31.9 C
Jakarta

Relasi Sosial Hizbut Tahrir dan Militer di Indonesia (Bagian IV)

Artikel Trending

KhazanahResonansiRelasi Sosial Hizbut Tahrir dan Militer di Indonesia (Bagian IV)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Apa yang dilakukan oleh HT di luar negeri, juga dilakukan oleh HTI, sebab, HT merupakan sebuah partai internasional yang diikat berdasarkan kesatuan pemikiran, perasaan dan kepemimpinan yang dikenal dengan ungkapan kullun fikriyun syu’uriyun (Hizbut Tahrir 2001). Selain itu, HT memegang teguh prinsip taat dan tsiqah kepada pimpinan (qiyadah) (Hizbut Tahrir n.d.).

Kepemimpinan HT bersifat tunggal di setiap jenjang kepengurusan (internasional, nasional dan lokal) (Hizbut Tahrir 1995). HT mempunyai konsep tabanni, yaitu mengadopsi suatu ide, pemikiran, hukum, fiqih analisis politik dan aturan administrasi keorganisasian. Setiap aktivis HT di seluruh dunia, wajib mengadopsi (tabanni), apa saja yang di-tabanni oleh HT, tanpa melihat benar atau salah, jelas atau buram, paham atau tidak paham dan sedkit atau banyak (Hizbut Tahrir n.d.).

Thalab al-nushrah merupakan pemikiran yang di-tabanni oleh HT. Oleh karena itu, menjalin hubungan dengan militer di Indonesia adalah sebuah keharusan, kewajiban dan keniscayaan bagi HTI.

Rencana HTI ingin menjalin hubungan dengan militer telah tercantum dalam Blue Print Dakwah HTI 2004. Di dalam dokumen tersebut tertera target jumlah rekrutmen perwira tinggi dan menengah TNI-Polri (Maktab HTI 2004). HTI mulai serius menggarap militer dengan dibentuknya Lajnah Thalab an-Nushrah pada bulan Muharram 1431 H/Januari 2010 atas arahan dan perintah langsung Amir HT.

Hubungan HTI dan TNI terjadi selama kurun waktu kedatangan Abdurrahman al-Baghdadi di awal tahun 1980 sampai sekarang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Keberadaan Abdurrahman al-Baghdadi dan aktivitasnya telah diketahui oleh Kodim Kota Bogor, namun sekedar dimonitor, karena dianggap belum berbahaya (Gus Yasin, 2021).

Dalam hubungan antara HTI dan TNI, HTI yang mengambil inisiatif terlebih dahulu, karena HTI yang berkepentingan atas hubungan tersebut, terkait dengan tujuan politik mereka. Sedangkan TNI bersikap pasif dan normatif, karena TNI tidak punya kepentingan terhadap HTI, selain dari kewajibannya menjaga pertahanan dan keamanan negara, termasuk adanya indikasi ancaman dari dalam negeri. HTI dan TNI sama-sama institusi yang ideologis.

Keduanya mempunyai budaya organisasi yang mirip, seperti kepemimpinan bersifat tunggal pada semua level, bersifat komando, menggunakan jalur komunikasi satu arah secara vertikal, bukan horizontal, dan menjunjung tinggi disiplin serta menjaga kerahasiaan organisasi. Jika TNI adalah organisasi militer, maka, organisasi HTI bersifat semi militer.

Kedua belah pihak mempunyai ideologi yang berlawanan, jika tidak dikatakan bermusuhan. HTI mengemban ideologi mereka yang mau diterapkan dalam bentuk negara khilafah di wilayah Indonesia, adapun TNI berideologi Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rekan-rekan HTI di Arab, Asia Tengah dan Asia Selatan punya pengalaman pahit ketika diberangus militer di sana karena terlibat kudeta menggulingkan pemerintah yang sah.

