30 C
Jakarta
Array

Pemahaman Tekstual Akar Fanatisme dan Radikalisme

Artikel Trending

Pemahaman Tekstual Akar Fanatisme dan Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta. Begitu banyaknya slogan aneh yang digaungkan oleh beberapa kelompok membuat KH Ahmad Rusydi resah. Ia meminta kepada segenap peserta Ngopi yang digelar oleh PC GP Ansor Jakarta Selatan di Musholla Sa’adatul Ummah, Kalibata Tengah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/10/2017) untuk tidak terpengaruh dengan hal tersebut.

“Jangan terpengaruh pada slogan yang aneh-aneh terutama pada ajaran yang sering menyalahkan dan mengafirkan orang lain karena perbedaan yang ada,” katanya.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Sahabat Lukmanul Hakim itu, Kiai Rusydi juga menjelaskan, bahwa sikap fanatisme dan radikalisme itu bermula dari cara memahami sekelompok orang terhadap Al-Quran dan Hadis itu sebatas tekstual saja.

“Banyak sekali kelompok yang sangat tekstual dalam memahami al-Quran dan hadis yang menyebabkan jatuh pada sikap fanatisme dan radikalisme,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, bimbingan ulama itu sangat dibutuhkan agar tidak terjebak dengan pemahaman seperti di atas.

“Karenanya butuh bimbingan ulama dalam memahami pesan-pesan al-quran dan hadis sehingga terhindar dari sikap fanatis dan merasa benar sendiri,” lanjutnya.

Selain Kiai Rusydi, hadir pula penulis buku Kontroversi Dalil-dalil Khilafah Muhammad Sofi Mubarok dan Politisi Muda Tsamara Amany.

Syakirnf

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru