26.3 C
Jakarta
Array

Rektor Unipa Tegur Dosen dan Mahasiswa Pengikut HTI

Artikel Trending

Rektor Unipa Tegur Dosen dan Mahasiswa Pengikut HTI
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Manokwari – Rektor Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Yacob Manusaway, membenarkan ada dosen dan mahasiswa sebagai anggota Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI dan melakukan kegiatan di kampus. “Saya telah menerima laporan itu, dan dosen itu sudah saya panggil untuk memberikan keterangan. Dia mengaku sebagai pengikut HTI jauh sebelum dikeluarkannya larangan oleh pemerintah,” ujar Manusaway di Manokwari, Jumat, 16 Juni 2017.

Baca:  Wiranto: Pemerintah Akan Bubarkan HTI

Manusaway mengatakan, dosen yang tidak dia sebutkan namanya itu, berasal dari Fakultas Kelautan dan Perikanan. Manusaway mengatakan, berdasarkan pengakuan dosen tersebut bahwa benar ada sekelompok mahasiswa yang telah diajak bergabung ke HTI dan  selama ini melakukan aktivitasnya di lingkungan Kampus.

“Mereka selama ini beraktivitas bersama-sama dengan UKM Keagamaan yang ada namun di sisi lain ternyata mereka adalah pengikut HTI,” katanya.

Sesuai dengan edaran menteri dan perintah Presiden sekaligus demi kebersamaan di lingkungan Kampus, maka sebagai Rektor, Manusaway telah mengeluarkan surat teguran sebagai langkah pertama agar dosen tersebut bersama sejumlah mahasiswa pengikutnya untuk tidak melanjutkan aktivitas HTI di lingkungan Kampus.

“Langkah awal, saya hanya berikan teguran resmi agar kegiatan mereka tidak dilanjutkan. Namun apabila masih berlanjut maka saya siap menyerahkan mereka ke pihak penegak hukum,” kata Manusaway.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Papua, Immanuel Rumere, mengatakan BEM telah mengetahui aktivitas HTI di lingkungan kampus, namun sebagai sesama mahasiswa pihaknya lebih mengedepankan sikap saling menghormati dan melaporkan hal itu kepada Rektor sebagai penanggung jawab Kampus.

“Rata-rata mahasiswa di Kampus ini heterogen dari latar belakang suku, ras dan agama itulah yang selalu kami jaga sehingga kehadiran paham radikal yang anti Pancasila jangan sampai mengganggu kebersamaan kami selama ini di kampus,” ujarnya.

Dia beharap, mahasiswa tidak terjebak dalam memilih kegiatan ekstra di luar kampus yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depan.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sebelumnya mengatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk membubarkan organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Pertimbangan itu didasari sejumlah alasan dan aspirasi masyarakat.

Baca juga: Akan Dibubarkan, Ini yang Dilakukan HTI

“Sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional,” ujar Wiranto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin, 8 Mei 2017.
Hans Arnold

Sumber: Tempo.com

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru