29.2 C
Jakarta

Radikalisme-ekstremisme Muncul Akibat Imajinasi Utopis Kejayaan Islam Masa Lalu

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baleho. Suasana damai tenan, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Harakatuna.com. Jakarta – Harakatuna Media menggelar Webinar Nasional dengan tajuk “Strategi Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme Berbasis Partisipasi Masyarakat” melalui aplikasi Zoom Meeting dan live YouTube, Sabtu (24/10) kemarin. Harakatuna.com bekerja sama dengan Center for Narrative Radicalism and Cyber Terrorism (CNRCT), LAN RI, Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, dan ruangobrol.id.

Webinar Nasional yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut dipandu oleh Ridwan Bahrudin sebagai host dan Nikmatus Sholikah sebagai moderator, dan dihadiri langsung oleh Ketua Prodi Kajian Terorisme SKSG UI Muhammad Syauqillah, serta Noor Huda Ismail, pendiri ruangrobrol.id, akademisi dan praktisi yang saat ini sedang Visiting Fellow RSiS, NTU, Singapura.

Dalam presentasinya, Noor Huda Ismail memperkenalkan gagasan tentang ‘Lived Islam vs Imagined Islam Co-Active Community Engagement’. Menurutnya, sebagian umat saat ini Islam justru terjebak dalam imajinasi utopis kejayaan masa lalu, dan dari situlah radikalisme-ekstremisme hadir. Kehidupan Islam yang seharusnya, oleh mereka, justru di-thaghut-kan, di-takfir-kan, dan narasi-narasi sejenisnya.

“Lived Islam itu praktik-praktik Islam yang sudah lama dan tidak hanya hari ini terjadi di Saudi Arabia saja, tapi juga di negara lain. Kalau imajined Islam itu menjadikan ‘Oh Islam tuh harusnya begini’, harusnya begini. Sebetulnya gimana sih masyarakat biar bisa ikut terlibat (mencegah radikalisme-terorisme, red.). Makanya pakai namanya Co, artinya dua, Active itu aktif. Seluruh program yang kita bikin itu bukan one way, tetapi two ways,” terangnya.

Jika Noor Huda bertolak dari strategi mikro, Muhammad Syauqillah justru bertolak dari strategi makro. Menurutnya, untuk mencegah radikalisme-terorisme, terlebih dahulu problematikanya. Setelah, pencegahan menyesuaikan dengan masalah yang melatarbelakanginya. Pelibatan keluarga, penggunaan seni, pemanfaatan teknologi, WNI simpatisan ISIS, media sosial, pendanaan, narasi khilafah, dan lainnya, mesti ditanggulangi dengan cara yang sesuai.

“Karena kalau kita langsung menyasar apa yang kita harus lakukan tanpa melihat problematika terror yang ada, nanti kita akan salah sasaran,” tutur pria yang akrab disapa Syauqi.

Webinar tersebut berjalan hangat, diskusi dengan para audien pun terjadi melalui banyak pertanyaan yang diajukan. Salah satu peserta, Ainul Yaqin, yang hampir terjerumus propaganda radikal melalui internet mengaku terkesan dengan pemaparan kedua pemateri. Strategi mencegah radikalisme-terorisme yang ditawarkan, bagi Yaqin, harus segera dieksekusi.

“Tidak hanya opini, beliau (pemateri, red.) menjelaskan dan menawarkan sesuatu yang referensial dalam menanggulangi problem radikalisme dan terorisme. Saya sangat bersyukur bisa mendengar pemaparan Pak Syauqi, saya juga suka dengan pengalaman lapangan Pak Noor Huda. Karenanya, saya sangat berterima kasih atas penyelenggaraan webinar ini. Sangat bermanfaat,” pungkasnya. (Khr)

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Guru dan Amanat Menengahi Pertarungan Ideologi

Apa yang membedakan antara hari ini, Rabu, 25 November 2020, dengan Senin, 25 November 2019 lalu? Atau lebih jauh, apa perbedaan 5 November setiap...

Agama Sering Dipakai untuk Ciptakan Intoleransi dan Tindakan Ekstrem

Harakatuna.com. Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan, negara-negara di seluruh dunia harus menjadikan agama sebagai landasan toleransi, perdamaian, dan kemanusiaan. Sehingga tidak...

Tipologi Habib yang Baik dan Tidak Baik Diikuti

Sila Ketiga Pancasila berbunyi "Persatuan Indonesia". Frase ini terdengar memerintahkan seluruh penduduk Indonesia memegang kendali persatuan, tanpa memandang sekian perbedaan: suku, adat, bahkan agama....

Posting ‘Polisi Siap Bunuh Rakyat’ di FB, Eks Ketua FPI Aceh Ditangkap

Harakatuna.com. Banda Aceh - Mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Kota Banda Aceh, AB, ditangkap terkait pelanggaran UU ITE. Pelanggaran ini terdapat dalam postingannya...

Hukum Mengkultuskan Orang dalam Islam, Jatuh Syirik?

Sejak kedatangan Habib Riziq ke Indonesia pada tanggal 10 November. Para pendukungnya ramai-ramai mengkultuskan beliau sebagai pemimpin umat Islam yang akan merevolusi akhlak bangsa...

Ikhwanul Muslimin Masih Jadi Benalu Hubungan Mesir-Turki

Harakatuna.com. Kairo-Sumber-sumber di Mesir mengungkapkan hubungan yang erat antara Mesir dan Arab Saudi tidak mencegah setiap negara mempertahankan batas kemerdekaan untuk bergerak sesuai keinginan...

Rethinking dan Aktualisasi Jihad di Era Pandemi

Berbicara mengenai isu jihad dalam Islam dan dinamika global, mungkin tidak akan menemukan titik akhir. Isu-isu jihad akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman....