Penembakan di Masjid Christchurch Serangan Teroris


0
2 shares

Harakatuna.com. Jakarta–Penembakan puluhan jamaah Shalat Jumat di Masjid Christchurch, Selandia Baru, dinilai sudah di luar batas kewajaran. Karena itu, menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, peristiwa tersebut bisa dikatakan sebagai serangan terorisme.

“Label teroris tidak hanya untuk umat Islam saja,” ujar Adi di Jakarta, Jumat (15/3) malam. Ia juga berpendapat jika penembakan tersebut akan menimbulkan jurang indentitas.

Ia tak heran jika penembakan yang menewaskan 49 jamaah shalat Jumat itu direspon seluruh dunia. “Hal itu akan direspon oleh seluruh dunia. Kejadian tersebut sudah berada di luar batas kewajaran kemanusiaan. Seorang pria menembak secara brutal orang-orang yang berada di masjid, bahkan disiarkan secara langsung,” ucap Adi.

Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah ini berharap tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat memberikan imbauan agar peristiwa itu tidak direspon secara berlebihan. “Tokoh agama dan tokoh masyarakat sebaiknya menenangkan warganya agar tidak merespon secara berlebihan. Peristiwa ini tentu sudah ditangani melalui jalur hukum yang berlaku,” tutur Adi.

 

Sumber Republika

Baca Juga:  Kedepankan Akhlak untuk Indonesia yang Beradab

Like it? Share with your friends!

0
2 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.