25.9 C
Jakarta

Setiap Menulis adalah Belajar

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Menulis tak selalu menjamin kesuksesan, tapi menggaransikan keutuhan bagi pelakunya. Tidak musnah dimakan era, serta dikenang oleh siapa pun yang membaca karyanya. Aktivitas sederhana ini sejujurnya masih tabu di kalangan banyak orang. Berpikir, menangarang, merajutnya menjadi satu gagasan holistik dan utuh. Oleh Khalilullah, menggunakan istilah ‘menjahit’ kata. Sekali lagi demi utuhnya gagasan.

Kini bertebaran di mana-mana forum untuk belajar menulis. Mulai dari yang face to face, atau sejenis platform digital macam YouTube. Physical distancing bukan persoalan yang menghijab untuk belajar menulis. Memanfaatkan Zoom, Training Menulis Online Ramadhan bertemakan Rekreasi Intelektual dengan Menulis Opini, Kamis (30/4) langgeng terselenggara secara daring. Diskusi ini dipandegani Khalilullah sebagai pemateri.

Sejatinya, sebanyak apapun kita mengikuti pelatihan, seminar, atau apapun sejenisnya. Tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak mencoba menyusun dan merangkai kata. Kiranya begitu penuturan dari sang narasumber kepada peserta diskusi. Banyak penulis andal yang senada dengan prinsip itu. Bahwa sebaik-baiknya belajar menulis, adalah memulainya. Bukan hanya ‘jalan di tempat’ di kubangan teori saja.

Penting kembali digalakkan bagi siapa pun yang hendak menekuni bidang tersebut. Bahwa proses memang harus dilaluinya dengan tekun. Cukup sukar bagi siapa pun loncat ke tahap mahir, jika tak mengubangi dulu kawah kata-kata yang membebalkan. Oleh karenanya, belajar, menurut hemat saya bukan sebuah kewajiban, tetapi keniscayaan. Sama halnya jika kita memilih untuk tak bermadzab, tetapi sejatinya kita sedang bermadzab.

Belajarlah Menulis

Kembali ke menulis. Rasanya penting untuk sharing pengalaman saya bagi pembaca budiman. Saya pernah tertipu oleh seorang penulis tersohor. Siapa yang tak mengenal Puthut EA. Dia yang menipu saya akhir-akhir ini. Membeli karyanya berjudul “Buku Latihan untuk Calon Penulis” dengan besar harapan mendapat kiat menulis dari empunya.

Dua hari menunggu buku sesuai yang saya alamatkan. Akhirnya sampai, dan siap untuk dijelajah lembarannya. Namun, siapa nyana, buku itu tak berisikan kiat, trik, tips, dan narasi ala-ala lainnya untuk belajar menulis, sebagaimana judulnya. Tetapi hanya lembaran bersih yang kosong. Di sela-sela lembaran terdapat frasa motivasi. Selebihnya tak ada lagi. Inilah sebab yang menjadikan saya merasa tertipu oleh Puthut. Karena betapa pun saya berharap pada bukunya, namun malah berkebalikan.

Buku tersebut selesai dibaca dalam waktu kurang 30 menit. Rekor membaca yang terbaik sepanjang hidup. Bagaimana pun keadaan buku itu, setelah direnungi secara serius, mengandung maksud mendalam. Tidak sesederhana bukunya. Artinya, Puthut ingin buku itu tergores oleh ikhtiar kita menulis. Puthut hendak menegaskan, bahwa hal terpenting dari pekerjaan ini bukanlah terus-terusan melamunkan teori, namun memulainya, perlahan.

Hikmah

Cerita di atas, tak lain hanya sebagai pemanis maksud kandungan isi tulisan ini. Bahwa tidak ada satu pun metode terbaik belajar menulis, selain dengan menulisnya. Bahkan, teori acap kali tak berarti jika kita telah terbiasa, sebagaimana pengakuan Khalilullah.

Karena itu, dengan berkarya kita akan dikenang banyak orang, sebab setiap karya yang pernah kita ditulis mampu membuat dirinya terkenal. Hikmah literasi merawat tradisi menciptakan sebuah karya masih jarang, dan ihwal itu tidak secara langsung memberikan pencerahan dan berbagi ilmu pengetahun kepada pembaca.

Siapa yang tidak terkesan setelah tulisan atau karya kita dimuat media, bahkan dibaca banyak orang. Pastinya semua orang terkesimak dan merasa lebih terbantu dengan adanya informasi terbaru melalui tulisan kita.

Demi menjaga girahnya, maka izinkan saya menghadirkan kutipan dari Bung Pram: menulis, adalah bekerja untuk keabadian. Ahli atau tidak, itu urusan lain. Berbakat atau tidak, itu juga lain hal. Bukankah Ahmad Khoiri pernah berpesan, bahwa menulis itu bukan soal bakat, melaikan skill. Dan mencapainya perlu belajar, dengan apa ? ya menulis.

Oleh: Indarka Putra Pratama

Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, IAIN Surakarta.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Islam Otentik Menolak Separatisme

Usaha membendung arus separatisme dan radikalisme  tidak bisa dilakukan hanya dengan menolak paham separatisme radikal atau menangkap pelaku teror. Melainkan memerlukan sebuah aksi pemerintah...

Palestina Gugat Bahrain Tentang Kebijakan Impor dari Permukiman Israel

Harakatuna.com. Tel Aviv - Kebijakan impor Bahrain dari Israel tidak akan dibedakan antara produk yang dibuat di Israel dan produk dari permukiman di wilayah pendudukan. Menteri Perdagangan, Industri...

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XII): Arif Budi Setyawan, Famili Amrozi, Menjadi Korban Terorisme

Keluarga kecilku memberi nama aku Arif Budi Setyawan. Sekarang aku menginjak usia tiga puluh enam tahun. Usia yang relatif menua. Banyak cerita pengin aku...

Masyarakat Cinta Damai Kalbar Deklarasi Gerakan Anti Radikalisme

Harakatuna.com. Pontianak - Akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak, Dr. Yulius Yohanes menyampaikan, Deklarasi tolak radikalisme dan Terorisme dari Masyarakat Kalbar Cinta Damai merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai...

Bagaimana Idealnya Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Islam?

Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi alam semesta). Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan sang Khaliqnya saja, akan tetapi juga mengatur...

Tewaskan 27 Korban, Teroris Upik Lawanga Kini Berhasil Ditangkap

Harakatuna.com. Jakarta - Polri menyatakan pelaku tindak pidana terorisme Taufik Bulaga alias Upik Lawanga (UL) di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa tahun silam menewaskan 27 orang dan melukai...

Burung Hudhud dan Lembaga Intelijen Negara Nabi Sulaeman AS

Dalam struktur pemerintahan sebuah negara, lembaga intelijen merupakan lembaga yang memiliki peran penting dan sangat strategis. Ia bukan hanya memberi masukan pada end user...