25.7 C
Jakarta
Array

Pelaku Radikalisme Berubah, Pola Dakwah Harus Dibenahi

Artikel Trending

Pelaku Radikalisme Berubah, Pola Dakwah Harus Dibenahi
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Sleman. Kelompok pelaku terorisme, menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), tidak dapat dilihat dari pakaian yang dikenakan. Karena itu, dakwah juga harus diubah.

Hal itu disampaikan Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama dalam Menghadapi Radikalisme di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (21/3). Kegiatan ini dilaksanakan oleh BNPT bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Yogyakarta.

“Jika dulu bisa kina kenali karena kostum, pakaian yang mereka (pelaku radikalisme dan terorisme, red.) pakai, sekarang tidak. Tapi ciri utama mereka masih tetap soal sikap intoleransi,” kata Andi Intang seperti dilansir NU Online.

Penyuluh agama sebagai juru penerangan ke masyarakat, menurut Andi, digandeng karena posisinya yang sangat strategis. “Kenapa bapak dan ibu yang dihadirkan di sini? Karena bapak dan ibu sekalian yang mengetahui apa yang tepat disampaikan ke kelompok binaannya,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, BNPT menggandeng Kementerian Agama dan perwakilan Indonesia Conference of Religion and Peace (ICRP) sebagai pemateri. Melalui penguatan kapasitas tersebut BNPT berharap ada pemutakhiran pola dakwah, sehingga materi seputar pencegahan radikalisme dan terorisme bisa disampaikan dan diterima dengan mudah oleh masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, M. Luthfi Hamid, mengapresiasi langkah BNPT yang menggandeng penyuluh agama dalam proses pencegahan radikalisme dan terorisme. Dia menyebut penyuluh agama adalah instrumen paling penting dalam penyampaian hal-hal seputar keagamaan ke masyarakat.

“(Kegiatan) ini bukanlah suatu hal yang berlebihan untuk diapresiasi. Kami sangat mengapresiasi, karena ini sangat penting,” ungkap Luthfi.

Luthfi bahkan menawarkan adanya kerjasama jangka panjang untuk kegiatan sejenis, mengingat potensi radikalisme dan terorisme, khususnya di Yogyakarta, dinilai masih sangat besar. “Ini sinergi yang bagus dan layak dilanjutkan,” pungkasnya.

NU Online

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru