sebagai validasi atau pengesah suatu dokumen yang dikeluarkan oleh oraganisasi.

Dokumen atau surat yang telah dikeluarkan oleh suatu organisasi, akan tetapi tidak dibubuhkan stempel organisasi tersebut maka sudah otomatis dokumen tersebut dianggap tidak valid, atau bahkan bisa saja dokumen tersebut dikatakan palsu.

Stempel selain sebagai validasi sebuah dokumen, juga akan membuat kepercayaan pihak yang menerima dokumen lebih meningkat. Bahkan sekarang stempelpun tidak hanya digunakan organisasi saja, setiap individu pun bisa memiliki stempel, terbukti bagi para pengoleksi buku, yang memiliki perpustakaan pribadi. biasanya mereka akan membubuhkan stempel pada setiap bukunya. Hal ini dilakukan agar buku tersebut resmi menjadi miliknya dan yang jelas stempel ini menjaga keamaan buku agar ketika dipinjam bisa dikembalikan.

Ternyata apabila kita telusuri, budaya stempel sebagai bentuk identias pribadi maupun kelompok telah dilakukan oleh Nabi Muhammad. Dalam hadist Shohih Bukhori Nomor 63 pada bab metode munawalah dan surat-surat para ahli ilmu ke berbagai negeri. Dalam hadist tersebut Anas bin malik bercerita bahwa Nabi Muhammad menulis surat atau bermaksud menulis surat, lalu dikatakan kepada beliau, bahwa mereka tidak akan membaca tulisan kecuali tertera stempel. Maka Nabi Muhammad membuat stempel yang terbuat dari perak yang bertanda Muhammad Rosulullah. Seakan-akan aku melihat warna putih pada tangan beliau. Lalu aku bertanya kepada qotadah, siapa yang membuat tanda Muhammad Rosulullah..? jawabnya Anas.

Dari hadist ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa untuk memperkuat validasi surat yang ditulis nabi (nabi menyuruh sahabatnya untuk menulis surat, dikarenakan memang nabi tidak bisa membaca atau menulis), nabi membubuhkan stempel yang menunjukan identitas dirinya, hal ini ditujukan agar surat yang beliau kirim dibaca oleh pihak penerima.

Baca Juga:  Ketika Al-Ghazali Bersua Nabi Musa

Dengan demikian membuat stempel adalah termasuk sunah Nabi, oleh karenanya barang siapa membuat stempel dengan tujuan untuk mengikuti sunahnya maka akan mendapatkan pahala.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka