Sejarah di Balik Munculnya Metode Kritik Hadis (Bagian II)


Praktik penelitian dan penyelidikan hadis yang secara substansi telah berkembang pada masa Nabi, bukan berarti menandakan bahwasanya para sahabat saling berbohong dan tidak saling mempercayai satu sama lain. Akan tetapi, tujuan dari penelitian hadis pada masa itu ialah untuk mendalami secara seksama penyandaran hadis kepada Nabi sebagai bentuk penegasan sehingga tercipta ketenangan dalam hati para sahabat. Karenanya, tepat sekali ucapan sahabat Anas ibn Mālik (w. 712):

“Tidak semua yang kami riwayatkan dari Rasul Saw. berasal dari pendengaran kami darinya, akan tetapi para sahabat menceritakan kembali kepada kami, dan kami adalah kaum yang tidak saling membohongi.”

Di sinilah letak urgensinya kritik hadis, sebab berfungsi untuk mengetahui otentisitas sebuah hadis dari hadis-hadis palsu, sehingga mampu mengeliminasi ajaran yang bukan berasal dari agama Islam. Hal ini tidak lepas dari kenyataan bahwa Hadis merupakan sumber otoritatif setelah al-Qur’an, dan sebagai bentuk keta’atan kepada Nabi Saw. setelah wafat, yaitu dengan cara mengikuti sunnahnya. Jika tidak demikian, niscaya ajaran Islam akan hilang.

Setelah Nabi wafat sampai pada pada tahun 11 H./ 623 M. dan ketika terjadi pembunuhan terhadap ‘Umar, perkembangan kritik hadis di kalangan sahabat maupun tabi’in tidak banyak terjadi perubahan. Namun setelah terbunuhnya ‘Utsmān ibn ‘Affān Ra. pada tahun 36 H. Islam memasuki era baru yang ditandai dengan diangkatnya ‘Ali ibn Abī Ṭālib Ra. sebagai pengganti untuk menjadi khalīfah dawlah al-Islamiyah, diiringi dengan berkembangnya fitnah dan kebohongan-kebohongan di kalangan umat Islam yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap perkembangan kritik hadis. Keadaan ini berlanjut sampai pada tragedi terbunuhnya al-Ḥusein ibn ‘Ali pada tahun 61 H. yang diiringi dengan lahirnya kelompok-kelompok politik dalam tubuh umat Islam.

Baca Juga:  Konsep Kesetaraan Gender Perspektif Hadis

Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.