24.9 C
Jakarta

Riffat Hassan, Pejuang Feminisme dari Pakistan

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Apa Itu MaʻRûf dan Apa Itu Munkar

Kedua kata maʻrûf dan munkar merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab. Kemudian keduanya diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga penulisan keduanya dalam Kamus...

Riffat Hassan adalah tokoh feminis perempuan yang lahir di ujung lorong suatu daerah yang berdampingan dengan Temple Road Lahore, Pakistan sekitar tahun 1945. Ia berasal dari keturunan keluarga terpandang yakni keluarga Sayyid (sebutan untuk keturunan Nabi). Ibunya bernama Dilara yang cenderung berpandangan feminis terhadap nasib kaum perempuan. Salah satu pandangan ibunya adalah mendidik anak perempuan lebih penting  dari pada laki-laki. Sebab anak perempuan lahir dalam masyarakat Muslim dengan rintangan yang sangat hebat. Selama hidup tujuh belas tahun Riffat Hassan selalu dihantui bayang-bayang ketidakharmonisan dalam keluarga karena ayah dan ibunya selalu bertengkar. Sosok ibu yang selalu ia kagumi adalah sosok penyelamat baginya, karena dari ibunyalah sebenarnya pemikiran isu-isu gender dapat dilacak.

Hal yang menarik dai Riffat dalam dunia pendidikan ia menempuh dua model pendidikan yakni formal dan informal. Pendidikan informal ia peroleh dari pengalaman realitas empiris, baik keluarga dan kegemarannya membaca buku secara otodidak. Sedangkan pendidikan formalnya ia tempuh keika menginjak remaja melalui sekolah menengah berbahasa inggris dan konon sekolah itu menjadi sekolah favorit di daerahnya. Dengan berbekal bahasa inggris yang baik, Riffat mencoba mengembangkan dunia tulis menulis. Tidaklah mengherankan meskipun baru berusia tujuh belas tahun, ia mampu menyelesaikan tulisan dua volume puisi, cerita pendek adan artikel lainnya. Disamping hobi menulis, ia juga gemar menulis ia juga gemar membaca novel dan puisi yang cukup berbobot seperti Golden Tresury dan Uthering Heights.

Selanjutnya pendidikan formalnya ia tempuh di perguruan tinggi Inggris, di st Mary’s Collage Universitas Durham dan bethasil meraih prediakat cumloude yaitu predikat kehormatan di bidang sastra inggris dan failasat. Akhirnya ketika ia berusia 24 tahun sudah berhasil meraih gelar doktor dalm bidang filsafat. Dalam dsetasinya ia menulis tentang filasafat Muhammad Iqbal seoang penyair dari pakistan. Dari sinilah pemikirannya muncul terutama memahami konsep Adam  dalam al-Qur’an.

Dalam karir intelektual selanjutnya sekitar tahun 1974 sudah mulai mempelajari teks ayat-ayat al-Qur;an dan mencoba melakukan penafsiran terhadap ayat-ayat yang berbau perempuan. Ini yang penting menurut Riffat, sebab selama ini ayat-ayat al-Qur’an selalu ditafsirkan oleh kaum lelaki sehingga terdapat bias-bias patriarki dalam penafsirannya, karena kurang mengakomodir kaum perempuan.

Sekiatar tahun 1972 ketika Riffat menjadi dosen penasihat Mahasiswa Islam cabang Oklahoma State Universuty Stillwater, lalu ia mendapat undangan untuk memberikan sambutan dalam acara seminar tahunan mengenai isu-isu gender. Dari sinilah Riffat kemudian melakukan studi tentang perempuan lebih serius.

Pada tahun 1983-1984, Riffat pernah terlibat dalam suatu proyek penelitian di Pakistan ketika itu, masa pemerintahan Ziaul Haq dan Islamisasi di Pakistan sedang di mulai. Tujuan Islami tersebut untuk membentuk masyarakat sejati.Namun pada akhirnya islamisasi justru menyebabkan konflik sosial dan disintegrasi di Pakistan dengan munculnya kalangan  Islamis dan Nasionalis. Anehnya menurut Riffat, setiap negara atau pemerintahan mulai melakukan islami, tindakan pertama yang dilakukan adalah memaksa perempuan kembali masuk ke dalam rumah, membelakukan undang-undang yan g cenderung diskriminasi dan merugikan kaum perempuan.

Kondisi dan sistem politik yang semacam ini rupanya juga mendorong Riffat untuk memecahkan masalah diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan dalm masyarakat Islam melalui reintepretasi atas teks-teks al-Qur’an. Sebab menurutnya, adanya diskriminasi terhadap perempuan berakar dari asumsi-asumsi teologis yang keliru dan harus dibongkar melalui reinterpretasi terhadap al-Qu’an yang meupakan sumber nilai tertinggi bagi umat Islam. ide-ide cemerlang Riffat dinilai oleh banyak kalangan telah memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap gerakan perempuan khususnya di Pakistan.

Terlepas dari kontroversi yang ada, Riffat adalah sosok perempuan yang produktif , progesif dan kreatif  terbukti dengan karya-karyanya khususnya dalam karya yang berbau perempuan seperti: Women Living under Muslim Laws, Women’s Rights in Islam, Women’s Religion and sexuality, Muslim Women and Patriarcal Islam.

Riffat Hassan mengajarkan pada kita, sebuah sosok perempuan yang pemberani meskipun dalam intrik bayang-bayang kondisi politik yang tidak aman ia tetap semangat memperjuangkan kaum perempuan.

Nafilah Zulfa

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ustadz Maaher dan Tren Ceramah Hinaan

Ustadz Maaher at-Thuwailibi, sebutan ustadz milenial dengan nama lengkap Soni Eranata yang memiliki banyak followers, mulai dari Instagram, Twitter bahkan Facebook. Ini baik, sebab...

Memanas, Iran Akan Serang Pangkalan Israel di Luar Negeri

TEL AVIV - Rezim Zionis Israel mulai khawatir bahwa kepentingan pangkalan Israel di luar negeri akan jadi target yang diserang Iran. Kekhawatiran muncul setelah...

Ulama Harus Tunjukkan Sikap dan Perilaku yang Baik

Harakatuna.com. Jakarta - Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan, maka mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang baik. Seperti itulah metode yang dilakukan para...

Tiga Amal Saleh Yang Menyelamatkan Anda

Dalam sebuah hadis yang yang riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim terdapat sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu selamatnya tiga orang yang terjebak dalam gua lantaran...

Gabungan TNI dan Polri Tangkap Kelompok Teroris MIT di Kabupaten Sigi

Harakatuna.com. Sigi - Hingga sepekan pascaserangan terorisme di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, aparat gabungan TNI dan Polri mengintensifkan pengejaran kelompok teroris MIT. Tak hanya...

Agar Tidak Bosan Saat Menulis

Writer’s block, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh psikoanalis Edmund untuk menggambarkan keadaan penulis yang tidak bisa menggambarkan apapun dalam tulisannya. Situasi seperti ini hampir...

Islam Otentik Menolak Separatisme

Usaha membendung arus separatisme dan radikalisme  tidak bisa dilakukan hanya dengan menolak paham separatisme radikal atau menangkap pelaku teror. Melainkan memerlukan sebuah aksi pemerintah...