26.3 C
Jakarta
Array

Ngaji Tafsir Qs Al-Taubah: [9]: 79

Artikel Trending

Ngaji Tafsir Qs Al-Taubah: : 79
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Ngaji Tafsir Qs Al-Taubah: [9]: 79

(Serial Kajian Tafsir Tahlili)

الَّذِينَيَلْمِزُونَالْمُطَّوِّعِينَمِنَالْمُؤْمِنِينَفِيالصَّدَقَاتِوَالَّذِينَلَايَجِدُونَإِلَّاجُهْدَهُمْفَيَسْخَرُونَمِنْهُمْسَخِرَاللَّهُمِنْهُمْوَلَهُمْعَذَابٌأَلِيمٌ

Orang-orang munafik itumereka yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, Maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.QS al-Taubah: [9]: 79

Ayat ini membahas tentang sifat-sifat orang munafik. Sebab turunnya ayat ini sebagaimana diriwayatkan dalam SahîhBukhari&Muslim dari sahabat AbiMas’udAl-Badri menceritakan: “Ketika turun ayat tentang bersedekah kami sedang bekerja mengangkuti air untuk kebun kurma kemudian datanglah seseorang bernama Habhab membawa banyak harta untuk disedekahkan. Disaat ituorang-orang munafik mengejeknya sebagai seorang yang pamer (riya’). Dan di waktu yang lain dia bersedekah hanya satu sho’. Lalu mereka mencelanya dengan berkata “ Allah tidak butuh sedekahmu yang sedikit itu ” kemudian turunlah ayat ini”.

Dalam riwayat lain asbabun nuzul yang berasal dari IbnuAbbas menyebutkanbahwa ketika itu Abdurrahmanbin‘Auf bersedekah sebanyak tujuh puluh dirham. Sedangkan Ustmanbin‘Affan berderma dengan harta yang tidak sedikit. Begitu juga UmarbinKhattab dan Hatimbin‘AdyAl-Anshari. Akan tetapi ada seorang sahabat yang bernama Abu‘AqilHabhab berinfaq hanya sebesar satu sha’.

Dalam tafsirnya,Quraisy Syihab mengulas beberapa kata dari ayat ini. Diantaranyalafadzالمُطَّوِّعِيْنَbermakna orang yang melakukan kebajikan secara sukarela melebihi kewajiban yang menjadi tanggungannya.SementaraAl-Biqa’i memiliki pandangan menarik pada lafadz ini. Yang mana asal nya المُتَطَوِّعِيْنَkemudian ta’ tersebut disembunyikan dan diganti denganthâ karena keduanya saling berdekatan makhrojnya, setelah melalui proses i’lâl(perubahan susunan huruf dalam kata). Perubahan tâke thâitu memiliki kesan arti para sukarelawan itu senang menyembunyikan sedekah dan sumbangan mereka.

Dalam ayat ini mengandung unsur balaghah yaitu penggalan ayat فَيَسْخَرُوْنَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللهُ مِنْهُمْ  yang masuk pada badi’ muqâbalah. Sama seperti ayatوَمَكَرُوْا وَمَكَرَ اللهُyang mana keduanya berartiAllahmembalasnya.

Ringkasnya ayat ini memberi suatu pesan bagi kita agar tidak mencaci siapapun dan berusaha menjadi orang dermawan yang gemar berbagi kepada sesama tanpa harus menghiraukan cacian orang-orang lain. Cukup Allah yang membalas cacian mereka. Wallahu A’lam. [Ali Fitriana]

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru