28.4 C
Jakarta

Pintu Surga Spesial Bagi Orang Yang Suka Berbagi Makanan

Artikel Trending

Asas-asas IslamTasawufPintu Surga Spesial Bagi Orang Yang Suka Berbagi Makanan
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Secara naluriah, ketika seseorang ditraktir atau diberi makanan pasti akan merasa bahagia. Terlebih lagi, traktiran tersebut datang ketika kita sedang membutuhkan pasti perasaan syukur akan membuncah. Dalam Al-Quran sendiri banyak ayat yang memerintahkan umat Islam untuk selalu berbagi makanan, berbagi makan itu memang tidak mudah, apalagi ketika dalam keadaan kepepet. Namun demikian apabila kita berbagi makanan dalam keadaan kepepet itulah yang akan mendatangkan pintu surga yang spesial.

Dalam hadisnya, Rasulullah bersabda bahwa orang yang berbagi makanan itu akan masuk surga melalui pintu spesial.

فَقَدْ رُوِيَ عَنْ مُعَاذٍ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَطْعَمَ مُؤْمِنًا حَتَّى يُشْبِعَهُ مِنْ سَغَبٍ أَدْخَلَهُ اللهُ بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ لَا يَدْخُلُهُ ٳِلَّا مَنْ كَانَ مِثْلَهُ. رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ فِي الْكَبِيْرِ.

Artinya, diriwayatkan dari Muadz bin Jabal, dari Nabi Muhammad bersabda: “Siapa memberikan makan orang mukmin sehingga dia kenyang dari kelaparannya, maka Allah akan memasukkannya ke satu pintu dari pintu-pintunya surga, tidak ada lagi yang masuk melalui pintu tersebut kecuali orang yang serupa dengannya.”

Berbagi Makanan Itu Ibarat Jalan Yang Terjal

Memang berbagi makanan itu tidaklah mudah, karena tidak mudah inilah ketika berbagi akan mendapatkan surga. Dalam Al-Quran sendiri berbagi makanan itu ibarat jalan mendaki yang sukar dilalui. Tentu karena kesukaran inilah yang akan mendatangkan pahala yang berlimpah.

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُۗ. فَكُّ رَقَبَةٍۙ. اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ. يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ. اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ.

Artinya, “Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar? (11), Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (12), (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya) (13), atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan (14), (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat (15), atau orang miskin yang sangat fakir (16).”

Karena termasuk jalan sukar, barang siapa yang berbagi makanan saat terjadi kelaparan maka balasannya adalah surga. Dan lagi-lagi bukan sembarang surga, akan tetapi surga yang spesial juga. hal ini seperti yang diungkapkan Rasulullah

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ٳنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَ بَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا. فَقَالَ أَبُوْ مَالِكٍ الْأَشْعَرِيُّ: لِمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَبَاتَ قَائِمًا وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Artinya, “Sungguh di surga terdapat suatu ruangan yang terlihat luarnya dari dalamnya, dan terlihat dalamnya dari luarnya. Abu Malik Al- Asyari bertanya kepada Rasulullah , “Untuk siapa ruangan tersebut, wahai Rasulullah?” Untuk orang yang berbicara dengan perkataan yang baik, memberi makan kepada orang lain, beribadah malam hari sedang orang lain tengah asyik dalam lelapnya,”

Berlatihlah untuk selalu berbagi makanan, meski terkadang berat namun ini merupakan ibadah utama yang mendatangkan surga spesial. Wallahu A’lam Bishowab.

Ahmad Khalwani
Ahmad Khalwani
Penikmat Kajian Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru