Sejarah Khilafah Yang Disembunyikan


 Sejarah Khilafah Yang Disembunyikan

Khilafah sebenarnya adalah istilah untuk pemerintahan. Dalam hukum Islam, mendirikan khilafah wajib hukumnya. Artinya, kaum muslimin harus punya pemerintahan yang mengatur kehidupan mereka. Diharapkan dengan adanya pemerintahan (khilafah) maka kaum muslimin bisa lebih baik menata kehidupan sosialnya.

Istilah khilafah dalam fiqh Islam bisa diganti dengan banyak istilah. Imaroh, Salthonah (penguasanya disebut sulthan), Mamlakah (kerajaan, penguasanya disebut al malik), Imaroh (penguasanya disebut amir), imamah (kepemimpinah, penguasanya disebut imam). Istilah bisa berubah ubah. Sy. Abu Bakr misalnya disebut Kholifah RosullLlah (pengganti dan penerus RasululLah) sedangkan Sy. Umar dan selanjutnya biasa disebut Amirul Mu’minin (pemimpin kaum beriman). Raja raja Turki Utsmani kebanyakan disebut Sultan. Jadi soal istilah sebenarnya tak perlu dipermasalahkan.

Dalam sejarah pemimpin kaum muslimin sejak masa 132 H (750 M) tidaklah tunggal, Saat Bani Abbasiyah didirikan di Baghdad pada tahun 750 M oleh Abul Abbas as Saffah, di Andalusia pada tahun 756 M didirikan Daulah Bani Umayyah oleh Abdurrahman ad Dakhil. Sebelumnya pada saat Mu’awiyah bin Yazid bin Mu’awiyah menolak memilih pengganti kholifah pada tahun 64 H., terbentuklah dua khilafah : pemerintahan Abdullah bin Zubair di Hijaz dan Marwan bin Hakam di Damaskus. Dualisme pemerintahan ini terus berlangsung hingga tahun 73 H saat Abdul Malik bin Marwan berhasil mengalahkan Abdullah bin Zubair.

Selanjutnya di masa Bani Abbasiyah dibagi 5 periode, hanya periode pertama hingga tahun 247 H yang disebut masa kejayaan. Lalu runtuh diserang Mongol pada tahun 1258. Lalu muncullah Bani Zankiyyah, Ayyubiyah dan Mamluk di Mesir. Lalu masa 3 kerajaan besar dengan Turki Utsmani di Turki, Syafawiyyah di Persia dan Mughol di India. Lalu masuklah era negara bangsa (nation state) di tahun 1900-an, terutama pasca PD I dan PD II di mana negara negara Arab terbentuk.

Karena itu sejarah khilafah adalah sejarah fiqh pemerintahan, dan itu tidak tunggal versinya. Banyak ikhtilaf dan perbedaan, baik dalam kerangka fiqh teoretsi maupun praksis pemerintahan. 

Adapun Indonesia, maka itu adalah khilafah hasil ijtihad para ulama’ NU dan Muhammadiyah di awal kemerdekaan. Kiai Abdul Wahid Hasyim dan ayah beliau Hadlrotus Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari, serta Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo serta unsur unsur lain bangsa Indonesia telah menghasilkan sebuah negara yang indah dan moderat bernama Indonesia.

Baca Juga:  Tangkal Radikalisme, FKPPI Bakal Gelar Apel Kebangsaan

Maka marilah kita menjaga khilafah kita agar semakin Islami (bebas korupsi, bebas kedholiman dan melindungi segenap bangsa serta ikut serta dalam perdamaian dunia). (Ahmad Halimy)

 


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
2
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.