Sedangkan TNI, punya pengalaman pahit  menghadapi pemberontakan-pemberontakan di tanah air, yang puncaknya ketika G 30/S PKI, yang memakan korban enam jenderal TNI, selain prajurit-prajurit yang terlibat PKI. Kedua belah pihak sudah tahu sama tahu posisi masing-masing. Oleh sebab itu, hubungan dijalin dengan sangat hati-hati dan kewaspadaan tinggi.

Hubungan institusional antara HTI dan TNI, artinya hubungan antar organisasi, dari organisasi oleh organisasi dan kepada organisasi. Individu-individu yang terlibat di dalamnya, dalam kapasitas sebagai anggota dan pengurus organisasi.

HTI secara berkala melakukan kunjungan ke TNI dalam rangka menjalin hubungan baik, menjelaskan tentang HTI, menyampaikan sikap HTI terkait isu-isu tertentu, dan mengundang TNI menghadiri kegiatan HTI. Secara kronologis, kunjungan HTI ke TNI disajikan dalam tabel berikut:

Tabel. 2. Kunjungan HTI ke TNI

No Judul Berita Jenis Kegiatan (tempat, waktu) Keterangan
1 Silah Ukhuwah HTI ke Korem 042/Garuda Putih (HTI Press 2009b). Silaturhami (Makorem 042/Garuda Putih, 06/01/2009) Delegasi HTI menjelaskan tentang HTI
2 Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary: Perlu Waktu Untuk Memahamikan Syariah Islam (HTI Press 2009a). Kunjungan DPD HTI Jabar ke Kodam. (Kodam Siliwangi, 02/09/2009) Delegasi HTI Jabar menjelaskan tentang profil Hizbut Tahrir
3 Kunjungan Silaturahmi ke Kodim 0817/Gresik (HTI Press 2011). Kunjungan (Kodim 0817/Gresik, 24/08/2011) Delegasi HTI menjelaskan sepak terjang HTI Gresik, memberi tabloid “Media Umat, majalah ‘al-waie dan materi konferensi rajab.
4 HTI Babel Kunjungi Kodim Bangka (HTI Press 2012a). Kunjungan (Makodim 0413/Bangka, 07/05/2012) Dihadiri Danramil se-Bangka
5 Kunjungan HTI ke Kodim Kota Semarang  (HTI Press 2012b). Kunjungan (Makodim 0733/Semarang, 17/05/2012) Kunjungan HTI ke Kodim Kota Semarang (HTI Press, 2012b).
6 Asisten Teritorial Kodam VII Wirabuana: SDA Indonesia Belum Dikelola Untuk Kesejahteraan Rakyat (HTI Press 2012c). Kunjungan HTI (Makodam VII Wirabuana, 13/06/2012) Dalam rangka sosialisasi acara Silaturahmi Tokoh Umat HTI Sulsel
7 Pangdam Jaya Terima Kunjungan DPP Hizbut Tahrir (Puspen TNI 2012). Kunjungan (Makodam Jaya, 19/06/2012) Delegasi HTI dipimpin Ketua Umum M. Rhamat Kurnia
8 Kapolres  Kobar dan Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun Sepakat Dakwah Syariah Tanpa Kekerasan (HTI Press 2012d). Kunjungan (Makodim 1014/Pangkalan Bun, 17/09/2012) Kapolres  Kobar dan Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun Sepakat Dakwah Syariah Tanpa Kekerasan
9 Danrem Sambut Baik HTI Babel (HTI Press 2013a). Kunjungan (Makorem 045/Garuda Jaya, 27/02/2013) HTI menyampaikan undangan Muktamar Khilafah
10 Silaturahmi HTI ke Wagub dan Korem 143/Haluoleo (HTI Press 2013b). Silaturhami (Makorem 143/Haluoleo, 25/03/2013) HTI menginformasikan acara Muktamar Khilafah
11 HTI Ajak Korem 031/Wirabima Sukseskan Muktamar Khilafah Riau (HTI Press 2013c). Kunjungan (Makorem 031/Wirabima, 15/05/2013) Sosialisasi acara Muktamar Khilafah
12 Pangdam I Bukit Barisan Terima Audiensi Hizbut Tahrir Indonesia DPD HTI Sumatera Utara (Puspen TNI 2013). Kunjungan (Makodam I Bukit Barisan, 11/10/2013) Delegasi HTI dipimpin Ketua DPD I HTI Sumatera Utara Irwan Said
13 Kunjungan HTI ke Kodim 0818/Malang: Manunggalnya Militer dengan Islam Menjadi Kekuatan yang Tak Terkalahkan (HTI Press 2014a). Kunjungan (Makodim 0818/Malang, 09/05/2014) Diterima oleh Kasdim
14 Hizbut Tahrir Silaturahmi ke Korem 031/Wirabima  (Penerangan Angkatan Darat 2014; Puspen Mabes TNI 2014a) Kinjungan (Makorem 031/Wirabima, 22/10/2014) Delegasi HTI dipimpin oleh Ketua DPD I HTI Riau, Ardiansyah
15 Danrem 074/Wirastaratma menerima audiensi panitia penyelenggara ICMS 2014 (Puspen Mabes TNI 2014b)

