Salawat Asyghil dan Realitas Politik


0
23 shares

Menyandingkan salawat dengan realitas politik bagi sebagian orang mungkin kurang elok, akan tetapi yang menjadi perhatian adalah makna salawat tersebut yang merupakan doa (pengharapan). Jika kita simak baik-baik, Salawat Asyghil merupakan permohonan kepada Tuhan agar orang-orang zalim disibukkan dengan manuver orang zalim yang lain, sehingga orang-orang yang terzalimi dapat keluar dari kezaliman mereka tanpa perlu melakukan perlawanan.

Yang dimaksud “orang zalim” selesai dengan batasan-batasan yang dibuat oleh agama, yakni orang yang berbuat aniaya kepada orang lain dan orang-orang yang melampaui batas.

Dalam konteks politik, kezaliman kerap dipertunjukkan oleh para politisi dengan berbuat aniaya kepada orang lain, baik kepada sesama politisi maupun kepada warga negara. Perbuatan aniaya dan melampaui batas dalam politik berarti bertindak dengan kewenangan yang dimilikinya untuk meraih kekuasaan dengan cara menyakiti orang lain, bisa dengan jalan fitnah, propaganda, intimidasi, pemutarbalikan fakta, penyesatan informasi, kriminalisasi, hingga fear mongering.

Warga negara adalah kelompok yang paling terdampak oleh segala macam manuver para politisi, baik manuver yang berfaidah maupun yang merugikan. Terhadap manuver yang merugikan itu, Salawat Asyghil menjadi semacam upaya menciptakan imun dari kezaliman itu. Warga negara tinggal menonton dari kejauhan kehancuran orang-orang zalim oleh orang zalim yang lain karena ketamakan mereka sendiri. Hal itu lebih ringan ongkos sosialnya, dibanding perlawanan secara langsung warga negara berhadapan dengan politisi busuk.

Muhammad Iqbal, seorang penyair, politisi dan filsuf besar asal Pakistan, menegaskan bahwa politik harus didasari nilai-nilai Islam dan ditegakkan dengan berporos pada keadilan. Bukan sebaliknya, menggunakan simbol-simbol Islam untuk memperjuangkan kepentingan pribadi dan kelompok dalam meraih kekuasaan an sich.

اللهم صل على سيدنا محمد و اشغل الظالمين بالظالمين

Baca Juga:  Pegadaian Syariah dan Peningkatan Inklusi Keuangan Syariah di Indonesia

و اخرجنا من بينهم سالمين و على اله و صحبه اجمعين

*Agung Firmansyah, aktivis Muda NU Cirebon


Like it? Share with your friends!

0
23 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.