26.8 C
Jakarta

Penyintas Terorisme Harus Bangun Persaudaraan dan Kebersamaan

Artikel Trending

AkhbarNasionalPenyintas Terorisme Harus Bangun Persaudaraan dan Kebersamaan
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, penyintas atau korban aksi terorisme harus terus membangun semangat persaudaraan dan keberagaman.

Menurut Boy Rafli, langkah kebersamaan dinilai sangat penting untuk menghilangkan trauma sekaligus menatap masa depan yang lebih baik lagi.

“Pesan kami kepada rekan-rekan penyintas semua adalah terus menjaga semangat persaudaraan dan semangat persatuan. Kita yakin apa yang terjadi tidak lepas dari rencana Tuhan, sehingga penting bagi kita untuk terus senantiasa berdoa agar diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah,” ujar Boy Rafli saat membuka acara silaturahmi bersama para penyintas korban terorisme wilayah Jabodetabek, Bali, dan Surabaya yang yang dirilis, Rabu (17/6/2020).

Selain mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkenalkan diri sebagai pejabat baru, Kepala BNPT juga menjelaskan, penyintas diharapkan menjaga hubungan baik di antara sesama, sehingga dapat mengikis munculnya sikap intoleransi.

“Kita dipertemukan dalam pertemuan silaturahmi ini, meskipun berbeda-beda, kita memiliki semangat untuk tetap bersatu. Dengan semangat kebersamaan ini kita gelorakan agar sikap intoleransi maupun watak radikalisme yang berlebihan itu dapat terkikis. Karena kita tidak ingin ada korban-korban dari aksi terorisme yang lainnya,” kata mantan Kapolda Papua tersebut.

Boy Rafli menyampaikan pentingnya persatuan untuk mengupayakan generasi muda dapat terselamatkan dari kejahatan terorisme pada masa yang akan datang.

BACA JUGA  Waspadai Mimbar Agama untuk Penyebaran Radikalisme

“Oleh karena itu, kepada rekan-rekan penyintas di Jakarta, Surabaya, dan Bali tetaplah jaga persatuan di antara kita semuanya, karena mereka yang selama ini melakukan aksi-aksi kekerasan dan mengusung perbedaan-perbedaan itu tidak mencirikan identitas bangsa Indonesia,” ucap alumni Akpol 1988 ini.

Deputi I BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis menambahkan, kejahatan terorisme adalah kejahatan yang luar biasa dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Seperti yang sering saya sampaikan kepada kawan-kawan penyintas maupun yang lain, terorisme adalah kejahatan yang luar biasa, karena terorisme melanggar HAM sebagai hak dasar yang melekat pada diri manusia, yaitu hak untuk merasa nyaman, aman dan hak untuk hidup,” ujar Hendri.

Ia juga menyampaikan, terorisme merupakan bentuk penyimpangan dari ajaran agama karena ajaran agama apa pun tidak ada yang membenarkan hal tersebut.

“Bapak Kepala BNPT mengundang Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang dihadiri ketuanya langsung Bapak Said Aqil Siradj yang juga ketua PBNU, juga menyampaikan hal yang sama. Tidak ada satu pun agama yang membenarkan aksi terorisme. Karena terorisme sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur peradaban bangsa dan peradaban hidup manusia,” ungkapnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru