27.7 C
Jakarta

Perempuan Hebat di Balik Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Artikel Trending

KhazanahResensi BukuPerempuan Hebat di Balik Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF
Judul Buku: Kekasih Orang-orang Pergerakan; Kisah Perempuan-perempuan Tangguh di Balik Perjuangan Tokoh-tokoh Besar Indonesia, Penulis: Kholid O. Santoso, Penerbit: Sega Arsy, Kota Terbit: Bandung, Tahun Terbit: 2021, Peresensi: Asih Ati.

Harakatuna.com – Sebagai seorang pemerhati dan peminat sejarah politik nasional, Kholid O. Santoso melakukan kajian-kajian sejarah yang cukup terperinci, salah satu yang menjadi perhatiannya adalah perjuangan-perjuangan perempuan Indonesia dalam sejarah.

Selama ini sejarah lebih banyak membahas tentang perjuangan kaum laki-laki padahal tidak sedikit pula perempuan memiliki andil yang tak kalah besar dalam sejarah dan peradaban bangsa.

Sayangnya memang tidak banyak catatan mengenai bagaimana perempuan-perempuan pejuang tersebut. Kholid O. Santoso lalu melakukan riset yang cukup subjektif mengenai peran-peran perempuan dibalik kesuksesan orang-orang besar di Indonesia.

Diawali dari sosok perempuan tangguh Bernama Siti Walidah yang berada di balik kesuskesan KH. Ahmad Dahlan yakni seorang pendiri Muhammadiyah yang sudah terkenal seantero nusantara bahkan dunia internasional.

Siti Walidah tidak hanya mendukung perjuangan sang suami ia bahkan turun serta dalam pergerakan. Ia memiliki cita-cita yang sama dengan perjuangan RA. Kartini ingin mencerdaskan kaumnya namun ia telah selangkah lebih jauh dalam mewujudkan ide-ide emansipasinya.

Berdasarkan pemikirannya, Siti Walidah membentuk wadah untuk pengembangan kaum wanita dengan beridirnya pengajian Wal-Asri, Maghribi, Eternaat dan Sopo Tresno juga mendirikan organisasi terbesar di Indonesia yakni Aisyiyah  saat itu Nusantara masih dalam genggaman penjajah. Siti Walidah tidak hanya beranggapan bahwa tugas perempuan hanya untuk melayani dan mendapingi suami tapi juga mitra dalam perjuangan.

Kemudian dilanjutkan dengan Perjuangan Siti Nafiqah, perempuan luar biasa di balik K.H Hasjim Asj’ari yang merupakan pendiri dari Nahdatul Ulama (NU), Siti Nafiqah mendedikasikan dirinya untuk mengabdi pada suami dan mendidik anak-anaknya baginya ibu adalah madrasah pertama.

Apa yang ia didik pada putra-putrinya pun dapat dibuktikan dengan kesuksesnan mereka dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, Salah satu putranya yang sudah terkenal adalah Wahid Hasyim yang merupakan bagian dari BPUPKI, Panitia Sembilan, PPKI, bahkan berhasil menjadi mentri agama pertama Indonesia.

Lalu Raden Ajeng Suharsikin, Perempuan Hebat dibalik sosok guru besar Indonesia yakni HOS Tjokroaminoto, Tak hanya berperan sebagai seorang istri dan ibu namun ia juga hadir membantu ekonomi kala suami tengah sibuk memperjuangkan memperjuangan keadilan bangsa dalam organisai Serikat Islam (SI).

Untuk menopang hidupnya ia mendirikan kos-kosan anak sekolah, dari sanalah ia menemukan murid-murid yang kelak menjadi tokoh-tokoh yang berperan besar dalam perjalanan sejarah Indonesia seperti Soekarno, Kartosoewirjo, Semaun, dan Muso, secara tidak langsung Raden Ajeng Suharsiskin telah ikut membentuk karakter para tokoh-tokoh besar Indonesia tersebut.

BACA JUGA  Ajaran Kebaikan Buya Syafii, Sang Guru Bangsa

Tak kalah hebat dengan Zaitun Nahar, seorang perempuan penyabar dibelakang H. Agus Salim. Meski sang suami adalah Intelektual muslim yang disegani hingga dunia internasional, ia dengan ikhlas menjalani hidup yang sulit dimana ia harus rela berpindah-pindah tempat bahkan hingga berada didaerah kumuh demi menyokong perjuangan sang suami.

Pada mulanya H. Agus salim memiliki jabatan sebagai pegawai belanda dengan kehidupan yang mewah, namun ia memutuskan untuk bergabung dengan Serikat Islam (SI) bersama HOS Cokroaminoto demi memperjuangan kemerdekaan Indonesia, dari sanalah kehidupan keduanya menjadi sulit. Namun Zaitun Nahar tidak pernah mengeluh Ia mampu menjadi menyejuk hati dengan mengubah kesulitan menjadi kebahagiaan.

Begitupun dengan perjuangan Dewi Kultsum, sosok luar biasa di Balik Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang merupakan imam besar Negara Islam Indonesia (NII), Dewi Kultsum dengan setia menemani perjuangan sang suami dalam mewujudkan keyakinannya untuk menegakkan Islam di Nusantara.

Sayangnya, perjuangan sang suami ternyata dianggap sebagai bentuk “pemberontakan” oleh pemerintah hingga terjadilah perang saudara. Dewi Kultsum dengan setia rela keluar masuk hutan untuk mendampingi sang suami, di tengah peperangan yang berlangsung ia pun terpaksa melahirkan beberapa anaknya didalam hutan.

Satu anaknya pun meninggal tertembak di dalam hutan tak lama kemudian Dewi Kultsum pun akhirnya harus ikhlas menerima kenyataan bahwa sang suami tertangkap serta syahid karena dijatuhi hukuman mati. Kisahnya begitu luar bisa.

Terakhir ada Alfiah sosok wanita Tangguh di balik sang Panglima Besar TNI, siapa yang tidak kenal dengan Jendral Soedirman salah satu pahlawan Indonesia yang tetap berjuang walau dalam keadaan sakit dan harus ditandu.

Alfian yang tetap mendukung apa pun keputusan sang suami saat merelakan Jendral Soedirman untuk berjuang di medan tempur, ia tak hanya mendukung secara moral namun juga dengan hartanya. Alfiah rela menjual perhiasannya untuk membantu perjuangan sang suami, ia pun dengan tulus mendampingi suami yang hanya tinggal bernafas dengan satu paru-paru hingga akhirnya maut memisahkan mereka.

Buku ini membuka mata kita tentang betapa pentingnya peran seorang perempuan di balik kesuksesan seorang lelaki, kaum perempuan ternyata memiliki andil yang lebih besar dalam perjuangan membangun peradaban sekalipun hanya berada dibelakang pentas sejarah.

Sehingga tepatlah peribahasa yang menyebutkan bahwa “Di belakang orang besar ada perempuan yang menyokongnya” atau “Di belakang nama besar seorang laki-laki terdapat seorang perempuan yang besar pula” dan “Di balik Pasangan yang hebat ada cinta yang kuat”.

Asih Ati
Asih Ati
Aktivis Perempuan Yogyakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru