34 C
Jakarta

Rentan Kasus Anarko, Personel Gabungan TNI-Polri Lakukan Patroli Sekala Besar

Artikel Trending

AkhbarDaerahRentan Kasus Anarko, Personel Gabungan TNI-Polri Lakukan Patroli Sekala Besar
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Malang – Rentan kasus Anarko, Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang aktifkan patroli sekala besar. Pemerintah terus berupaya untuk mempersempit ruang gerak kelompok itu. Patroli dilakukan dari tingkat desa hingga ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Hari ini (Sabtu 18/4/2020) personel gabungan yang dikerahkan untuk melakukan patroli tersebut. Mereka sudah mulai beroperasi melakukan penyisiran di wilayah Kabupaten Malang. ”Apel kali ini kita libatkan sekitar 380 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan dibantu rekan pemerintahan Kabupaten Malang. Mulai di tingkat desa, kemudian Muspika, dan ditambah Banser akan Ikut bantu kita (Polres Malang) dalam pelaksanaan pengamanan,” kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Ditemui awak media saat menghadiri agenda Apel Jogo Kabupaten Malang pemerintah masih tegaskan Kab. Malang aman dan Kondusif. Kapolres Malang mengaku ratusan personel yang dikerahkan untuk melakukan patroli skala besar tersebut. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya aksi anarko.

”Sudah sejak beberapa hari lalu tim gabungan dari satuan Reskrim dan Satreskoba. Selain itu intelkam bergerak setiap hari. Kami memonitor apakah ada pergerakan yang akan mereka (anarko) lakukan. Sedangkan hari ini, kami lakukan patroli skala besar untuk melihat ke titik yang kita anggap rawan. Kami akan cek semua apakah akan ada pergerakan,” terang Hendri.

Menakar Potensi Kasus Anarko di Kabupaten Malang

Seperti yang sudah diberitakan, hari ini (Sabtu 18/4/2020) kelompok yang mengatasnamakan anarko akan turun jalan. Mereka dikabarkan hendak membuat aksi massa yang memprotes akan kebijakan negara. Jauh sebelum mengancam akan menurunkan massa, kelompok anarko ini sudah menebar teror. Mereka melancarkan aksi vandalisme bertuliskan kalimat makar. Seperti salah satunya yang terjadi di Underpass Karanglo, Kabupaten Malang.

BACA JUGA  Peringati HUT RI ke-77, BNPT Baiat 40 Eks Napiter Setia NKRI

”Kalau anarko lebih ke arah destruktif (merusak), termasuk aksi pencoretan (vandalisme). Untuk itu akan selalu kita monitor, dan kita lakukan upaya penyelidikan untuk dapat ketahui siapa pelakunya,” ungkap Hendri.

Seiring berkembangnya zaman, lanjut Hendri, kelompok anarko sudah bertransformasi dari segi penampilan. Sebelumnya, para anggota anarko ini berpenampilan mirip seperti anak jalanan. Namun, saat ini para kelompok anarko ini sudah berpenampilan seperti masyarakat pada umumnya. Hanya saja, mental destruktif yang ada dibenak anggota anarko masih melekat dan susah dihilangkan.

”Terus terang (anarko) banyak dijumpai di kawasan Malang Utara, seperti misalnya di Kecamatan Singosari, Lawang, Karangploso, dan Dau,” ujar Hendri.

Dijelaskan Hendri, pada empat wilayah yang dianggap rawan tersebut, sudah dijadikan prioritas utama untuk dilakukan patroli. Tujuannya adalah untuk meminimalisir adanya aksi massa yang dilakukan oleh kelompok anarko.

”Kalau ada tindakan pidana yang mereka lakukan, seperti pengerusakan penghinaan atau hal lainnya. Saya pastikan nanti akan kami tindak secara tegas,” tutup perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahu ini.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru