26.1 C
Jakarta

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XXIV): Bang Jack Mantan Teroris yang Pandai Meracik Soto

Artikel Trending

KhazanahInspiratifSerial Pengakuan Mantan Teroris (XXIV): Bang Jack Mantan Teroris yang Pandai Meracik...
image_pdfDownload PDF

Terorisme bukanlah sesuatu yang asing di telinga orang Indonesia. Paham membahayakan ini telah banyak mempengaruhi masyarakat Indonesia, mulai pemerintah sampai rakyat. Salah seorang yang pernah terjebak propaganda terorisme adalah Joko Trihermanto (atau lebih akrab disapa Bang Jack).

Semenjak menjadi teroris, Bang Jack memiliki peran penting dalam aksi penterorisan di Indonesia bersama dr. Azhari dan komplotannya. Bang Jack belajar langsung cara meramu bom dari dr. Azhari. Karena, saking pintarnya membuat bom, Bang Jack sering menjadi “timer” atau pihak yang memutuskan kapan bom harus diledakkan.

Pada peristiwa bom 1 Bali tahun 2002 silam Bang Jack termasuk yang meramu sekaligus menjadi “timer” peledakan bom. Selain itu, Bang Jack pernah terlibat perampokan bersama teroris Noordin M Top di sebuah perusahaan Malang. Kemudian, Bang Jack ditangkap oleh petugas pada tahun 2002. Bang Jack mendekam di penjara selama 6 tahun.

Setelah keluar dari penjara Bang Jack berhenti dan bertaubat melakukan aksi-aksi terorisme. Pada saat berhenti Bang Jack memilih bekerja di restoran dan membuka angkringan sendiri. Kemudian, sekarang angkringan ini berkembang menjadi Warung Soto “Bang Jack” di Karanganyar. Sampai sekarang warung sotonya sudah berdiri selama 5 tahun.

Bang Jack bersyukur berada pada titik balik dari terorisme. Bang Jack yang mulanya pandai meracik bom, sekarang ilmunya digunakan untuk meracik soto yang cukup enak. Sehingga, soto buatan Bang Jack mengundang banyak orang untuk mencicipi. Bang Jack membiasakan berbagi setiap hari Jum’at kepada siapapun yang ingin makan dan mampir di warungnya. Bang Jack menyebutkan kegiatan berbagi ini dengan “Jum’at Barokah”.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Mantan Napiter (XXXVIII): Joko Triharmanto, Mantan Teroris yang Mendirikan Yayasan Sosial
BACA JUGA  Serial Pengakuan Mantan Teroris (XLI): Yusuf Adirima Pernah Kenal Bomber 3 Tempat di Surabaya

Langkah yang diambil oleh Bang Jack untuk berbisnis adalah pilihan yang tepat. Bang Jack menyesal mengingat masa lalunya. Karena, banyak waktu produktifnya digunakan kepada sesuatu yang tidak berdaya guna, malahan merugikan orang lain. Bang Jack mengingat betapa agama Islam sangat melaknat perbuatan kekerasan berwajah terorisme.

Islam jelas melarang aksi-aksi terorisme tanpa terkecuali. Islam adalah agama yang mengajarkan pemeluknya melakukan kemaslahatan di muka bumi. Salah satunya, menghormati perbedaan, mulai perbedaan agama sampai perbedaan pemikiran. Islam adalah agama yang terbuka untuk semua manusia. Karena itu, Islam tidak membenarkan terorisme yang tertutup dari perbedaan yang terbentang di penjuru dunia, lebih-lebih di Indonesia.

Sekarang Bang Jack mengabdikan dirinya untuk keluarga dan Indonesia. Keduanya, bagi Bang Jack, adalah anugerah yang dititipkan Tuhan untuk dijaga. Membiarkannya termasuk perbuatan yang zalim. Segala usaha keluar dari kungkungan terorisme yang telah dilakukan Bang Jack adalah bukti taubat yang tulus, jika meminjam istilah dalam agama Islam, taubat nashuha.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Lulusan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru