30 C
Jakarta

Saat Haji, Bolehkah Foto Didepan Ka’bah?

Artikel Trending

Asas-asas IslamAkhlakSaat Haji, Bolehkah Foto Didepan Ka’bah?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Di zaman yang serba cepat ini, teknologi komunikasi dan informasi berkembang sangat cepat. Saat ini, salah satu teknologi yang mendorong mudahnya mengabadikan momen dalam hidup adalah berfoto. Cukup menggunakan smartphone sekarang semua momen dapat diabadikan. Sekarang ini banyak juga, orang yang pergi haji, mengabadikan momen tersebut dengan berfoto. Lantas bolehkan foto didepan Ka’bah saat haji?

Lembaga Fatwa Mesir sendiri terkait hukum fotografi membolehkan asalkan objeknya bukan hal yang dilarang oleh syariat.

التصوير والرسم من الفنون الجميلة التي لها أثر طيب في راحة النفوس والترويح عنها, وهما جائزان شرعا شريطة أن يخلو من الأثام والمحرمات, وان لا يكون الرسم أو التصوير مثيرا للشهوات وملهبا للغرائز, وكذلك لا يجوز الرسم أو التصوير إذا كان موضوع التصوير أو الرسم جسدا عاريا, أو عورة من العورات التي يأمر الدين والأخلاق والإستقامة والفطرة المستقيمة بسترها.

BACA JUGA  Anjuran Menjaga Kehormatan Sesama Manusia

Artinya: “Memfoto dan menggambar termasuk salah satu seni rupa yang memiliki pengaruh baik terhadap kenyamanan dan ketenteraman jiwa. Keduanya hukumnya boleh oleh syariat dengan syarat bebas dari dosa dan pantangan serta tidak memancing nafsu dan amarah. Begitu juga tidak boleh untuk memfoto dan menggambar jika subjeknya berupa badan yang telanjang, atau aurat-aurat lain yang oleh agama, akhlak, fitrah yang selamat untuk menutupinya”.

Dari pendapat ini menjadi jelas bahwa foto didepan Ka’bah adalah hal yang diperbolehkan dalam agama. Lantaran Ka’bah merupakan objek yang dianggap mulia dan tidak dilarang agama.

Namun demikian, saat melakukan ibadah haji hendaklah hati-hati dalam mengambil foto, jangan sampai saat mengambil foto malah jatuh kepada sesuatu yang makruh atau bahkan haram. Hal ini lantaran dalam mengambil foto mengganggu ibadah haji diri sendiri maupun orang lain. Demikianlah hukum foto didepan Ka’bah. Wallahu A’lam Bishowab.

Ahmad Khalwani
Ahmad Khalwani
Penikmat Kajian keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru