29 C
Jakarta

Sakinah Itu Untuk dan Oleh Siapa?

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Menarik memperhatikan penerjemahan surah ar-Rum [30] ayat 21. Ini adalah ayat yang hampir selalu menghiasi undangan pernikahan sampai disebut ayat undangan. Kebayang sekuat apa pengaruhnya pada calon mempelai dan masyarakat pada umumnya tentang sakinah dalam pernikahan itu untuk dan oleh siapa.

Perhatikan perbedaan sangat signifikan pada dua model penerjemahan atas ayat ini:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Model pertama adalah yang sangat lazim sehingga mudah ditemukan di mana-mana.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri. Supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadaNya dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Problem Terjemah

Model penerjemahan seperti ini, akan mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa: sakinah dalam perkawinan adalah untuk suami yang mesti dilakukan oleh istri.

Bahasa Arab ini dibangun dalam satu sistem jenis kelamin yang sangat ketat. Bagi yang paham perbedaan antara jenis kelamin dan gender, maka sistem gender sesungguhnya lebih pas. Tapi mengingat gender ini istilah baru, saya gunakan saja istilah jenis kelamin dengan catatan seperti di atas.

Jika masyarakat Jawa membangun sistem berpikirnya berdasarkan kelas sosial, maka masyarakat Arab dengan jenis kelamin.

Ketika bicara bahasa Jawa, kita tidak bisa melarikan diri dari pembagian kelas manusia. Ketiganya yaitu: Ngoko (rendah), Madyo (menengah), dan Inggil (atas). Lah piye mau melarikan diri wong konsep ini melekat dalam setiap kata. Mau bilang pergi saja minimal ada 3 pilihan: lungo, kesah, tindak.

Hal serupa terjadi ketika bicara Bahasa Arab. Kita juga tidak bisa melarikan diri dari pembagian jenis kelamin menjadi dua, yaitu mudzakar (laki-laki) dan muannats (perempuan).

Lah piye mau melarikan diri wong  konsep ini juga melekat dalam setiap kata benda (isim) dan kata kerja (fiil:faalafaalat). Kata sifat (jamiljamilah) dan kata sambung (isim maushul: alladziallati). Juga kata tunjuk (isim isyarah:hadzahadzihi).

Karenanya, bicara bahasa Arab mustahil netral gender. Bahkan Maha Suci Allah dari berjenis kelamin tapi dalam bahasa Arab menjadi berjenis kelamin tapi hanya lafaznya, bukan zatnya.

Salah satu aturan yang menarik dan relevan dengan pembahasan  tentang penerjemahan ayat di atas adalah bahwa grup laki-laki (jama mudzakar) itu bisa hanya meliputi laki-laki, tapi bisa pula meliputi laki-laki dan perempuan.

Makanya semua ayat tentang perintah salat, puasa, zakat, dan haji semua menggunakan jama’ mudzakar. Tapi tidak seorang ulama pun yang menyimpulkan kewajiban-kewajiban tersebut hanyalah untuk laki-laki.

Alternatif Memaknai Sakinah

Mempertimbangkan aturan di atas, maka terjemahan ar-Rum ayat 21 model kedua bisa dilahirkan:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian (laki-laki dan perempuan) pasangan (suamiistri) dari jenis kalian sendiri. Supaya kalian (laki-laki dan perempuan) cenderung dan merasa tenteram kepadanya (suami atau istri) dan dijadikan-Nya di antara kalian (laki-laki dan perempuan) rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Atau versi singkatnya:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian bojo dari jenis kalian sendiri. Supaya cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Apa ada ya padanan bojo dalam bahasa Indonesia yang hanya satu kata?. Pernah pakai kata pasangan langsung diprotes karena ada konotasi lain.

Apa kesimpulan dari penerjemahan model kedua? Untuk siapakah sakinah dalam perkawinan? Untuk suami dan istri doooong. Mesti diupayakan oleh siapa? Ya oleh keduanya dooong.

Perbedaannya sangat signifikan bukan?

Lalu, manakah di antara dua model penerjemahan yang paling populer? Yuk cek model penerjemahan mana yang ada di terjemahan al-Qur’an atau di undangan pernikahan yang ada di dekat kita.

Bagaimana cara membuat terjemahan model kedua lebih populer? Selain dengan memahami struktur dan pernak-pernik tata bahasa Arab, adalah dengan menggunakan perspektif kesalingan dalam kemaslahatan yang telah dirumuskan dengan sangat jenius oleh Faqih Abdul Kodir dalam konsep yang juga jadi judul bukunya: Qiraah Mubadalah.

Wallahu Alam bi ash-Shawab...

 

Dr. Nur Rofiah Bil Uzm, M.Sc, Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (PTIQ) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Alumni Universitas Ankara, Turki.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ulama Harus Tunjukkan Sikap dan Perilaku yang Baik

Harakatuna.com. Jakarta - Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan, maka mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang baik. Seperti itulah metode yang dilakukan para...

Tiga Amal Saleh Yang Menyelamatkan Anda

Dalam sebuah hadis yang yang riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim terdapat sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu selamatnya tiga orang yang terjebak dalam gua lantaran...

Gabungan TNI dan Polri Tangkap Kelompok Teroris MIT di Kabupaten Sigi

Harakatuna.com. Sigi - Hingga sepekan pascaserangan terorisme di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, aparat gabungan TNI dan Polri mengintensifkan pengejaran kelompok teroris MIT. Tak hanya...

Agar Tidak Bosan Saat Menulis

Writer’s block, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh psikoanalis Edmund untuk menggambarkan keadaan penulis yang tidak bisa menggambarkan apapun dalam tulisannya. Situasi seperti ini hampir...

Islam Otentik Menolak Separatisme

Usaha membendung arus separatisme dan radikalisme  tidak bisa dilakukan hanya dengan menolak paham separatisme radikal atau menangkap pelaku teror. Melainkan memerlukan sebuah aksi pemerintah...

Palestina Gugat Bahrain Tentang Kebijakan Impor dari Permukiman Israel

Harakatuna.com. Tel Aviv - Kebijakan impor Bahrain dari Israel tidak akan dibedakan antara produk yang dibuat di Israel dan produk dari permukiman di wilayah pendudukan. Menteri Perdagangan, Industri...