 

 

Kunjungan (Makorem 074/Wirastratama, 22/10/2014) Kunjungan dilakukan oleh Lajnah Khusus Mahasiswa HTI Solo Raya
16 Kasdam XVII/Cendrawasih Terima Audiensi DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Papua (Puspen Mabes TNI 2015).

 

Kiunjungan (Makodam VII/Cenderawasih, 07/04/2015) Delegasi HTI dipimpin oleh Ketua DPD I HTI Papua, M. Abdur Rauf.
17 Dandim Lamongan: “HTI Merupakan Organisasi yang Senantiasa Medukung Kepentingan Masyarakat (Penerangan Angkatan Darat 2015a). Kunjungan (Makodim, 0812/Lamongan, 07/07/2015) Delegasi HTI dipimpin oleh Ketua DPD HTI Lamongan, Bapak Edy
18 Pangdam Jaya Terima Sikap HTI Mengenai Tolikora (Penerangan Angkatan Darat 2015b).

 

 

Kunjungan (Makodam Jaya, 24/07/2015) Delegasi HTI dipimpin Ketua DPP HTI Rohmat S Labib
19 Danrem 045/Gaya Ajak Hizbut Tahrir Indonesia Jaga Stabilitas Babel (Penerangan Kodam II Sriwijaya 2016; Puspen Mabes TNI 2016).

 

Kunjungan (Makorem 045/Garuda Jaya, 24/02/2016) Delegasi HTI dipimpin oleh Firman Saladin
20 Foto Bersama HTI Kalsel Perkuat Ukhuwah dengan Ulama dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (HTI Press 2016a). Halal bi halal silaturhami ke rumah Danrem 101 Antasari (12/07/2016) Foto Bersama HTI Kalsel Perkuat Ukhuwah dengan Ulama dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (HTI Press, 2016b).

Sumber: Diolah penulis dari website fokusmedia diakses 31/10/2021, Mabes TNI, TNI AD, Kodam II Sriwijaya diakses 07/04/2022.

Dari data di atas, semuanya menunjukkan bahwa HTI mengunjungi Angkatan Darat. Angkatan Laut dan Angkatan Udara tidak dikunjungi. Hal ini disebabkan karena pergerakan HTI mengikuti dan berdasarkan teritoral struktur organisasi mereka. Struktur teritorial Angkatan Darat sesuai dengan struktur HTI. Dengan demikian, pergerakan HTI belum sinkron dengan isi dokumen Blue Print Dakwah HTI 2004 yang juga menargetkan rekrutmen perwira Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Bersambung…

Ayik Heriansyah
Ayik Heriansyah
Mahasiswa Kajian Terorisme SKSG UI, dan Direktur Eksekutif CNRCT

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru