27.6 C
Jakarta
Array

Peran Mahasiswa Dalam Menghadang Paham Terorisme

Artikel Trending

Peran Mahasiswa Dalam Menghadang Paham Terorisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Lampung. Perguruan tinggi di samping sebagai sumber ilmu kini harus mampu menjadi pusat integritas dan peradaban. Oleh karena itu, Universitas Lampung (Unila) diharapkan mampu menjadi garda terakhir dalam membangun karakter bangsa, termasuk juga menghalau berkembangnya paham radikal dan terorisme.

Demikian dipaparkan Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin saat menghadiri Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus Dalam Pencegahan Terorisme, di ruang sidang utama lantai II Rektorat Unila, Rabu (8/3/2017).

Mahasiswa sebagai garda terdepan dalam memelihara NKRI harus senantiasa meningkatkan ketahanan diri dari pelaku terorisme. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan menjadi modal besar untuk membendung aksi terorisme.

Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan, kata Hasriadi, dirinya yakin kegiatan yang digelar tersebut mampu menjadi salah satu solusi melakukan tindakan preventif dalam menghadapi perkembangan radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi.

“Itu juga yang menjadi alasan kuat Unila membangun masjid besar sebagai tempat mencari ilmu agama sesuai asli ilmunya. Sebab, pemahaman agama yang minim diikuti semangat yang luar biasa tinggi bisa menjadi benturan dan mudah sekali dimasuki paham radikalisme,” ujarnya.

Hasriadi juga mengaitkan fenomena terjadinya percepatan perubahan pola pikir yang meningkat seiring dengan majunya teknologi informasi di era globalisasi. Selain membawa segudang informasi positif, efek negatif juga tak dapat terelakkan. “Sebuah tindakan terorisme bisa dengan mudah dikendalikan dari negara terjauh di sana, karenanya kita semua harus hati-hati menyikapi majunya IT,” paparnya.

Abdul Syukur, M.Ag., selaku ketua FKPT Lampung dalam laporannya mengatakan, kegiatan yang dihelat Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Unila ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Andi Intang Dulung, M.H.I selaku Kepala Subbid Pencegahan Teroris BNPT, Prof. Dr. Azyumardi Azra, C.B.E., selaku pakar ahli BNPT/guru besar Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Amin Mudzakkir, S.S., M.Hum., selaku pakar ahli BNPT/Peneliti LIPI, dan salah satu mantan teroris Nasir Abas.

“Kegiatan ditujukan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan bahwa terorisme bertentangan dengan hukum, nilai-nilai integritas dan tujuan pembangunan bangsa,” ungkapnya.

Para peserta berjumlah 150 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Lampung di antaranya mahasiswa Unila, Malahayati, UBL, UML, UTB, A2L, IBI Darmajaya, universitas Saburai, Teknokrat, Poltekkes, dan Polinela. [inay/humas]

 

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru