26.8 C
Jakarta

Pejuang Taliban Perkuat Penjagaan Pos Pemeriksaan di Kota-kota Afghanistan

Artikel Trending

AkhbarInternasionalPejuang Taliban Perkuat Penjagaan Pos Pemeriksaan di Kota-kota Afghanistan
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Kabul – Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan lebih dari tiga setengah bulan lalu di tengah penarikan pasukan AS dan NATO yang kacau, para pejuang mereka telah berubah peran, dari pemberontak yang bertempur di pegunungan menjadi anggota angkatan bersenjata pemerintah negara itu.

Banyak anggota Taliban sekarang memiliki pekerjaan baru: menjaga pos pemeriksaan di jalan-jalan dan melakukan patroli keamanan di kota-kota Afghanistan. Bulan lalu, beberapa pejuang Taliban berpose untuk foto yang diambil oleh Associated Press pada patroli malam hari dan di pos-pos pemeriksaan di kota Herat, Afghanistan barat.

Salah seorang di antaranya, Ahmad Wali, 21 tahun, sedang berpatroli di desa Kamar Kalagh, Herat utara. Dia mengatakan bahwa dia bergabung dengan Taliban karena dia percaya pada ajaran Al-Qur’an dan menentang kehadiran Amerika di negaranya dan terhadap pemerintah Afghanistan sebelumnya, yang dikecam karena korupsi.

BACA JUGA  Israel Akui Bunuh 5 Anak dalam Serangan Gaza Palestina

Setelah pengambilalihan Taliban pada pertengahan Agustus, ekonomi Afghanistan yang sudah parah dan bergantung pada bantuan asing merosot ke dalam titik kritis.

Komunitas internasional telah menahan ratusan juta dolar dalam pembiayaan yang diandalkan oleh negara berpenduduk 38 juta orang itu. Miliaran dolar aset Afghanistan di luar negeri telah dibekukan.

Sistem perbankan Afghanistan sebagian besar terputus dari dunia luar, dan para penguasa baru Taliban sebagian besar tidak mampu membayar gaji, sementara pekerjaan di seluruh sektor ekonomi telah menghilang.

Sebagian besar wanita dilarang memasuki bursa kerja, kecuali dalam profesi tertentu, dan dari pendidikan sekolah menengah, sementara puluhan ribu orang, termasuk para profesional berpendidikan tinggi, telah melarikan diri atau mencoba melarikan diri dari Afghanistan, yang mengarah pada pengurasan besar-besaran tenaga terdidik. Penulis Associated Press Elena Becatoros di Kabul, Afghanistan, berkontribusi pada laporan ini.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru