33.9 C
Jakarta

Serial Pengakuan Mantan Teroris (VI): Yusuf Korban Paham Terorisme

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Saya, Yusuf, lahir di Jombang Jawa Timur. Saya tinggal di Jalan Jati Sari. Tahun 2009 saya baru selesai menjalani masa pidana. Saya kembali ke masyarakat, tentunya banyak hal yang harus segera diselesaikan, terutama tanggung jawab kepada keluarga.

Sebelumnya tahun 2003 saya mengambil bahan peledak jihad sehingga saya dikenak pidana dengan pasal tindak pidana terorisme. Saya divonis sepuluh tahun penjara. Saya jalani dengan masa pembebasan bersyarat, sehingga menjadi enam tahun.

Tahun 2010 saya coba hadir di Semarang. Saya berkeluarga di Semarang juga. Saya berkeinginan berkontribusi untuk menyadarkan para napiter (narapidana teroris) yang masih mendekam di penjara. Tujuan kontribusi ini adalah untuk membangun ikatan emosional yang kuat.

Sesudah keluar dari penjara saya mendirikan Yayasan Persadani (Putra Persaudaraan Anak Negeri) pada 22 Maret 2020. Dengan yayasan ini saya ingin mengajak seluruh eks-napiter se-Jawa Tengah percaya diri dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Persadani ini didirikan juga untuk memberikan pemahaman kepada para napiter (dan juga orang lain) bahwa paham ekstrem (ghuluw) itu tidak dibenarkan dalam Islam. Indonesia juga ditekankan dalam yayasan ini bukan sebagai negara konflik. Yayasan ini melakukan dakwah secara ma’ruf, baik dan santun.

Terkait paham ISIS (Islamic State of Irak and Syria) Yayasan Persadani sangat menentang, karena paham itu termasuk ekstrem. Sehingga, yayasan ini mengarahkan masyarakat untuk mempelajari Islam versi Ahlussunnah wal Jama’ah (Sunni), karena Sunni adalah paham yang moderat (tawasuth).

Pengabdian dalam melakukan perbaikan di tengah-tengah masyarakat atas nama Yayasan Persadani adalah menyediakan kebutuhan masyarakat. Semisal, pemberian sembako di tengah Korona disertai penyemprotan untuk menghilangkan virus ini. Hal itu bukan hanya sebagai pengabdian untuk agama sendiri, tetapi juga membantu pemerintah dalam mencegah tersebarnya Korona.

Persadani telah memberikan tawaran kepada para eks-napiter untuk bergabung di dalam yayasan ini. Saya beserta teman-teman yayasan berkunjung ke Lapas Cipinang, Lapas Borong, dan termasuk Lapas Nusakambangan untuk meluruskan paham mereka yang masih radikal, baik melalui buku ataupun ceramah.

Selain itu, seseorang yang selalu menjadi cermin dan membuat hati saya sadar atas kekeliruan terorisme adalah keluarga. Keluarga rutin mengunjungi saya di dalam penjara. Sehingga, hati saya sadar bahwa hal yang paling penting bukan berjihad di medan perang, tetapi berjihad menjaga keluarga tergelincir ke jurang keburukan dan lebih dari itu memberikan nafkah.

Sebagai penutup, saya sebagai eks-napiter telah mendirikan Yayasan Persadani guna menyadarkan para eks-napiter dan meluruskan pemahaman semua orang yang masih radikal, bahwa Islam sangat menentang terorisme. Islam adalah agama yang mencintai dakwah yang lemah lembut.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Muhammad Rizieq Shihab, Quraish Shihab, dan Habib Lutfi

Muhammad Rizieq Shihab semakin viral. Sejak kembalinya dari Arab Saudi, sampai penjemputan, perayaan Maulid Nabi, hingga perayaan nikah anaknya menjadi tilikan banyak orang. Bahkan...

Organisasi Mahasiswa Riau Gelar Aksi Tolak Radikalisme

harakatuna.com. Pekanbaru - Sebanyak 41 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi mahasiswa Riau menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (23/11/2020). Dalam aksi...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ulama Austria Minta Aparat Tak Kaitkan Terorisme dengan Agama

Harakatuna.com. WINA -- Saat rasialisme dan diskriminasi terhadap Muslim di Austria melonjak, ulama di negara Eropa memperingatkan pihak berwenang tidak mengaitkan terorisme dengan agama apa pun. Setelah...

Jangan Mudah Menuduh Orang Dengan sebutan Lonte

Kata lonte dalam tradisi masyarakat Indonesia adalah bermakna kasar. Yaitu bermakna sebagai pezina ataupun pelacur. Kata lonte ini kembali viral di media sosial karena...

Lumpuhkan Radikalisme, Munas MUI Usung Tema Islam Wasathiyah

Harakatuna.com. Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menyampaikan pidato dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-19 di Hotel Sultan,...

Munas MUI ke-X; Saatnya MUI Kembali ke Khittah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah melaksanakan pemilihan Ketua Umum MUI baru periode 2020-2025. Pemilihan dilaksanakan pada Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-10 di Hotel Sultan,...