26.1 C
Jakarta

Ribuan Warga Irak Kutuk Penjajah Amerika

Artikel Trending

Harakatuna.com. Baghdad – Ribuan warga Irak pada hari Ahad (3/1) mengutuk penjajah Amerika. Anggapan masyarakat terhadap AS sebagai penjajah era baru meletus kuat setelah terbunuhnya Jenderal Sulaimani yang ditengarai dilakukan oleh AS.

Dalam peringatan satu tahun setelah serangan pesawat tak berawak AS menewaskan komandan Iran Qasem Solaimani dan rekan Irak-nya Letnan Abu Mahdi Al-Muhandis. Berawal dari kisah tragis ini warga Irak terus memandang AS sebagai musuh bebuyutan yang tiada ampun.

Dilansir dari media setempat, kejengkelan Irak terhadap AS telah lama bersarang. Namun perpecahan ini dipicu lagi oleh terbunuhnya Sulaimani yang menyejarah bagi warga Irak. Sehingga dari itu, aparat keamanan Irak bersumpah untuk menyerang AS habis-habisan pasca dilantiknya Biden.

Peringatan setahun kematian itu juga diadakan di Iran dan oleh para pendukung di Suriah, Lebanon, Yaman, dan tempat lain. Asharq Al-Awsat melaporkan bahwa negara pemerintah Irak tidak akan pernah berdamai dengan AS apapun kondisinya. Bahkan Meraka mengutuk penjajah Amerika sebagai musuh turunan.

BACA JUGA  Gara-gara Karikatur Nabi, Timur Tengah Baikot Produk Prancis

Menjelang peringatan, para komandan Syiah telah kembali meningkatkan ketegangan regional pada pekan-pekan sebelum Presiden AS Donald Trump, yang memerintahkan pembunuhan, mengakhiri masa jabatannya di Gedung Putih.

Di Irak, jaringan paramiliter Hashed al-Shaabi atau yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) pro-Iran yang dipimpin mendiang Muhandis, telah memimpin aksi-aksi berkabung dan marah atas kematian kedua komandan tersebut.

Ribuan pelayat berpakaian hitam pada Sabtu malam berkumpul di tempat dekat bandara internasional Baghdad, lokasi AS merudal dua kendaraan yang menewaskan Soleimani, Muhandis, dan delapan orang lainnya. Dalam aksi ini ribuan massa mendeklarasikan diri untuk menolak dan mengutuk penjajah Amerika.

BACA JUGA  Israel Kembali Hancurkan Desa Badui di Araqib Palestina

Dengan cahaya lilin, mereka menghormati “para martir” mereka dan mengutuk “Setan besar” dan penjajah Amerika di lokasi, di mana dinding di dekatnya masih ditancapi pecahan peluru

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru