25.7 C
Jakarta

Pemerintah Bertindak Tegas dengan Memecat 3.500 Pendakwah Radikal

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Harakatuna.com. Riyadh-Sebuah laporan Pemerintah Amerika Serikat memuat fakta Pemerintah Arab Saudi “memecat” 3.500 ulama yang dianggap radikal sejak 2003. Demikian laporan harian Saudi, Al-Hayat, Minggu (21/7/2013).

Laporan yang rangkumannya dirilis pada Mei lalu itu, mengatakan, larangan tersebut dilakukan Pemerintah Saudi sebagai bagian program untuk mengurangi gerakan ekstremisme Islam.

“Di bawah program yang mengawasi semua ulama yang digaji  Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Tuntutan Agama (MOIA), Arab Saudi telah memecat 3.500 imam sejak 2003,” kata laporan itu.

“Dalam upaya untuk mengurangi ekstremisme dan penerbitan fatwa ‘absurd’, Raja Abdullah bin Abdul Aziz pada 2010 menerbitkan dekrit bahwa hanya anggota Dewan Ulama Senior dan mereka yang mendapat izin raja dapat mengeluarkan fatwa. Dekrit ini masih berlaku,” lanjut laporan itu.

Seorang pejabat Kementerian MOIA, Taufik al-Sdiri, kepada harian Al-Hayat mengatakan, para imam itu dipecat tak hanya karena keyakinan ekstrem mereka, tetapi juga karena kerap melanggar aturan administrasi.

Sdiri menambahkan, buruknya kemampuan membaca dan menghafalkan Al Quran, serta sejumlah kesalahan praktis terkait pemikiran keislaman yang salah adalah penyebab lain pemecatan para imam itu.

“Kementerian mencapai putusan pemecatan para imam itu setelah semua langkah dilalui,” kata Sdiri.

Sdiri mengatakan, kementerian selama ini memercayai para imam yang ditunjuk karena mereka dipilih berdasarkan kompetensi dan pendidikan mereka.

Laporan itu menambahkan, Pemerintah Saudi juga memantau situs-situs dan berbagai forum internet kelompok ekstremis.

Selain itu, Kementerian MOIA juga mengawasi materi pelatihan yang digunakan dalam pendidikan keagamaan untuk mencegah doktrin ideologi ektremis kepada anak-anak muda.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Hayya ‘Alal Jihad, Mari Berjihad Berantas FPI!

Boleh jadi, setelah membaca tulisan ini, atau sekadar membaca judulnya saja, Hayya ‘Alal Jihad, sementara orang akan berkomentar: “Bocah kemarin sore kok mau bubarkan...

Israel Musnahkan Tangga Bersejarah Masjid Al-Aqsa

Harakatuna.com. Yerusalem - Pemerintah Kota Yerusalem Israel menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Bab Al-Asbat, Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem. Penghancuran tangga bersejarah ini...

Benarkah Ulama Itu Harus Jadi Oposan Pemerintah?

Saya pikir, hari ini kita sedang berada dalam kegamangan berbagai masalah kenegaraan yang tidak kunjung usai. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru sudah terpilih,...

Video Hayya Ala Al-Jihad Bagian dari Penyalahgunaan Agama

Harakatuna.com. Jakarta – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menyebut seruan jihad yang dilantunkan seorang muazin saat melantukan azan Hayya Alal Jihad dalam video...

Hukum Menambah Kalimat Adzan “Hayya Ala Al-Jihad“, Bolehkah?

Dunia media media sosial kembali dihebohkan dengan penambahan lafal adzan “Hayya ala Al-Jihad” oleh simpatisan ormas Islam di Petamburan, Jakarta. Tentu penambahan adzan ini...

GP Ansor DIY Tolak Radikalisme dan Intoleransi

Harakatuna.com. Sleman - Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor DIY berkomitmen untuk menjaga ketentraman dan kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat...

Mengapa Teroris MIT Berulah Kembali?

Kini, masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi Tengah sedang berduka. Pasalnya, kehidupan seseorang (hak asasi) di sana dengan mudahnya direnggut oleh sekelompok teroris. Kelompok teroris...