25.9 C
Jakarta

Perempuan Agen Perdamaian Cegah Radikalisme

Artikel Trending

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Apa Itu MaʻRûf dan Apa Itu Munkar

Kedua kata maʻrûf dan munkar merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab. Kemudian keduanya diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga penulisan keduanya dalam Kamus...

Harakatuna.com. Mataram –Keterlibatan perempuan dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme dinilai sangat penting. Perempuan bisa mencegah paham-paham menyimpang itu mulai dari rumah tangga hingga ruang sosial di sekitarnya. “Perempuan bisa menjadi agen perdamaian dalam pencegahan radikalisme dan terorisme,” ujar Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB Dr. Drs. H. Lalu Syafi’i, MM di sela-sela membuka kegiatan pencegahan radikalisme dan terorisme melibatkan profesional perempuan, organisasi perempuan, dan komunitas perempuan lainnya di Mataram, Rabu (21/10) kemarin.

Kabid Perempuan dan Anak FKPT NTB Atun Wardatun, PhD selaku narasumber dalam kegiatan ini mengatakan, proses pembentukan ideologi menyimpang berawal dari fundamentalisme atau paham yang cenderung memperjuangkan sesuatu secara radikal. Bentuk fundamentalisme itu berupa anti-keragaman, anti-demokrasi, anti-pancasila. Kemudian setelah fundamentalisme barulah radikalisme hingga terorisme itu sendiri.

Radikalisme dimaknai sebagai paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan. “Sementara terorisme itu penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan. Bertujuan agar semua tahu dan menjadi takut. Jadi kalau ada aksi-aksi seperti itu, kita jangan share, jangan disebarluaskan, karena itulah tujuan mereka, ingin terekspose dan menjadikan kita takut,” jelasnya.

Atun pun membeberkan empat ciri-ciri seseorang atau kelompok terpapar radikalisme sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2019: Pertama, memiliki akses terhadap informasi bermuatan radikal. Kedua, memiliki hubungan dengan orang atau kelompok orang yang diindikasikan memiliki paham radikal dan terorisme. Ketiga, memiliki pemahaman kebangsaan yang sempit yang mengarah pada paham radikal terorisme. Keempat, memiliki kerentanan dari aspek ekonomi psikologi dan atau budaya sehingga mudah dipengaruhi radikalisme dan terorisme.

Dalam kegiatan ini dihadirkan Tumini, perempuan 45 tahun, korban Bom Bali I yang terjadi 12 Oktober 2002 di Paddy’s Pub dan Sari Club Kuta, Bali. Diceritakan Tumini, saat itu dirinya bekerja di Paddy’s Pub sebagai bartender. Di malam kejadian, dirinya sempat dilarang bekerja oleh suami karena ada firasat buruk. Namun akhirnya tetap bekerja dan terjadilah ledakan pertama di Paddy’s Club pada 23.15 WITA itu.

Tubuh Tumini terlempar dan sempat tak sadarkan diri. Ketika sadar, Tumini bergegas keluar menyelamatkan diri dengan tubuh yang sudah terbakar 45 persen. Namun tak ada yang menolong karena semua sibuk menyelamatkan diri. Hingga akhirnya terjadi ledakan kedua di Sari Club.

Namun beruntung Tumini akhirnya ditolong; dibawa ke Rumah Sakit Sanglah Bali dalam kondisi badan terbakar dan usus terurai.  Tragisnya, sejak dikeluarkan dari ambulans hingga jam 06.00 WITA, Tumini tak kunjung ditangani mengingat banyaknya korban meninggal dan terluka. Keluarga Tumini pun protes dan akhirnya bisa ditangani. Tumini dioperasi dalam keadaan sadar tanpa dibius sedikit pun. “Saya dirawat selama 1 bulan, setelah itu saya dipulangkan,” ungkapnya.

Beberapa waktu kemudian Tumini dijemput oleh pihak kepolisian untuk menjadi saksi persidangan terdakwa pelaku Bom Bali itu. “Saya waktu itu belum siap bertemu dengan pelaku. Muka masih compang camping, diperban. Tetapi saya ingin tahu, kita sama-sama beragama Islam. Saya pengin ketemu bagaimana perasaan mereka. Akhirnya saya berangkat ke pengadilan dan saya sedih, justru mereka bangga. Saya merasa kecewa. Saya kecewa, kok Islam dibawa-bawa. Tidak ada dalam Islam perbuatan teror seperti itu,” pungkasnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Otak Politik Terorisme

Judul Buku : Politik Para Teroris, Penerbit : Kanisius, Yogyakarta, Penulis : Mutiara Andalas Radikalisme seakan tidak pernah mati di Nusantara ini. Dasawarsa ini di...

Ustadz Maaher dan Tren Ceramah Hinaan

Ustadz Maaher at-Thuwailibi, sebutan ustadz milenial dengan nama lengkap Soni Eranata yang memiliki banyak followers, mulai dari Instagram, Twitter bahkan Facebook. Ini baik, sebab...

Memanas, Iran Akan Serang Pangkalan Israel di Luar Negeri

TEL AVIV - Rezim Zionis Israel mulai khawatir bahwa kepentingan pangkalan Israel di luar negeri akan jadi target yang diserang Iran. Kekhawatiran muncul setelah...

Ulama Harus Tunjukkan Sikap dan Perilaku yang Baik

Harakatuna.com. Jakarta - Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan, maka mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang baik. Seperti itulah metode yang dilakukan para...

Tiga Amal Saleh Yang Menyelamatkan Anda

Dalam sebuah hadis yang yang riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim terdapat sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu selamatnya tiga orang yang terjebak dalam gua lantaran...

Gabungan TNI dan Polri Tangkap Kelompok Teroris MIT di Kabupaten Sigi

Harakatuna.com. Sigi - Hingga sepekan pascaserangan terorisme di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, aparat gabungan TNI dan Polri mengintensifkan pengejaran kelompok teroris MIT. Tak hanya...

Agar Tidak Bosan Saat Menulis

Writer’s block, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh psikoanalis Edmund untuk menggambarkan keadaan penulis yang tidak bisa menggambarkan apapun dalam tulisannya. Situasi seperti ini hampir...