30.3 C
Jakarta

SKSG Upayakan Penyelesaian Terhadap Isu Global Melalui Konferensi Internasional Bersama Akademisi Internasional

Artikel Trending

AkhbarInternasionalSKSG Upayakan Penyelesaian Terhadap Isu Global Melalui Konferensi Internasional Bersama Akademisi Internasional
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Istanbul – Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) bekerja sama dengan Istanbul Medipol University dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Istanbul (PPI Istanbul) menggelar konferensi internasional bertajuk The Sixth International Conference on Strategic and Global Studies (6th ICSGS) pada Rabu (9/11/2022) sampai Kamis (10/11/2022).

Rektor UI, Ari Kuncoro mengatakan bahwa The Sixth International Conference on Strategic and Global Studies dihadirkan sebagai bentuk implementasi Universitas Indonesia terhadap tiga pilar Perguruan Tinggi. Ari berharap dari konferensi internasional yang digelar dengan metode bauran akibat pandemi COVID-19 yang belum selesai, ada rumusan yang signifikan dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan, terutama dalam menghadapi tantangan Megatrend 2045.

“Topik-topik yang diangkat dalam forum ini sangat relevan diikuti bukan hanya dari kalangan akademisi tetapi juga bagi praktisi dan lembaga pemerintah. Semoga konferensi berlangsung dengan lancar dan sukses, dengan diskusi yang menghasilkan ide-ide yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Senada, Direktur SKSG UI menyampaikan bahwa akan banyak tantangan yang akan dihadapi saat masyarakat mencoba untuk kembali ke era normal baru. ICSGS ke-6 ini dapat menjadi wahana untuk membahas isu dan fenomena global dan strategis dalam konteks nasional dan wacana internasional.

“Pemahaman mengenai perkembangan global dapat membantu masyarakat di seluruh dunia agar lebih adaptif dan tangguh dalam menghadapi tantangan yang akan datang,” tandas Athor.

Oleh karena itu, kata dia, SKSG UI sebagai institusi pendidikan dengan berbekal pendekatan keilmuan multidisiplin dan/atau inter/transdisiplin berupaya untuk memberikan sumbangsih dalam penyelesaian permasalahan stratejik dan tantangan global.

Penyelenggaraan The Sixth International Conference on Strategic and Global Studies mengusung tema Megatrend 2045: The Future of Global Order Challenges and the Changeability of Geostrategy. Kegiatan ini dibagi menjadi lima sesi panel dalam dua hari.

Forum ilmiah pada hari pertama dibuka dengan pidato kunci dan paparan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Dr. H.E. Lalu M. Iqbal.

Pada kesempatan tersebut, Iqbal menyampaikan seputar tantangan global masa depan dengan mengajak audiens untuk memahami situasi saat ini dan mengarahkan diskurus ke masa depan menggunakan pendekatan historis.tantangan global dengan alur pendekatan historis.

BACA JUGA  Iran Ancam Tuntut Warga yang Ikut Aksi Protes Kematian Mahsa Amini

Iqbal kemudian mengutip teori sosiologis yang diperkenalkan Ibnu Khaldun, bahwa peristiwa dan tahapan masyarakat juga sejarah pada umumnya berulang dalam siklus. Menurutnya, karakteristik peristiwa-peristiwa pada peradaban modern ini tidak terpisahkan oleh letak geografis. Globalisasi membuat masyarakat di penjuru dunia lebih hidup dalam situasi yang sama.

Berbagai macam isu global diangkat dalam forum tersebut

Pada agenda 6th ICSGS, lima topik aktual diangkat dengan didasarkan pada permasalahan kompleks dan tantangan multidimensi yang hadir secara masif pasca COVID-19 dalam bingkai dinamika global. Adapun pembagian topik dalam kegiatan tersebut yaitu, Security, Cyber, Counter-terrorism (1), dan Islamic Finance and Halal Product (2).

Kemudian, ada topik Social, Political, Economic in the Dynamics of Regionalism(3), The Challenge of Geopolitics in Gender Perspective(4), dan The Global Impacts of Russia-Ukraine Crisis(5).

Sesi panel pertama membahas mengenai “Security, Cyber, Counter-terrorism” yang diisi oleh beberapa pemateri antara lain, Prof. Dr. John Harrison (Rabdan Academy), Dr. Muhammad Nadeem (University of Otago), dan Prof. Dr. Bilveer Singh (RSIS Nanyang Technical University) serta dimoderatori oleh Zora Sukabdi, M.Si., Ph.D (Universitas Indonesia).

Sementara itu, sesi kedua membahas tentang “Islamic Finance and Halal Product”. Kegiatan pada sesi kedua tersebut menghadirkan panelis Assist. Prof. Dr. Hakan Aslan (Sakarya University), dan Prof. Dr. Hilman Latief (Yogyakarta Muhammadiyah University) dengan dipandu oleh M. Dian Revindo, M.Sc., M.A., Ph.D (Universitas Indonesia).

Selain sesi panel, hari pertama konferensi telah dilaksanakan sesi presentasi makalah yang diisi oleh para peserta dengan jumlah 27 presenter yang dibagi dalam lima ruangan parallel session. Selain itu, terdapat total 200 peserta partisipan dari berbagai belahan dunia, di antaranya Indonesia, Turki, Thailand, Philippines, India, Somalia, Afrika, dan USA.

Pada kesempatan yang sama, General Conference Chair sekaligus Ketua Program Studi Kajian Terorisme Universitas Indonesia, Muhamad Syauqillah, Ph.D. mengungkapkan bahwa 6th ICSGS mempertemukan para akademisi terkemuka dan peneliti untuk bertukar dan berbagi pengalaman dari hasil penelitian mereka terkait studi global dan strategis kontemporer dalam kerangka multidisiplin dan interdisiplin.

“Pada perhelatan kali keenam ini, kami menghadirkan ruang diskursus dalam mengungkap penemuan-penemuan baru dalam perkembangan kajian global dan strategis,” pungkasnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru