27.7 C
Jakarta
Array

Serial Leluhur Nabi Muhammad Saw (2)

Artikel Trending

Serial Leluhur Nabi Muhammad Saw (2)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Hasyim sebenarnya bukan nama asli. Ia memiliki nama asli Amr al-Ula. Panggilan Hasyim itu datang lantaran ia adalah orang yang pertama kali meremukkan –sebagaimana kata kerja hasyama berarti telah meremukkan- daging untuk dibuat tsarîd (roti yang diremuk dan direndam dalam kuah) lalu dihidangkan bagi orang-orang yang kelaparan di sekitaran tanah Mekah. Berangkat dari kedermawanan itulah kakek Nabi Muhammad saw ini dipanggil dengan nama Hasyim (orang yang meremukkan). Selanjutnya Amr al-Ula akan disebut Hasyim.

Konon Hasyim adalah orang pertama yang mempelopori perjalanan bisnis (baca: dagang) dari suku Quraisy. Perjalanan tersebut dilakukan setahun dua kali. Saat musim dingin menuju ke Negeri Yaman dan Negeri yang dikuasai oleh raja al-Najasyi yakni Habasyah (Ethiopia). Sementara saat musim panas ke Negeri Syam dan terkadang hingga Turki. Selanjutnya perjalanan dagang ini menjadi kebiasaan klan Quraisy hingga terekam jelas dalam QS Quraisy [106]: 1-2.

Download: PKI dan HTI: Aksi Sepihak

Hasyim merupakan putra Abdu Manaf dari isteri yang bernama Atikah binti Murrah al-Silmiyah. Dari keduanya lahir tiga orang putra yaitu Hasyim, Abdu Syams, dan al-Mutalib. Ketiganya telah melanglang ke berbagai negara dalam rangka berdagang. Hasyim telah membuat kesepakatan dengan raja di tanah Syam hingga Romawi. Abdu Syams telah ber-Mou dengan raja al-Najasyi. Al-Muthalib telah membuat perjanjian dengan raja-raja suku Himyar. Sementara Naufal –saudara seayah mereka- membuat kesepakatan dengan raja Persia. Sehingga Quraisy mendapatkan perlindungan dan keamanan dalam menjalankan roda bisnis ke manapun. Bahkan mereka juga dibebaskan dari pajak atau saat ini lebih dikenal dengan bea cukai.

Sifat kepemimpinan Nabi Muhammad saw terambil dari kakeknya, Hasyim. Selain mempelopori perjalanan bisnis (Rihlah al-Syitâ’ wa al-Shaif), Hasyim juga yang menjadi inisiator menghormati dan melayani para tamu Allah yang sedang menjalankan ibadah haji. Ia pernah berorasi di depan segenap suku Quraisy yang kurang lebih sebagai berikut:

Wahai suku Quraisy, kalian semua adalah tetangga baitullah al-haram. Sebagaimana kita ketahui pada saat-saat ini banyak tamu Allah yang mengunjungi serta mengagungkan baitullah. Mereka tamu Allah. Tamu yang paling berhak dihormati adalah tamu Allah. Kita sebagai suku Quraiys diberi kehormatan untuk melayani mereka. Para tamu Allah ini datang dari berbagai penjuru negara untuk datang memenuhi panggilan-Nya. Jamulah mereka. Layanilah mereka”.

Usai pidato Hasyim tersebut, orang-orang Quraisy baik yang kaya maupun miskin semuanya berebut untuk melayani para jamaah Haji. Sementara Hasyim membuat tempat minum dekat sumur zam-zam serta menyediakan di sanam berbagai jenis makanan mulai roti, kurma, daging dan lain sebagainya. Pelayanan ini ia lakukan juga di Mina dan Arafah sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu Allah.

Hasyim bin Abdu Manaf mempunyai banyak legacy (peninggalan) berharga baik bagi suku Quraisy maupun yang lainnya. Ini tidak terlepas dari sifat kepemimpinan (leadership) dan kedermawanan yang ia miliki. Sehingga tidak heran jika cucunya juga mendapat tetesan kepemimpinan dan kedermawanannya. []

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru