26.8 C
Jakarta

Petunjuk Teknis Manajemen Masjid (Bagian-VI)

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Saya bagikan petunjuk teknis mengelola masjid dengan baik dari berbagai aspek. Tulisan ini boleh disebarkan tanpa mengubah sedikitpun. Anda boleh bertanya dan memberi masukan kepada saya.

MENGURUS JENAZAH

Kematian bersifat pasti, kewajiban orang hidup mengurus jenazah, meskipun pada dasarnya hal ini keharusan dari keluarga yang meninggal dunia. Namun, tetap saja pengurus masjid sudah memiliki kesiapan yang baik untuk mengurus jenazah jamaahnya. Beberapa hal harus diperhatikan.

  1. Menyiapkan petugas yang mengurus jenazah untuk memandikan dan mengkafani, minimal berjumlah 4 orang, 2 pria dan 2 wanita. Jangan hanya 1 orang, sebab kalau ada yang meninggal dunia ternyata petugasnya sedang sakit, akan sangat menyulitkan, terutama di desa-desa.
  1. Menyiapkan peralatan yang siap pakai seperti kain kafan dengan kelengkapannya, bak mandi jenazah, keranda (kurung batang) hingga mobil ambulan, baik memiliki sendiri atau meminjam ke pihak lain seperti masjid lain, Lembaga Amil Zakat, dan lembaga sosial lain.
  1. Menyiapkan pendamping keluarga untuk mengatur dan mengurus segala sesuatunya seperti:
  1. Meletakkan posisi jenazah agar menghadap kiblat
  2. Mengurus administrasi kematian dan lokasi pemakaman.
  3. Mengingatkan dan menenangkan keluarga  agar tidak meratap seperti menangis histeris, mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, dan sejenisnya.
  4. Memandu keluarga dalam prosesi memandikan dan mengkafani sehingga keluarga turut serta dalam mengurus jenazah, tidak sepenuhnya petugas dari masjid.
  5. Mengkomunikasikan siapa yang memberi sambutan dalam prosesi shalat jenazah baik dari pihak keluarga maupun perwakilan masyarakat.
  1. Menyiapkan pemandu pemakaman agar lebih tertib dan teratur sehingga tidak banyak orang yang memberi instruksi di pemakaman. Termasuk yang memberi sambutan dan doa di pemakaman setelah selesai penguburan.
  1. Mengingatkan jamaah untuk saling menghormati atas perbedaan pendapat dalam kaitan dengan urusan kematian  seperti azan, tahlilan, dan sebagainya. Karena itu pengurus masjid harus berada di posisi tengah yang menenangkan.
  1. Sebaiknya menanggung konsumsi keluarga yang berdukacita, setidaknya membawakan makanan kecil dan makanan besar selama hari berkabung, dikoordinir dari para jamaah, siapa yang membawakan nasi, lauk pauk, minuman, buah-buahan dan sebagainya.

 

Drs. H. Ahmad Yani
Drs. H. Ahmad Yanihttp://Harakatuna.com
Ketua Departemen Dakwah PP Dewan Masjid Indonesia

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...