31.3 C
Jakarta

Poros Amerika Serikat-Teluk, Sisi Lain Revolusi Arab Spring?

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Era millennial saat ini, para pengamat menyebutkan, peta pengaruh Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah diya berubah menyusul merebaknya revolusi di sejumlah negara Arab, seperti Mesir, Tunisia, Libya, Suriah, dan Yaman. Peristiwa ini dikemudia hari dikenal dengan istilah arab spring.

Bagi Amerika Serikat, revolusi Arab (yang biasa disebut kalangan Barat sebagai Arab Spring) merupakan kesempatan besar untuk meningkatkan peran di negara-negara yang haus akan demokrasi dan inovasi. Ini juga membuka peluang baru bagi Amerika Serikat untuk menyusun strategi aliansi baru, demikian yang dilansir Republika, Selasa, (21/9/2020).

Tidak diragukan, Washington terkejut dengan jatuhnya rezim Mesir dan Tunisia yang selama ini menjadi sekutu dekatnya. Peristiwa arab spring yang ditandai dengan revolusi di Mesir dan Tunisia sedikit banyak telah mengganggu hubungan antara kedua negara tersebut dan Amerika Serikat. Selain itu, revolusi juga membuka jalan bagi kelompok-kelompok Islam yang selama ini ditekan pemerintah untuk memimpin negara tersebut di bawah tatapan curiga Barat.

Meski demikian, hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara Teluk masih cukup baik. Negara-negara Teluk dan Amerika Serikat  merupakan pasangan yang kompak dalam membangun kebijakan luar negeri. Karena, negara-negara Teluk maupun Amerika Serikat merasa khawatir dengan ambisi Iran untuk mengembangkan program nuklir.

Untuk itu, negara-negara Teluk menyediakan basis militer bagi Amerika Serikat, termasuk markas bagi kapal ang katan laut ke-5 AS di Bahrain. Hal ini merupakan bagian dari strategi Pentagon yang akan segera menarik pasukannya dari Irak pada akhir 2011.

Singkatnya, pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah mendapat pukulan telak menyusul mekarnya Arab Spring. Sebaliknya, pengaruh Amerika Serikat kian bersinar di negara-negara Teluk.

Direktur Pusat Studi Strategi di Kuwait Sami Alfaraj mengatakan, Amerika Serikat telah kehilangan teman yang mudah diprediksi gerakannya seperti mantan presiden Mesir Husni Mubarak. Namun, pada saat yang sama, kedekatan dengan aliansi Teluk semakin meningkat. “Jadi, memang ada perubahan bagi pengaruh Amerika Serikat,” katanya pada 2011 lalu.

Dipimpin negara superkaya, yakni Arab Saudi dan Qatar, para penguasa Teluk berupaya membangun pusat politik yang tertuju pada mereka. Serangan NATO di Libya melibatkan kontribusi pesawat tempur Qatar dan Uni Emirat Arab.

Enam negara blok Teluk juga terlibat mendorong Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengundurkan diri ketika itu sesuai tuntutan para pengunjuk rasa. Mereka juga menekan Presiden Suriah Bashar al-Assad agar melakukan hal yang sama (mundur). Padahal, rezim Suriah merupakan salah satu mitra penting Iran. Peristiwa inilah yang oleh masyarakat dunia disebut sebegai arab spring dimana para petinggi negara-negara Islam diporak-poranda.

Dalam perkembangan ini, para penguasa Teluk menginginkan perubahan berhenti di perbatasan mereka sendiri. Maret lalu, pasukan keamanan yang dipimpin Saudi membantu tetangganya, Bahrain, dalam membela dinasti Suni yang telah berkuasa selama 200 tahun tanpa proses pemilihan agar tetap berdiri.

Pasukan keamanan tersebut membantu Bahrain dalam menghadapi para pengunjuk rasa pro reformasi di negara yang mayoritas warganya menganut paham Syiah itu. Maka, di sini terjadi standar ganda. Di satu sisi, mereka selalu mendengungkan demokrasi. Tetapi, saat kepentingan mereka terusik, mereka tak peduli dengan demokrasi itu sendiri.

Salah seorang mantan pejabat Kementerian Luar Negeri AS Nicholas Burns mengatakan, tak ada satu pun yang kebal terhadap gelombang perubahan. Kami akan terus menasihati agar negara-negara Teluk tetap berupaya melakukan reformasi, katanya.

Burns percaya, Arab Spring telah memberikan banyak pelajaran bagi para diplomat Amerika Serikat, utamanya dalam hal kesabaran dan perspektif. Menurutnya, Arab Spring merupakan buah dari peran Amerika Serikat selama bertahun-tahun, bahkan dekade di wilayah tersebut.

 

Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen dan Ketua PC Ansor Pidie Jaya, Aceh.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

900 Pejuang Suriah Pulang dari Nagorno Karabakh

Harakatuna.com. Damaskus - Lebih dari 900 pejuang Suriah pro-Turki telah kembali ke negara itu setelah berakhirnya pertempuran di daerah sengketa Nagorno-Karabakh. Hal itu diungkapkan pengawas perang Suriah yang...

Permohonan Maaf Habib Rizieq Bukti Revolusi Akhlak?

Kelihatannya memang benar, meski tak sepenuhnya setuju, bahwa kedatangan Habib Rizieq, sosok yang disebut sebagai Imam Besar ini, tidak lain sebagai salah satu faktor...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Tidak Ada Toleransi Bagi Teroris

Harakatuna.com. Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan tidak ada toleransi bagi teroris di Poso, Sulawesi Tengah, yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur...

Hukum Mengakses Wifi Tanpa Izin, Haramkah?

Di zaman serba canggih ini, kebutuhan akan akses internet sangat meningkat. Akses internet telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi layaknya kebutuhan sandang, papan...

Kampus Harus Berani Suarakan Kewaspadaan Penyebaran Paham Radikal

Harakatuna.com. Medan – Perguruan tinggi dengan para akademisinya aktif menyuarakan kewaspadaan penyebaran paham radikal intoleran serta memberikan pembelajaran literasi digital kepada mahasiswa dan generasi...

Melihat Poros Radikalisme di Tubuh Pendidikan dan Tafsir Remoderasinya

Bukan barang aneh dan baru di tubuh pendidikan tercemari paham radikalisme. Keterlibatan dan bersemayam paham radikal sudah lama dan nampaknya seolah menjadi model di...

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...