Sederhana di zaman Modern

Kesederhanaan masyarakat di zaman modern ini makin terkikis habis, dan semakin menjauh dari tata cara hidup yang diajarkan Nabi SAW.


Mungkin banyak di antara kita yang sudah sekian lama tidak mendengar kata sederhana, atau mungkin malu jika terlihat biasa-biasa saja atau bahkan phobia terhadap kata sederhana. Wajarlah di era milenial seperti saat ini, semua harus terlihat meriah, mewah, pokoknya instgramable. Tidak boleh tidak. Bila tidak mampu, ya di bikin seglamor  mungkin alias di ada-adakan.

Kesederhanaan bukan barang baru, bahkan telah ada sejak jaman Rasulullah masih hidup. Sikap hidup yang sederhana ini pula yang membuat orang seperti Umar Bin Khattab menghormatinya. Pada suatu hari ketika Umar sedang mengunjungi rumah Rasulullah, saat Umar telah masuk kedalam rumah Rasulullah dia tertegun melihat isi rumah beliau, yang ada hanyalah sebuah meja dan alasnya hanya sebuah jalinan daun kurma yang kasar. Sementara yang tergantung di dinding hanyalah sebuah geriba (tempat air) yang biasa beliau gunakan untuk berwudhu.

Kaharuan muncul dalam hati Umar RA. Tanpa di sadari air matanya berlinang, maka kemudian Rasulullah SAW menegurnya, “Gerangan apakah yang membuatmu menangis?” Umar pun menjawabnya, “Bagaimana aku tidak menangis, ya Rasulullah?. Hanya seperti ini keadaan yang ku dapati di rumah tuan. Tidak ada perkakas dan tidak ada kekayaan kecuali sebuah meja dan sebuah geriba, padahal di tangan tuan telah tergenggam kunci dunia timur dan dunia barat, dan kemakmuran telah melimpah?”

Lalu beliau menjawab,”Wahai Umar, aku ini adalah Rasul Allah, aku bukan seorang Kaisar dari Romawi dan bukan pula seorang Kisra dari Persia. Mereka hanya mengejar duniawi, sedangkan aku mengutamakan ukhrawi.”

Sebagai seorang umat Nabi Muhammad SAW  kita sangat dianjurkan untuk hidup dalam kesederhanaan, kesederhanaan bukan berarti kemiskinan , melainkan pola hidup  dengan mempertimbangkan kebutuhan yang memang benar-benar kita butuhkan, tidak berlebihan dan merasa cukup jika kebutuhan itu telah terpenuhi.

Baca Juga:  Natal dan Maulid; Titik Temu Islam-Kristen untuk Toleransi

Namun, pada masa modern dimana tekhnologi informasi sudah sangat berkembang sangat pesatnya dan informasi menyebar dengan mudah dan cepatnya, telah mengikis habis pola hidup sederhana sebagimana di contohkan Rasulullah ketika masih hidup. Sebagian besar masyarakat, khususnya kaum muda setiap hari diracuni dengan produk-produk baru yang bermunculan dihadapan kita.

Dengan akses informasi yang begitu cepat bahkan hanya dengan menggerakkan jari, barang yang kita inginkan bisa didapatkan dengan mudah tanpa harus menghabiskan banyak waktu. Selain itu, berbagai kemudahan bisa kita dapatkan setiap saat. Seperti, membayar tagihan listrik, tagihan air, biaya pendidikan, berbelanja  dan masih banyak lagi  tanpa  harus pergikeluar rumah.

Dan hasilnya sekarang, masyarakat kita sudah mulai dihinggapi kecanduan konsumerisme untuk mengikuti trend yang tengah viral dimasyarakat. Tak jarang mereka bersedia menghabiskan banyak biaya agar bisa mengikuti trend ini. Perlu  kita ingat  bahwa trend bukanlah kebutuhan yang harus terpenuhi. Cukupkanlah kebutuhan pada hal-hal yang memang benar- benar kita butuhkan. Jangan mau terjebak pada keinginan yang sifatnya hanya sebagai pelengkap.

Kesederhaan  tidak hanya tercermin dalam gaya hidup,  tetapi juga dalam pola pikir mencari penghidupan. Seorang yang selalu tidak merasa cukup akan melakukan apapun agar untuk bisa mendapatkan apapun dengan cara bagaimanapun. Hasilnya, mencuri, menrampok, korupsi dan kejahatan sejenis yang merugikan orang lain secara financial banyak bermunculan.

Seorang yang berpikiran sederhana tentunya tidak akan sampai melebihi batas kebutuhan hidup. Tuntutan dan keinginan akan selalu disesuaikan  dengan kemampuan. Sehingga, tidak ada rasa ingin menguasai dan memiliki hak orang lain diluar haknya.

Islam menganjurkan agar umatnya senantiasa hidup sederhana dalam semua tindakan, sikap dan amal. Islam adalah agama yang berteraskan nilai kesederhanaan yang tinggi. Kesederhanaan adalah satu ciri yang umum bagi Islam dan salah satu perwatakan utama yang membedakan dari umat yang lain. Satu perkara yang harus kita sadari sebagai umat islam yaitu konsep sederhana meliputi Aqidah (Keyakinan), Aspek Ibadah dan cara melaksanakannya, akhlak dan cara hidup, berinteraksi antar sesama dan segala sesuatu yang menyentuh persoalan kehidupan dunia.

Baca Juga:  Falsafah Krisis Eksistensi Syariah Islam

Rasulullah SAW bersabda dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:

Yang artinya: “Sebaik-baik perkara ialah yang paling sederhana”

Kita harus bijaksana dalam memenuhi kebutuhan hidup kita. Dengan sikap tersebut kita dapat mengetahui dengan pasti perkara-perkara yang lebih memerlukan perhatian dan tumpuan masa, tenaga ataupun uang. Tanpa mengetahui dengan pasti perkara-perkara yang harus di dahulukan maka kita akan lebih cenderung untuk mengikuti hawa nafsu sehingga mengakibatkan kegagalan dalam mengimbangi urusan kehidupan. Kita juga harus mengambil banyak contoh dari bebagai hal yang terjadi agar bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dari setiap tindakan yang kita ambil.

Rasulullah SAW menganjurkan agar umatnya kuat secara ekonomi namun disisi lain juga  Dan yang patut kita sadari juga segala hal yang ada di dunia ini akan kita tinggalkan segera setelah kita mati.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Aminachmad