26.8 C
Jakarta

Status Penusuk Syekh Ali Jaber Orang Gila, Benarkah?

Artikel Trending

AkhbarNasionalStatus Penusuk Syekh Ali Jaber Orang Gila, Benarkah?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta- Sosok penusuk Syekh Ali Jaber masih manjadi misteri, sebagian orang termasuk keluarganya menganggap pelaku AA (24) status gila, benarkah? Lantas bagaimana komentar masyarakat kediamannya tinggal? Berdasarkan penuturan sejumlah warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, mengatakan, tidak mengenal dekat dengan pelaku penikaman Syekh Ali Jaber AA (24). Menurut Jumawan, Ketua RT 007 Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat Bandarlampung, Senin, pelaku diketahui baru tinggal di lingkungannya.

“Anak ini (pelaku) mungkin baru sekitar baru satu pekan tinggal di RT 007 ini, di rumah kakeknya,” kata dia sebagaimana dilansir Republika, Selasa, (15/9/2020).

Namun, ia mengakui bahwa pelaku penusukan Syekh Ali Jaber tersebut merupakan kelahiran di daerahnya. Selama ini pelaku tinggal bersama pamannya di Kabupaten Mesuji. “Kaget juga kalau pelaku itu tinggal di sini karena baru tahu kemarin saat penusukan terjadi,” kata dia.

Terkait pelaku memiliki penyakit gangguan jiwa seperti pengakuan keluarganya, Jumawan mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu yang bersangkutan ada gangguan jiwa atau tidak,” kata dia.

Hal serupa diungkapkan oleh Warga Sukajawa lainnya Andika yang mengaku tidak mengenal pelaku penusukan Syekh Ali Jaber tersebut. “Enggak kenal saya, tapi katanya ini…katanya namanya Alfin, dia warga Sukajawa, tapi di sebelah sana naik ke atas dikit,” kata dia

Sementara itu, Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan bahwa pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka  “Tersangka kita kenakan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman maksimal penjara lima tahun. Jadi tersangka sudah ditahan di rutan Polresta,” kata dia.

Terkait hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku, Kapolresta mengatakan bahwa hingga saat ini masih berdasarkan keterangan dari pihak keluarga yang bersangkutan bahwa sejak 2016 anak ini mengalami stres disebabkan ibunya yang bekerja di Hong Kong menikah lagi.

BACA JUGA  Belasan Anggota Khilafatul Muslimin di Metro Ikrar Setia NKRI

“Tapi kami sebagai penyidik tidak mempercayai sepenuhnya keterangan keluarga pelaku sehingga kita berkoordinasi dengan Biddokes Polda Lampung, dan juga memanggil dokter psikiater dan kejiwaan dari Jakarta untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar gangguan jiwa,” kata dia.

Menurutnya, dalam keterangan dokter dari Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa setelah diperiksa, memang ada indikasi ke arah sana. Namun hal itu masih jauh dari gangguan kejiwaan.

“Pelaku belum kami hantarkan ke rumah sakit jiwa dan pemeriksaan kejiwaannya pun belum dilaksanakan. Ini tidak serta merta langsung diantarkan ke rumah sakit jiwa karena ada banyak item yang harus dilengkapi,” kata dia

Permbunuhan Berencana atau Spontan?

Pasca penikam Syekh Ali Jaber, berita ini menjadi trend topic berbagai media dan pembicaraan publik di media termasuk medsos. Menanggapi fenomena tersebut, salah seorang Penyidik senior KPK, Novel Baswedan ikut menanggapi peristiwa penusukan yang terjadi pada Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung pada Ahad (13/9/2020). Novel lebih menyoroti masalah hukum dari peristiwa tersebut.

Novel memaparkan perbedaan mendasar antara perbuatan melanggar hukum yang dilakukan secara spontan dan terencana.

“Spontan krn halusinasi itu bila tiba2 memukul, bila menikam dgn pisau itu berencana krn ada persiapan utk bawa pisau,” katanya lewat akun twitter yang dikutip pada Senin (14/9).

Ia juga menegaskan investigasi yang dilakukan aparat tidak boleh membuat kesimpulan tanpa basis bukti.

“Bila digeledah akan banyak bukti yang didapat,” katanya.

Novel pun mendoakan agar Syekh Ali Jaber lekas sembuh dari luka tusukan tersebut. “Semoga Syeh Ali Jabar lekas sembuh,” katanya.

Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen dan Ketua PC Ansor Pidie Jaya, Aceh.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru