Pancasila Mukjizat Sosial


0
12 shares

Harakatuna.com. Bandung. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai ratusan suku dan bahasa, serta berbagai agama dan kepercayaan. Meskipun demikian, Indonesia tetap bersatu padu.

Melihat hal tersebut, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Jawa Barat Asep Salahuddin mengatakan hal tersebut selesai dengan Pancasila.

Saking kagumnya, Asep menyebut Pancasila sebagai mukjizat sosial.

“Ini mungkin mukjizat sosial kalau saya melihat konteks Pancasila dalam langkah kebangsaan kita di tengah masyarakat yang het erogen, masyarakat yang majemuk, masyarakat yang tidak tunggal,” katanya saat mengisi dialog kebangsaan dan bedah buku Kontroversi Dalil-dalil Khilafah karya Muhammad Sofi Mubarok yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Barat di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Bandung, Senin (26/2/2018).

Wakil Rektor IAILM Suryalaya itu juga menjelaskan bahwa Pancasila merupakan jalan tengah antara politik khilafah dan liberal. “Cara berkelit pendiri bangsa dari godaan negara sekuler dan negara agama,” ujarnya.

Pada kegiatan yang digelar dalam rangka harlah ke-64 IPNU itu, Asep hadir sebagai pembanding bersama Wakil Sekretaris PWNU Jawa Barat KH Ahmad Dasuki. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi), rekan dan rekanita IPNU dan IPPNU Jawa Barat, Sahabat PMII, dan mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Syakirnf

Baca Juga:  Khilafah dan Nahdlatul Ulama (1)

Like it? Share with your friends!

0
12 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.