Pertentangan Antara Tradisi dan Modernitas

Tidak semua modernitas yang hadir membawa hal yang negatif dan belum tentu juga tradisi sejak dahulu relevan jika diaktualisasikan pada realitas zaman sekarang


0
44 shares

Sebelum membahas jauh perihal modernitas maka perlu diketahui terlebih dahulu pemaknaan dari modernitas itu sendiri, modernitas sendiri berasal dari kata ‘modern’ yang jika ditarik kepada pemaknaan umum maka bisa diartikan sebagai kehidupan yang berkaitan dengan masa kini, ia juga bisa dimaknai dengan sikap hidup masa kini, peradaban modernitas sendiri mula-mula terbentuk dari Barat dan menyebar keberbagai wilayah. Namun dalam tulisan ini hanya akan dibahas terkait dengan masuknya modernitas dan tantangan modernitas itu sendiri dengan mengaitkan film Tai Chi Zero dan Tai Chi Hero.

Film tersebut mengisahkan dan memperlihatkan betapa kuat tradisi yang di anut masyarakat desa terhadap para leluhur mereka di dalam kerajaan pada saat itu dimana mereka mengikut pada kerajaan dan patuh terhadap penguasa, disisi lain tidak dapat dipungkiri bahwa modernitas pada saat itu sudah ada namun belum bisa diterima begitu baik pada saat itu entah disadari maupun tidak seseorang tidak seharusnya menafikan adanya modernitas sebab waktu demi waktu akan ada yang namanya konstruk dan perubahan terhadap perkembangan zaman, Sehingga tidak boleh sepenuhnya untuk tidak menerima realitas yang ada,

Meski sebenarnya tradisi itu tidak boleh di hilangkan sebab sudah ada dari awal dan dijaga secara turun temurun akan tetapi harus juga di padukan sesuai dengan tuntutan zaman. Terlihat dalam salah satu adegan dalam film tersebut ketika tekhnologi diperlihatkan dan diperkenalkan kepada masyarakat desa mereka sangat tidak setuju padahal tujuan dari teknologi itu sendiri adalah mampu memudahkan manusia baik dari segi aktivitas maupun untuk majunya peradaban.

Dan jika dilihat secara seksama dalam film tersebut ada satu kejadian dimana guru chan sebenarnya tidak mempermasalahkan modernitas tersebut hanya saja ia tak terima karena di bohongi oleh anaknya, ketika anak pertamanya memperlihatkan gerakan kungfunya namun ternyata dibalik itu ia di dukung oleh teknologi yang di pasang di bagian tubuhnya sehingga seakan sangat menguasai gerakan-gerakan kungfu tersebut padahal yang menggerakkan tubuhnya adalah perangkat teknologi yan ia pasang ditubuhnya, ia melakukannya dengan alasan tidak menyukai kungfu namun seolah mendapatkan tekanan dari keluarganya bahwa semua dari keturunannya harus menguasai jurus-jurus kungfu.

Baca Juga:  Kampus dan Radikalisme

Jika dikaitkan di era sekarang dalam khazanah tafsir al-Qur’an seorang mufassir harus memahami perkembangan zaman yang ada sehingga bisa menyesuaikan apa yang seharusnya diterapkan sesuai dengan konteks, itulah urgensi mempelajari perkembangan zaman, sebab apa yang di terapkan pada masa lalu bisa jadi sudah tidak relevan lagi jika diterapkan di era sekarang.

Al-Qur’an tidak hanya diturunkan khusus untuk satu wilayah saja akan tetapi al-Qur’an diturunkan untuk semua kalangan sehingga tidak bisa di paksakan disetiap wilayah harus mengikut pada satu tradisi saja karena masing-masing punya kearifan lokal atau selagi ia tidak berseberangan/bertentangan dengan hukum Tuhan maka sah-sah saja untuk diterapkan, disinilah tantangan bagi para mufassir agar kiranya bisa memberikan penjelasan sesuai konteks yang berlaku namun tetap memperhatikan aspek-aspek sesuai dengan tuntunan hukum. Jika hanya berpegang dengan tradisi-tradisi di masa lalu tanpa mau menerima realitas zaman yang berkembang maka sejatinya al-Qur’an bukan lagi shalih likulli zaman tetapi akan menjad kaku dalam berbagai aspeknya


Like it? Share with your friends!

0
44 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Saipulhamzah