30.3 C
Jakarta

Pancasila Sangat Relevan Hadapi Tantangan Zaman, Termasuk Tangkal Radikalisme

Artikel Trending

AkhbarNasionalPancasila Sangat Relevan Hadapi Tantangan Zaman, Termasuk Tangkal Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Pancasila dipastikan sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Hal itu dikatakan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin saat membuka acara Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila kepada Aparatur Pemerintah Provinsi Banten, Senin, 14 November 2022.

“Dalam perjalanan sejarahnya Pancasila sebagai dasar negara selalu dihadapkan dengan tantangan tidak ringan,  akan tetapi Pancasila selalu berdiri kokoh,” ujar Wapres. Menurutnya, Pancasila bersifat terbuka, tidak kaku yang selalu mengedapankan nilai-nilai luhur.

Pancasila, lanjut Wapres, adalah kesepakatan mulia lahir sebagai Ideologi Negara yang menyatukan tekad semua orang dan golongan. Pancasila dan agama juga tidak saling bertentangan dan tidak saling menjatukan, justru saling memperkuat.

“Seorang muslim yang baik, ia adalah muslim yang Pancasilais dan seorang Pancasilais dia adalah muslim yang baik,” kata Wapres.

Kepala Daerah Kabupaten Kota dan Aparatur Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, Wapres menekankan untuk selalu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan-kebijakan serta dalam berkehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.Tidak hanya itu Kepala Daerah dan Aparatur Negara juga harus ikut serta dalam menghantarkan Indonesia maju dengan mengelola agenda pembangunan nasional.

Wapres juga menyebut Indonesia perlu konsisten menata, memperbaiki pengelolaan pemerintahan dari dimensi stabilitas, akuntabilitas kualitas yang berdadarkan nilai-nilai luhur Pancasila. Mantan Anggota Dewan Pengarah BPIP itu berpesan, menghadapi pemilu 2024, nilai-nilai Pancasila harus dijadikan lokomotif dalam pesta demokrasi tersebut.”Menuju Demokrasi 2024 jadikanlah nilai-nilai Pancasila menjadi lokomotif. Hilangkan diskriminasi, tidak memandang ras, agama, suku budaya, adat Bahasa.”

Wakil Kepala BPIP Karjono mengatakan diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah berangkat dari keprihatinan. “Bapak Ibu sekalian sudah 23 tahun Pancasila vakum sehingga generasi milenila tidak mengenal Pancasila, maka sangat penting Pancasila dibumikan kembali,” ujarnya.

BACA JUGA  Jelang KTT G20, Aparat Polri Antisipasi Serangan Siber hingga Terorisme

ASN, kata dia, merupakan pelayan Publik yang wajib mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Di era globalisasi ini banyak sekali tantangan diantaranya dampak perang negara luar, narkoba, korupsi, terorisme. Maka dari itu dia berharap ASN harus menjadi garda terdepan dalam menghadapinya.

Sangat memprihatinkan ketika berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) 85 persen generasi milenial terpapar radikalisme. “Hal itu karena belum tumbuh ketertiban, belum tumbuh kepatuhan hukum, belum tumbuh itikad baik dalam bermedia sosial.”

Berdasarkan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) setiap bulan 10 ASN dipecat karena radikalisme dan terorisme. “Para ASN ini tidak memegang teguh nilai-nilai Pancasila ada yang ingkar sumpah jabatan, ingin mengganti dasar negara, melawan UU dan Ideologi Pancasila,” ujar dia. Dalam kesempatan tersebut dia juga mensosialisasikan Salam Pancasila, sebagai adopsi salam kemerdekaan.

Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengaku akan terus berkomitmen membumikan Pancasila ke seluruh masyarakat. Pihaknya bahkan telah mempersiapkan Peraturan Daerah tentang pelaksanaan dan pembelajaran tentang Pancasila. “Dalam rangka memantapkan Ideologi Pancasila, kita sedang mempersiapkan Perda inisiatif DPRD,” ujar dia.

Pancasila, lanjut dia, terus akan dijadikan Dasar karena relevan dalam menangani persoalan di Daerah. “Dengan bergotong-royong kita dapat mengatasi persoalan karena Pancasila sangat relevan dalam memberikan solusi.”

Menurutnya, dengan gotong royong keadaan ekonomi Banten tumbuh di atas ekonomi nasional. “Semua jajaran di Banten terus bergotong royong, dengan persatuan kita dapat menumbuhkan keadaan ekonomi Banten.”

Dengan semangat Pancasila, kata dia, Provinsi Banten juga telah menekan angka stunting, kemiskinan dan pengangguran. “Dengan semangat Pancasila, pengangguran cenderung turun dan ini semua bagian menjalankan nilai-nilai Pancasila.”

 

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru