25.6 C
Jakarta

Pangdam Jaya Cegah Radikalisme pada Pelajar di Sekolah

Artikel Trending

AkhbarNasionalPangdam Jaya Cegah Radikalisme pada Pelajar di Sekolah
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto membentuk program Army Go to School untuk mengedukasi milenial tentang wawasan nasionalisme. Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya paham radikalisme kepada anak muda.
Untung mengatakan Komandan Distrik Militer (Dandim) bertugas dalam program tersebut. Para Dandim bakal mendatangi sekolah-sekolah agar generasi muda tidak terpengaruh paham radikalisme.

“Para Dandim juga punya tugas Army Go to School untuk meyakinkan generasi muda memiliki nasionalisme dan kesadaran bela negara agar generasi muda kita tidak tersusupi oleh paham-paham selain Pancasila,” kata Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto kepada wartawan di Markas Kodam Jaya, Jakarta Timur, Rabu (25/5/2022).

Dia mengatakan program Army Go to School merupakan salah satu upaya mempersiapkan generasi muda untuk mampu menjaga eksistensi bangsa. Dia mengatakan program tersebut baru dibentuk 2 bulan yang lalu.

“Seluruh Kodim saat ini para Dandim para Danrem turun ke sekolah untuk menyampaikan wawasan kebangsaan agar itu tertanam pada generasi muda yang kita siapkan untuk memegang kendali atau mewarisi negara ini ke depan. Sehingga basic akan ideologis mereka akan mampu melaksanakan tugas-tugas mereka menjaga NKRI di masa yang akan datang terutama dari ancaman radikalisme,” tuturnya.

Untung tidak menyebut berapa sekolah yang telah didatangi melalui program Army Go to School. Dia mengatakan dirinya pun turut turun langsung dalam pelaksanaan program tersebut.

“Jumlahnya saya kira saya tidak begitu ini, tapi seluruh Kodim, saya sendiri sudah beberapa kali dan Dandim-dandim saat ini konsepnya adalah Army Go to School. (Dibentuk sejak) 2 bulan yang lalu seluruh sekolah,” ujarnya.

BACA JUGA  Teroris Perakit Bom JW Marriott Dipenjara Seumur Hidup

Untung mengatakan program Army Go to School ditujukan untuk sekolah jenjang SMA. Menurutnya, usia anak SMA merupakan usia emas untuk diberi edukasi.

“Kita masuk ke SMA karena saya yakin SMA itu masih pada golden age umur-umur keemasan sehingga momen itu yang kita gunakan untuk mengisi mereka tentang bela negara,” ujarnya.

“Kita lihat bagaimana di dunia maya kecintaan para milenial apabila dia mendapat-mendapat sesuatu yang respons dari negara lain, bagaimana sikap mereka untuk melawannya kita bisa lihat. Artinya kita tinggal bagaimana mengkapitalisasi rekan-rekan ‘generasi Z’ itu melalui media yang kita miliki,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto menggelar acara ‘Ngopi Bareng’ bersama keluarga besar TNI. Dalam agenda ini, dia juga memaparkan pentingnya menjaga eksistensi persatuan bangsa dan mewariskannya kepada generasi muda.

Agenda ‘Ngopi Bareng’ ini digelar di Markas Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (25/5/2022) pagi. Acara juga diikuti sejumlah purnawirawan TNI.

Mayjen Untung Budiharto mengatakan keluarga besar TNI mewarisi semangat membangun bangsa secara turun-temurun. Dia menyebut semangat itu harus diwariskan dan diteruskan kepada generasi muda untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Saya sekarang ini berdiri di depan Bapak, Ibu sekalian yang semuanya mewarisi gen, mewarisi semangat dari orang tua kita, dari Bapak/Ibu sekalian yang telah membangun NKRI ini sehingga sampai saat ini. Tentu saja kita sebagai generasi muda punya tanggung jawab untuk meneruskan bagaimana eksistensi bangsa dan negara ini akan terus berlanjut dan kita juga harus menyiapkan generasi yang akan datang agar mempunyai kemampuan untuk menjaga NKRI ini dengan baik,” kata Mayjen Untung Budiharto dalam sambutannya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru