25.6 C
Jakarta

Serial Pengakuan Mantan ISIS (XLXVI): Cerita Beberapa Eks-ISIS yang Mendapat Hukuman yang Sadis

Artikel Trending

KhazanahInspiratifSerial Pengakuan Mantan ISIS (XLXVI): Cerita Beberapa Eks-ISIS yang Mendapat Hukuman yang...
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Bukan sesuatu yang asing lagi mendengar nama organisasi teroris nomor wahid Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Tak terhitung jumlahnya warga negara, termasuk Indonesia, yang ikut terlibat di dalamnya.

Keterlibatan warga negara dengan ISIS justru karena kebodohannya. Mereka begitu mudahnya ditipu dan dibohongi dengan iming-iming ketersediaan hidup yang nyaman, bahkan kehidupan ala Nabi dulu.

Meski, iming-iming subsidi harta yang cukup itu hanyalah bualan belaka. Bukankah banyak korban ISIS yang menyesal ketika melihat langsung kebohongan itu benar-benar nyata di depan mata?

Iming-iming ISIS itu mirip investasi bodong yang beberapa bulan yang lalu aviliatornya ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Banyak korban yang tertipu karena jaminan menjadi kaya dengan cepat.

Selain modus subsidi harta, ISIS biasanya memaksa beberapa orang yang menolak bergabung dengannya. Dilansir dari video berjudul “The Children Brainwashed To Become Jihadis”, bahwa ISIS merekrut anak-anak untuk menjadi tentara dan pelaku bom bunuh diri sejak berusia 8 tahun.

Mantan anggota ISIS, Abu Ibrahim menceritakan dalam video tersebut ISIS meminta memberikan apapun kepadanya, termasuk mengorbankan diri. Ibrahim dipaksa untuk menjadi teroris.

Kekejaman ISIS jelas membuat Ibrahim takut tiada kepalang. Bahkan, mantan anggota ISIS yang lain Hamude melarikan diri. Hamude melihat pemaksaan ISIS di depan mata layaknya mereka menjajah dirinya.

Hamude menceritakan dalam video yang diunggah di kanal YouTube tersebut bahwa ISIS menunjukkan cara mengisi peluru ke pistol dan memperlihatkan posisi menembak. Jadi, Hamude berserta anggota ISIS yang lain melucuti, merakit, dan menembakkan peluru itu ke tembok.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Mantan Napiter (XLXII): Hendro Fernando, Mantan Teroris Saat Ini Beralih Bisnis Ayam Potong

Kekejaman ISIS juga dapat dilihat secara tragis dalam memberikan ancaman kepada anak-anak jika mereka tidak mau bergabung. Bahkan, remaja yang telah berusia 16 tahun akan dibunuh jika menolak bergabung dengan kelompok teroris itu. Kematian bukan hanya hukuman jika menolak bergabung dengan ISIS.

Omar, mantan anggota ISIS juga menerima hukuman ISIS karena keberaniannya menolak ajakannya. ISIS mengumpulkan orang-orang untuk mengikat tangan dan kaki Omar. Tangan Omar diletakkan di atas papan kayu dan dipotong dengan pisau, lalu dipotong juga kakinya dan diletakkan keduanya di depan agar Omar dapat melihat tindakan sadis tersebut.

Akibat peristiwa sadis itu, Omar mengalami cacat permanen pada usia muda. Ia telah dipaksa masuk ISIS selama lebih dari satu bulan. Omar tetap teguh pendirian. Dia tahu bahwa apa yang dilakukan ISIS jelas melanggar norma-norma agama.

Sebagai penutup, cerita beberapa mantan anggota ISIS dapat menjadi pelajaran bukan hanya kepada mereka tetapi kepada kita semua untuk lebih berhati-hati dengan bujuk rayu ISIS. ISIS itu virus yang berbahasa, maka jauhilah.[] Shallallah ala Muhammad.

*Tulisan ini disadur dari cerita mantan anggota ISIS yang dimuat di media online Suara.com

Khalilullah
Khalilullah
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru