26.8 C
Jakarta

Serial Pengakuan Mantan ISIS (XLVIII): Mantan Pendukung ISIS Haris Amir Falah Taubat Setelah Dipenjara

Artikel Trending

KhazanahInspiratifSerial Pengakuan Mantan ISIS (XLVIII): Mantan Pendukung ISIS Haris Amir Falah Taubat...
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Tipu daya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menyisakan banyak cerita sedih. Bangsa di penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia, merasakan dampaknya. Mereka terpaksa menjadi korban dalam ketidaktahuannya.

Seorang bangsa Indonesia yang pernah mendukung perjuangan ISIS adalah Haris Amir Falah. Haris pernah terkasus sebagai narapidana terorisme, meski sekarang dia sudah bertobat. Kasus yang menimpa Haris tak lain dan tak bukan adalah pengaruh doktrin ISIS.

Haris mulai menjauh dari paham radikal kelompok ISIS setelah ia menjalani hukuman penjara. Dia terkena kasus hukum 2010 yaitu latihan militer dengan beberapa teman-teman. Haris dulu belum menyadari bahwa yang dilakukannya bertentangan dengan ideologi negara.

Haris merasa tersentuh dengan perlakuan Densus 88 yang menangkapnya justru ketika menjalani proses hukuman. Densus memberikan pendekatan yang baik dengan menjelaskan bahwa dirinya terkena kasus hukum. Upaya ini dilakukan Densus 88 sejak menangkap Haris. Kala itu, ia belum menjalani program deradikalisasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Alasan kenapa Indonesia lebih berhasil dalam penanganan terorisme adalah karena negara ini memilih law enforcement focus approach atau pendekatan berbasis penegakan hukum. Pakai peradilan terbuka. Ini beda dengan negara asia tenggara lain, Filipina dan Thailand pendekatannya military focus approach.

Penyesalan Haris untuk kembali ke jalan yang benar mendapatkan sambutan positif dari banyak pihak. Buktinya, setelah bertobat, Haris diminta untuk menceritakan perjalanan semenjak terlibat dalam kasus terorisme dan mendukung ISIS. Cerita yang dibagikan Haris merupakan cara dia menebus dosa sosialnya dengan melakukan deradikalisasi.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Mantan ISIS (XLXXIII): Mantan Budak Seks ISIS Jovan Harus Berpisah dengan Anak yang Dilahirkan

Haris berharap, lewat cerita dan kontra-radikalisme itu banyak orang yang sadar bahwa ISIS itu memang sangat membahayakan terhadap bangsa ini. Bangsa yang tidak berhati-hati akan tergerus masuk di dalamnya. Siapapun yang tergabung dengan ISIS maka hilang masa depannya. Mereka hanya jadi budak ISIS.

Sebagai penutup, peristiwa yang dialami Haris jelas merugikan, bukan hanya kepada dirinya sendiri, melainkan kepada keluarga dan negaranya. Cukuplah Haris yang menceritakan masa kelamnya ini. Kita hendaknya menjadikan pelajaran berharga agar tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.[] Shallallah ala Muhammad.

*Tulisan ini disadur dari cerita Haris Amir Falah yang dimuat di media online Tempo.co

Khalilullah
Khalilullah
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru