Polisi Sebut Radikalisme di Tanjungpinang Disebar Via Medsos


0
7 shares

Harakatuna.com. Tanjungpinang-Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan penyebaran paham radikalisme di wilayah Tanjungpinang sebagai besar dilakukan melalui media sosial. Kendati begitu, menurutnya, situasi di wilayahnya masih aman dan kondusif dari bahaya paham radikalisme.

Ucok mengatakan sedikitnya ada tiga orang yang terindikasi berpaham radikal di wilayahnya. Dia juga menyebut ciri-ciri ketiga orang itu dalam kehidupan bermasyarakat.

“Diidentifikasi baru tiga orang, (ciri-cirinya) menutup diri, menolak komunikasi tetangga, menolak komunikasi selayaknya bertetangga, suami rela meninggalkan anak istri,” kata Ucok di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (25/2).

Dia mengatakan pihaknya rutin melakukan berbagai program untuk mencegah penyebaran paham radikalisme. Mulai dari pelaksaan subuh keliling, Jumat Keliling, serta sosialisasi di sekolah-sekolah.

Dalam hal ini, kata Ucok, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang ada di wilayah Kepri dan Sumatera.

Polres Tanjungpinang rutin mengunjungi sejumlah institusi pendidikan dalam rangka mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan masyarakat dengan program deradikalisasi dan kontra radikalisme. Salah satunya dengan mengunjungi Pondok Pesantren Darul Muchilsin.

Ponpes Darul Muklasin sendiri merupakan salah satu ponpes yang ada di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pengurus Ponped Darul Muchlasin, Muhamad Muslim mengatakan ponpes tersebut memiliki 38 santri. Ponpes tersebut, kata Muslim, memiliki program unggalan yakni tiap santrinya mampu menghafal Alquran 30 juz.

Muslim, selaku pengelola ponpes menuturkan dengan program tersebut diharapkan mampu membuat para santri terbebas dari paparan paham radikalisme.

“Harapannya para santri ini jangan sampai radikal, jangan terpengaruh kebencian dengan negara Indonesia, kunjungan ini supaya para santri tidak mengikuti radikalisme,” kata Muslim di Ponpes Darul Muchlasin.

Program deradikalisame dan kontra radikalisme di ponpes tersebut, kata Muslim tak membuat pihaknya menaruh curiga bahwa kepolisian mencurigai ponpes sebagai tempat penyebaran paham radikalisme. Program itu, sambungnya, justru membuat pihaknya merasa terlindungi.

Baca Juga:  PKPT IPNU IPPNU UM Adakan Pembukaan Majelis

“Perasaan dari kami datangnya polisi merasa aman terlindungi diperhatikan, penegak hukum,” ujar Muslim.


Like it? Share with your friends!

0
7 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.