Sahkah Wudhu Sandiaga Uno Yang Menggunakan Air Satu Gayung..?


0
14 shares

Akhir-akhir ini dunia sosmed kita dihebohkan dengan beredarnya video Sandiaga Uno yang berwudhu mengunakan air satu gayung, sahkah wudhu yang demikian menurut tinjauan fikih…? Dan Suatu fenomena yang menyentak hati dizaman sekarang adalah banyak orang yang mengaku muslim tapi tidak tahu tatacara berwudhu yang benar, mengaku telah berhijrah dan berani menyalahkan-nyalahkan muslim lainnya akan tetapi masalah ibadah yang paling penting yaitu wudhu belum menguasai, mengaku telah belajar tentang pemikiran Islam sehingga berani mngklaim bahwa dirinyalah yang benar akan tetapi syarat, rukun dan tatacara berwudhu malah tidak bisa, inilah fenomena yang sangat menyentak hati.

Ibadah wudhu adalah suatu ibadah pengantar yang sangat penting untuk dilakukan, ibadah wudhu adalah ibadah pengantar sebelum ibadah sholat dilakukan. Hukum melakukan wudhu adalah wajib, dengan berdasarkan dalil “sesuatu yang tidak sempurna karena sesuatu yang lain, maka sesuatu yang lain itu menjadi wajib”. Berdasarkan hal ini maka belajar tentang wudhu adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan tidak boleh di tinggalkan, karena ibadah sholat tidak akan pernah sah tanpa adanya wudhu terlebih dahulu.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa sebelum mengetahui cara dan rukun wudhu, hal yang harus pertama kali diketahui oleh seorang muslim adalah mengetahui air, karena air adalah alat yang digunakan untuk berwudhu.

Untuk bisa berwudhu dengan baik maka harus bisa mengetahui bagaimana saja air yang boleh digunakan untuk berwudhu, air apa saja yang boleh digunakan untuk berwudhu, berapa kadar air yang sah untuk berwudhu.

Kita mulai dari air yang boleh digunakan untuk bersuci, dalam kitab fikih fathul qorib bahwa air yang boleh digunakan untuk berwudhu itu ada tujuh yaitu air hujan, air laut, air es, air embun, mata air, air sungai, air salju. Ketujuh itulah air yang boleh digunakan untuk berwudhu, atau dengan Bahasa yang sederhana air yang boleh digunakan untuk berwudhu adalah segala air yang turun dari langit dan keluar dari bumi.

Setelah mengetahui air yang boleh digunakan untuk berwudhu maka langkah selanjutnya yaitu harus mengetahui klasifikasi ketujuh air tersebut, klasifikasi air tersebut dalam kitab Fathul Qorib dibagi menjadi empat yaitu, satu air suci yang mensucikan, ini adalah air mutlak yang boleh digunakan untuk bersuci, seperti air laut, air sungai, yang kedua adalah air suci dan tidak mensucikan, ini adalah air yang pada hakekatnya suci akan tetapi tidak bisa mensucikan, seperti air the, air kopi. Yang ketiga adalah air yang dipanaskan oleh sinar matahari, dan yang keempat adalah air najis dan air mutanajis, perlu dibedakan antara air najis dan air mutanajis, air najis adalah air yang dari dzatnya sudah najis seperti air kencing, sedangkan air mutanajis adalah air yang pada dzatnya suci akan tetapi kemasukan najis.

Setelah mengetahui klasifikasi air, alangkah selanjutnya adalah mengetahui kadar air agar bisa digunakan untuk berwudhu, dalam istilah fikih kadar air yang bisa digunakan untuk berwdhu adalah air dua Kulah, atau air yang kadarnya telah mencapai dua Kulah atau lebih.

Menurut catatan KH Maksum Ali dalam kitab Fathul Qodir, apabila air dua Kulah itu di rubah menjadi satuan liter maka air dua kulah yaitu 174,58 liter. Jadi perlu diingat air batas air yang bisa digunakan untuk berwudhu yaitu 174,58 liter. Jadi apabila kurang dari ukuran tersebut maka wudhunya tidak sah. Apabila terdapat keterbatasan air maka cara yang dilakukan adalah mengalirkan air tersebut ketika berwudhu bukan memasukan tangan kita kedalam gayung atau wadah penampung air tersebut.

Dengan demikian belajar wudhu sangatlah penting dan urgent bagi setiap muslim, karena hal ini akan mempengaruhi keabsahan ibadah sholat.

Baca Juga:  Delapan Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Zakat

Like it? Share with your friends!

0
14 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
1
Sedih
Terkejut Terkejut
1
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
2
Suka