27.9 C
Jakarta

PDA Minta Pemerintah Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik dan Usir Dubes Prancis

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baleho. Suasana damai tenan, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Harakaratuna.com. Banda Aceh – Ketua Umum Partai Daerah Aceh (PDA), Tgk. Muhibussabri A. Wahab mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang telah menyinggung perasaan umat Islam dunia. Bersamaan dengan itu, pihaknya juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengusir Duta Besar, Dubes Prancis dari Indonesia.

“Pernyataan Macron telah melukai perasaan kita semua selaku umat Islam di seluruh dunia, maka kita tidak layak bekerjasama dengan negara yang tidak menghormati nilai-nilai orang lain seperti Prancis, sudah seharusnya Presiden Jokowi mengusir Dubes Prancis dari Indonesia,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima media pada Jumat (30/10/2020) di Banda Aceh.

Politisi yang akrab disapa Abi Muhib ini juga mengungkapkan, penghinaan Presiden Prancis terhadap Islam telah merusak konsep kebebasan berekspresi itu sendiri. Menurutnya, pernyataan itu juga telah mengusik perdamaian dunia yang seharusnya dijaga. Apalagi dalam konteks Indnonesia, yang akrab dengan persauadaraan dan kemajemukan tentu perkataan  demikian tidak dapat dibenarkan.

Menurutnya, Marcon telah gagal menyandang predikat sebagai presiden di negara besar. Pernyataannya yang kontroversi membuatnya tidak memiliki wibawa di kanca peminpin internasional. “Macron tidak paham arti kebebasan yang baik, bagaimana seharusnya menghormati nilai dan falsafah hidup orang lain yang dianggap berbeda, Dan pernyataan itu telah merusak perdamaian dunia,” tuturnya.

Abi Muhib juga meminta agar Pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap Prancis dengan mengusir Duta Besar Prancis dan memboikot semua produknya demi menjaga stabilitas dan kemanan di Indonesia sendiri, sehingga tidak menimbulkan gejolak lebih besar di dalam negeri.

“Pemerintah harus tegas kepada Prancis, jangan sekedar memanggil duta besarnya tapi mulai saat ini Pemerintah harus memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis serta memboikot semua produknya agar stabilitas di Indonesia terjaga, dan itu lebih terhormat untuk kita,” tutup politisi alumni Universitas Indonesia ini. []

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Buletin Jumat Harakatuna edisi 187/27 November 2020

Silahkan unduh Buletin Jumat Harakatuna disini <iframe src="https://drive.google.com/file/d/1FYZ_gOvHXoteqMtmt0R4b3H2syYpfmQm/preview" width="100%" height="640%"></iframe>

Muhammad Rizieq Shihab, Quraish Shihab, dan Habib Lutfi

Muhammad Rizieq Shihab semakin viral. Sejak kembalinya dari Arab Saudi, sampai penjemputan, perayaan Maulid Nabi, hingga perayaan nikah anaknya menjadi tilikan banyak orang. Bahkan...

Organisasi Mahasiswa Riau Gelar Aksi Tolak Radikalisme

harakatuna.com. Pekanbaru - Sebanyak 41 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi mahasiswa Riau menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (23/11/2020). Dalam aksi...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ulama Austria Minta Aparat Tak Kaitkan Terorisme dengan Agama

Harakatuna.com. WINA -- Saat rasialisme dan diskriminasi terhadap Muslim di Austria melonjak, ulama di negara Eropa memperingatkan pihak berwenang tidak mengaitkan terorisme dengan agama apa pun. Setelah...

Jangan Mudah Menuduh Orang Lain Dengan Sebutan Lonte

Kata lonte dalam tradisi masyarakat Indonesia adalah bermakna kasar. Yaitu bermakna sebagai pezina ataupun pelacur. Kata lonte ini kembali viral di media sosial karena...

Lumpuhkan Radikalisme, Munas MUI Usung Tema Islam Wasathiyah

Harakatuna.com. Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menyampaikan pidato dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-19 di Hotel Sultan,...